BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Seorang perempuan berusia 25 tahun berhasil dievakuasi petugas setelah ditemukan dalam kondisi membahayakan diri di sebuah flyover di Jalan KS Tubun, Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, Senin (24/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut diketahui setelah seorang warga yang melintas melihat perempuan tersebut berada di area flyover dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Warga kemudian segera meminta bantuan kepada petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, mengatakan laporan mengenai kondisi membahayakan manusia (KMM) tersebut diterima petugas sekitar pukul 23.28 WIB.
Petugas kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Koordinasi juga dilakukan dengan Polsek Purwokerto Barat dan warga yang berada di sekitar lokasi.
Perempuan tersebut diketahui berinisial TAD alias Ayu dan merupakan warga asal Pemalang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas, sebelumnya Ayu baru saja mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Sebelum berada di flyover, perempuan tersebut diketahui sempat berada di sebuah kafe di Jalan Ahmad Yani, Purwokerto.
Saat hendak pulang, ia menyadari dompetnya hilang. Dompet tersebut disebut berisi uang sekitar Rp2 juta.
Kehilangan barang dan uang tersebut diduga membuat kondisi emosional korban semakin tidak stabil.
Petugas menyebut perempuan tersebut kemudian berbicara tidak terarah dan mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidup.
Situasi tersebut kemudian diketahui warga yang melintas di sekitar flyover.
Warga tidak tinggal diam dan segera menghubungi petugas Damkar Banyumas.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan.
Setibanya di lokasi, petugas bersama warga berusaha mengamankan perempuan tersebut.
Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi korban sekaligus keselamatan petugas.
Andaru mengatakan petugas akhirnya berhasil mengamankan perempuan tersebut dan membawanya dari lokasi flyover.
Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa ke Polsek Purwokerto Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Keberhasilan evakuasi tersebut membuat perempuan itu tidak sampai mengalami cedera akibat tindakan yang membahayakan dirinya.
Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya respons cepat masyarakat ketika menemukan seseorang dalam kondisi yang berpotensi membahayakan diri.
Warga yang melihat situasi tersebut segera meminta bantuan sehingga petugas dapat datang dan melakukan penanganan.
Kejadian di Purwokerto tersebut menjadi pengingat bahwa seseorang yang sedang mengalami tekanan berat dapat membutuhkan bantuan segera dari orang-orang di sekitarnya.
Dalam situasi seperti ini, tindakan sederhana seperti tetap berada di sekitar orang tersebut, menjauhkan dari situasi berbahaya, serta segera menghubungi petugas dapat membantu mencegah terjadinya sesuatu yang lebih buruk.
Penanganan selanjutnya juga penting untuk memastikan orang yang mengalami krisis mendapatkan dukungan yang sesuai.
Kementerian Kesehatan menyediakan Healing119.id, layanan dukungan kesehatan mental bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, pikiran untuk mengakhiri hidup, atau kondisi krisis psikologis.
Layanan tersebut menyediakan dukungan emosional dan konsultasi dasar serta dapat memberikan rujukan apabila diperlukan.
Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui panggilan 119 ekstensi 8 atau melalui layanan chat WhatsApp yang tersedia di situs Healing119.id.
Untuk kondisi yang membutuhkan pertolongan medis darurat, masyarakat juga dapat menghubungi layanan kegawatdaruratan medis 119.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa layanan tersebut digunakan untuk mendapatkan respons cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan kesehatan.
Dalam kejadian di flyover Jalan KS Tubun, petugas Damkar Banyumas bersama kepolisian dan warga berhasil mengamankan perempuan tersebut.
Korban selanjutnya dibawa ke Polsek Purwokerto Barat untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kehilangan pekerjaan, kehilangan barang berharga, tekanan ekonomi, maupun masalah pribadi dapat terasa sangat berat bagi seseorang. Namun, kondisi krisis dapat ditangani dengan bantuan yang tepat.
Masyarakat yang menemukan seseorang dalam kondisi serupa diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Segera hubungi petugas dan upayakan agar orang tersebut berada di tempat yang lebih aman sambil menunggu bantuan datang.
Kecepatan warga dalam melaporkan kejadian serta respons petugas menjadi faktor penting dalam penyelamatan perempuan berusia 25 tahun tersebut. (zet/stch/dda)














