BANYUMASEKSPRES.ID, MAGELANG – Seekor domba jantan di Kota Magelang, Jawa Tengah, menarik perhatian karena memiliki lima tanduk di kepalanya.
Keunikan fisik yang tergolong langka tersebut membuat domba berusia 1,5 tahun itu dipertahankan pemiliknya sebagai calon pejantan utama.
Domba unik tersebut berada di peternakan Domba Prima Tidar Krajan Farm, Kecamatan Magelang Selatan.
Lima tanduk yang tumbuh di kepalanya terlihat cukup presisi, dengan tiga tanduk berada di sisi kanan dan dua lainnya di sisi kiri.
Pemilik peternakan, Handoko, mengatakan kondisi tersebut bukan hasil rekayasa maupun perlakuan khusus.
Lima tanduk pada domba tersebut tumbuh secara alami yang disebut berkaitan dengan faktor genetika dari hasil persilangan.
Menurut Handoko, domba tersebut merupakan hasil persilangan pejantan domba bertanduk empat dengan domba lokal.
“Selama ini kita dikenal sebagai Domba Prima Tanduk Empat, karena domba yang bertanduk empatnya banyak dan sudah tersebar ke berbagai daerah,” kata Handoko, Senin (7/9/2026).
Keberadaan domba dengan lima tanduk tersebut menjadi salah satu keunikan tersendiri di peternakan Domba Prima Tidar Krajan Farm.
Handoko menegaskan, bentuk tanduk yang tidak biasa itu bukan sengaja dibuat melalui perlakuan tertentu.
Pertumbuhan lima tanduk terjadi secara alami dan menjadi karakteristik unik yang dimiliki domba tersebut.
Tiga tanduk berada di bagian kanan kepala, sedangkan dua tanduk lainnya tumbuh di bagian kiri.
Susunan tersebut membuat penampilan domba semakin berbeda dibandingkan ternak lain yang ada di peternakan.
Keunikan itu sekaligus menjadi alasan bagi pengelola untuk mempertahankan domba tersebut dan tidak terburu-buru melepasnya kepada pembeli.
Keunikan domba lima tanduk itu ternyata menarik perhatian sejumlah orang. Mereka penasaran sekaligus tertarik untuk memiliki domba tersebut.
Bahkan, sudah ada pihak yang memberikan penawaran kepada Handoko untuk membawa pulang domba unik tersebut.
Namun, tawaran tersebut belum membuat Handoko berubah pikiran. Ia memilih mempertahankan domba lima tanduk itu karena menjadi satu-satunya koleksi dengan karakteristik tersebut di peternakannya.
“Ada yang nawar, cuma kita nggak terlalu serius karena ini satu-satunya. Biar di Domba Prima saja,” ujar Handoko.
Keputusan mempertahankan domba tersebut juga berkaitan dengan rencana pengembangan peternakan.
Domba jantan lima tanduk itu diproyeksikan menjadi calon pejantan utama yang nantinya diharapkan dapat mendukung pengembangan bibit domba dengan karakteristik unik.
Meski memiliki lima tanduk, perawatan domba tersebut ternyata tidak berbeda dengan domba lainnya.
Pakan yang diberikan berupa rumput hijau segar yang dicampur dengan sedikit makanan penguat tambahan.
Pengelola peternakan juga memanfaatkan limbah dari pabrik tempe yang berada di sekitar lokasi sebagai tambahan nutrisi bagi ternak.
Sisa produksi berupa air manyon dan kulit ari kedelai secara rutin dimanfaatkan sebagai bagian dari pakan ternak.
Dengan pola perawatan tersebut, domba lima tanduk tetap dipelihara sebagaimana ternak lainnya.
Keunikan pada bagian tanduk tidak membuat pengelola memberikan perlakuan khusus dalam hal perawatan sehari-hari.
Peternakan Domba Prima Tidar Krajan Farm sendiri telah berdiri sejak 2012. Peternakan tersebut memang memiliki fokus untuk mengembangkan domba dengan karakteristik tanduk yang unik.
Sebelum muncul domba dengan lima tanduk, peternakan tersebut telah dikenal dengan domba bertanduk empat.
Populasi domba bertanduk empat di peternakan itu bahkan telah tersebar ke berbagai daerah.
Kini, kehadiran domba lima tanduk menambah koleksi unik di peternakan tersebut.
Ke depan, domba jantan berusia 1,5 tahun itu diharapkan dapat menjadi pejantan dan menghasilkan bibit-bibit baru yang memiliki keunikan serupa.
Bagi pengelola, keberadaan domba lima tanduk bukan sekadar menjadi daya tarik bagi pengunjung maupun calon pembeli.
Ternak tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengembangan karakteristik domba unik yang selama ini menjadi perhatian Domba Prima Tidar Krajan Farm. (*/stch/dda)