BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menjadi sasaran aksi vandalisme.
Sejumlah tulisan bernada kecaman ditemukan di bagian depan Gedung Rektorat dan Kantor Satuan Pengamanan Unsoed pada Senin (24/8/2026).
Coretan tersebut dibuat menggunakan cat semprot berwarna hitam dan silver. Sejumlah tulisan yang terlihat di tembok antara lain “aj!*Ng oligarki”, “tikus birokrat”, “maling”, hingga “koruptor”.
Tulisan-tulisan tersebut muncul di sejumlah titik gedung dan langsung menjadi perhatian karena terjadi ketika Unsoed tengah menjadi sorotan terkait perkara dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Aksi vandalisme Gedung Rektorat Unsoed tersebut diduga terjadi pada Minggu (23/8/2026) malam.
Coretan baru diketahui oleh pihak kampus pada Senin pagi. Sebelumnya, kondisi tembok Gedung Rektorat disebut masih bersih.
Juru Bicara Unsoed Edi Santoso mengatakan pihak kampus belum dapat memastikan kapan tepatnya aksi vandalisme dilakukan maupun siapa pelakunya.
Menurut dia, pada Minggu malam kondisi tembok masih belum terdapat tulisan menggunakan cat semprot.
“Tadi malam belum ada, saya sampai jam 8 malam masih di sini (Kantor Rektorat, red) belum ada. Saya tadi pagi berangkat jam 8, sudah ada,” kata Edi, Senin (24/8/2026) siang.
Pihak Unsoed kemudian melakukan penelusuran untuk mengetahui pelaku vandalisme tersebut.
Namun, proses identifikasi menghadapi kendala karena kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi disebut mengalami kerusakan.
Menurut Edi, informasi mengenai kondisi CCTV tersebut diperoleh dari petugas keamanan kampus.
Bahkan, terdapat dugaan kamera pengawas di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.
“Belum bisa ketahuan karena kata satpam CCTV rusak, ada indikasi dirusak,” ujarnya.
Kemunculan tulisan kecaman di Gedung Rektorat Unsoed tidak dapat dilepaskan dari situasi yang tengah terjadi di lingkungan kampus.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan praktik korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed.
Dalam perkara tersebut, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq dan sejumlah pihak lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan transaksi dalam proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri.
Di tengah sorotan tersebut, munculnya tulisan seperti “maling” dan “koruptor” di Gedung Rektorat kemudian menjadi perhatian.
Meski demikian, pihak kampus belum menyimpulkan siapa yang berada di balik aksi vandalisme tersebut.
Edi Santoso menyatakan keyakinannya bahwa aksi tersebut bukan dilakukan oleh mahasiswa Unsoed. Ia menduga terdapat pihak lain yang sengaja melakukan provokasi.
“Ada yang memprovokasi, pasti bukan mahasiswa, saya yakin bukan mahasiswa,” kata Edi.
Pernyataan tersebut masih menjadi dugaan dari pihak kampus. Hingga saat ini belum terdapat keterangan mengenai identitas pelaku maupun motif pasti aksi vandalisme di Gedung Rektorat Unsoed.
Tulisan bernada kecaman tersebut masih terlihat di sejumlah bagian Gedung Rektorat Unsoed hingga Senin sore. Pada waktu yang sama, aksi mahasiswa berlangsung di halaman gedung.
Kemunculan vandalisme di tengah demonstrasi dan sorotan perkara KPK membuat situasi di sekitar kampus menjadi semakin mendapat perhatian.
Namun, pihak kampus masih berupaya memisahkan antara aksi penyampaian aspirasi mahasiswa dengan vandalisme yang terjadi di tembok gedung.
Pihak keamanan dan rektorat terus melakukan penelusuran untuk mengetahui pelaku aksi tersebut.
Pemeriksaan terhadap rekaman CCTV menjadi salah satu hal yang penting untuk mengungkap kronologi vandalisme, meskipun kondisi kamera pengawas di sekitar lokasi disebut mengalami kerusakan.
Sampai Senin sore, Unsoed belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai apakah tulisan-tulisan tersebut akan segera dibersihkan atau apakah pihak kampus akan melaporkan aksi vandalisme kepada aparat penegak hukum.
Aksi vandalisme terhadap fasilitas kampus sendiri menjadi persoalan tersendiri karena selain menimbulkan kerusakan pada fasilitas, tulisan yang dibuat juga mengandung tuduhan dan kecaman terhadap pihak tertentu.
Di sisi lain, proses hukum dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru Unsoed masih berjalan.
KPK terus melakukan penyidikan dan pendalaman terhadap berbagai bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Dengan adanya aksi vandalisme ini, pihak kampus masih harus melakukan penelusuran untuk memastikan siapa pelaku sebenarnya.
Sampai identitas pelaku dan motifnya terungkap, belum dapat dipastikan apakah vandalisme tersebut berkaitan langsung dengan perkara OTT KPK atau merupakan tindakan pihak lain.
Pihak Unsoed juga dihadapkan pada kebutuhan untuk meningkatkan pengamanan fasilitas kampus, terutama setelah kondisi CCTV di sekitar lokasi diketahui bermasalah.
Hasil penelusuran nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai waktu kejadian, pelaku, serta motif di balik munculnya berbagai tulisan kecaman di Gedung Rektorat Unsoed.
Hingga kini, tulisan “maling”, “koruptor”, dan “tikus birokrat” masih menjadi pemandangan di sejumlah bagian tembok Gedung Rektorat Unsoed.
Pihak kampus masih melakukan penelusuran dan belum mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas aksi vandalisme tersebut. (dms/stch/dda)