Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cegah Bayi Lahir Thalasemia, Dinkes Purbalingga Dorong Skrining Sebelum Menikah
25 UMKM Banyumas Ikuti Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Digital dari Poltekkes Kemenkes Semarang

25 UMKM Banyumas Ikuti Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Digital dari Poltekkes Kemenkes Semarang

UMKM Karanggintung Dapat Pelatihan Produk SehatUMKM Karanggintung Dapat Pelatihan Produk Sehat
PELATIHAN: Sebanyak 25 pelaku UMKM Karanggintung antusias mengikuti pelatihan pengemasan produk dan pemasaran digital dari Poltekkes Kemenkes Semarang untuk meningkatkan daya saing usaha

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sebanyak 25 pelaku UMKM Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mengikuti pelatihan pengemasan produk dan pemasaran digital yang digelar Program Studi Radiologi Purwokerto Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung di Aula Desa Karanggintung,

Sabtu (22/8/2026). Pelatihan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha lokal agar mampu mengembangkan produk makanan olahan sehat berbasis bahan lokal sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Program pelatihan tidak hanya membahas cara membuat kemasan produk yang lebih menarik.

Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya keamanan kemasan, pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, serta strategi meningkatkan nilai tambah produk makanan olahan.

Dengan keterampilan tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing usaha di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Dartini, SKM, M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Desa Karanggintung.

Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan dan penelitian.

“Kami salah satu program studi di bawah naungan Poltekkes Kemenkes Semarang, secara rutin melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di desa mitra yaitu Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas,” jelas Dartini.

Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi berupaya memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan masyarakat.

Khusus bagi pelaku UMKM, peningkatan kemampuan pengemasan dan pemasaran menjadi hal penting.

Produk dengan kualitas baik membutuhkan kemasan yang mampu menjaga keamanan sekaligus menarik perhatian calon konsumen.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk tanpa hanya mengandalkan penjualan secara langsung di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengemasan produk makanan olahan sehat.

Kemasan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan nilai jual produk sekaligus memberikan perlindungan selama proses penyimpanan dan distribusi.

Selain pengemasan, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran.

Pemasaran melalui platform digital memungkinkan produk UMKM lokal dikenal oleh konsumen dari wilayah yang lebih luas.

Pelaku usaha juga dapat membangun identitas produk dan memperkenalkan keunggulan makanan olahan yang mereka hasilkan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kukuh Pramono, S.Pt., sebagai narasumber dari kalangan praktisi.

Peserta juga mendapatkan pendampingan dari tim pengabdian yang terdiri atas Dartini, SKM, M.Kes., Fadli Felayani, SST, MKM., Nabilla Pramitya Puteri, S.Tr.Kes.(Rad), M.Tr.ID, serta sejumlah mahasiswa.

Pendampingan dilakukan selama proses pelatihan. Tujuannya agar materi yang diberikan tidak hanya dipahami oleh peserta, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut didanai oleh Poltekkes Kemenkes Semarang.

Program ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pengembangan UMKM menjadi salah satu bidang yang penting karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Dengan peningkatan kemampuan pengemasan dan pemasaran, pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan produk makanan olahan sehat yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Kepala Desa Karanggintung, Harsiyadi, S.IP., mengapresiasi dipilihnya Desa Karanggintung sebagai lokasi kegiatan pengabdian masyarakat, khususnya oleh Program Studi Radiologi Purwokerto Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM di wilayahnya.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, UMKM di Desa Karanggintung semakin berkembang, maju, dan mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produknya,” ujar Harsiyadi.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pengembangan usaha masing-masing.

Dengan demikian, peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat Desa Karanggintung.

Pemanfaatan pemasaran digital menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar.

Produk yang sebelumnya hanya dikenal oleh konsumen lokal dapat diperkenalkan kepada calon pembeli dari berbagai daerah.

Namun, perluasan pasar juga harus diikuti peningkatan kualitas produk. Karena itu, pelatihan pengemasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pemasaran.

Kemasan yang aman, menarik dan sesuai karakter produk dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Sementara pemasaran digital dapat digunakan untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan pelanggan, hingga meningkatkan potensi penjualan.

Melalui kegiatan tersebut, produk makanan olahan sehat berbasis bahan lokal dari Desa Karanggintung diharapkan mampu memiliki daya saing lebih tinggi.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa juga diharapkan dapat terus berlanjut.

Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat. (ads/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dinkes Dorong Skrining Pranikah

Cegah Bayi Lahir Thalasemia, Dinkes Purbalingga Dorong Skrining Sebelum Menikah