BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pelajar di wilayah Kalibagor dan Banyumas kini mendapat pilihan transportasi baru untuk menunjang aktivitas sekolah.
Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai mengujicobakan satu bus wisata milik pemkab sebagai bus sekolah pada Senin (10/8).
Bus sekolah tersebut melayani rute Kalibagor-Banyumas dengan sejumlah titik tujuan sekolah yang telah ditetapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas.
Layanan ini diujicobakan untuk melihat kebutuhan transportasi pelajar sekaligus memastikan rute yang diterapkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selama masa uji coba, terdapat delapan sekolah yang menjadi tujuan bus sekolah rute Kalibagor-Banyumas.
Sekolah tersebut meliputi SMP Negeri 4 Kalibagor, SMK Negeri 3 Banyumas, SMP Negeri 2 Banyumas, SMP Negeri 3 Banyumas, SMK Negeri 1 Banyumas, SMA Negeri 1 Banyumas, SMK Negeri 2 Banyumas, dan SMP Negeri 1 Banyumas.
Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Perhubungan Dishub Banyumas, Muhamad Soleh Wibowo, mengatakan rencana pengoperasian bus sekolah untuk rute Kalibagor-Banyumas sebenarnya telah melalui proses survei sejak lama.
Menurut Bowo, pihak terkait di lingkungan pendidikan juga telah mengetahui rencana layanan bus sekolah tersebut.
Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dinas Pendidikan Banyumas di wilayah Kalibagor dan Banyumas sebelumnya telah menerima informasi mengenai rencana pengoperasian layanan tersebut.
“Mereka bersurat terkait tindaklanjut survei layanan bus sekolah di Kalibagor-Banyumas. Akhirnya dispo Bupati turun,” kata Bowo.
Uji coba bus sekolah ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan transportasi pelajar di wilayah Kalibagor-Banyumas.
Selama masa uji coba, Dishub Banyumas akan melihat jumlah pengguna, kebutuhan rute, serta kondisi pelayanan di lapangan.
Bowo juga menegaskan, pengoperasian bus sekolah rute Kalibagor-Banyumas tidak secara khusus berkaitan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas.
Menurutnya, rencana layanan bus sekolah tersebut sudah dibahas jauh sebelumnya.
Karena itu, keberadaan bus sekolah ini bukan semata-mata disiapkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi siswa SNT II Banyumas.
Meski demikian, dalam rapat yang digelar Dinas Pendidikan Banyumas pada pekan ini, memang sempat muncul pembahasan mengenai pemanfaatan bus aset Pemkab Banyumas untuk mendukung operasional awal SNT II Banyumas.
Hal tersebut karena pada awal operasional SNT II Banyumas, bus dari pemerintah pusat belum tersedia.
Dalam skema yang sempat dibahas, biaya operasional bus yang digunakan untuk kebutuhan tersebut akan ditanggung oleh pihak SNT II Banyumas.
“Fixnya belum ada keputusan untuk yang SNT II Banyumas,” jawab Bowo.
Sementara itu, keberadaan delapan sekolah yang telah ditetapkan sebagai tujuan tidak berarti pelajar dari sekolah lain dilarang menggunakan layanan bus sekolah tersebut.
Pelajar dari sekolah lain tetap diperbolehkan memanfaatkan bus selama perjalanan mereka berada di jalur yang sama.
Ketentuan tersebut diberlakukan selama masa uji coba. Dishub Banyumas akan terlebih dahulu melihat kebutuhan transportasi pelajar secara langsung sebelum menentukan apakah nantinya diperlukan perubahan atau penyesuaian layanan.
“Selama tahap uji coba kami lihat dulu kebutuhannya,” pungkas Bowo.
Pemanfaatan bus wisata sebagai bus sekolah menjadi salah satu upaya Pemkab Banyumas mengoptimalkan aset daerah sekaligus mendukung mobilitas pelajar.
Dengan adanya layanan tersebut, siswa yang tinggal di sepanjang rute Kalibagor-Banyumas memiliki alternatif transportasi untuk menuju sekolah.
Selain memudahkan mobilitas siswa, uji coba bus sekolah juga dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan kebutuhan transportasi pelajar di wilayah Banyumas.
Data yang diperoleh selama masa uji coba nantinya dapat digunakan untuk melihat apakah rute yang tersedia sudah mencukupi atau perlu dikembangkan.
Jika kebutuhan pelajar cukup tinggi, bukan tidak mungkin layanan tersebut akan dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Karena itu, penggunaan bus sekolah selama masa uji coba menjadi bagian penting untuk mengetahui pola perjalanan dan kebutuhan transportasi siswa.
Dengan dimulainya uji coba pada Senin (10/8), pelajar di wilayah Kalibagor-Banyumas kini memiliki layanan transportasi yang dapat dimanfaatkan sesuai rute.
Pemerintah pun masih akan memantau pelaksanaan layanan sebelum menentukan pola operasional selanjutnya. (yda/stch/dda)