Iklan

Irigasi Slinga Mangkrak 12 Tahun, Pemkab Purbalingga Usulkan Anggaran 23 Miliar untuk Penanganan

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Jaringan Irigasi Slinga di Kabupaten Purbalingga hingga kini belum berfungsi secara optimal meski bangunan induknya telah berdiri sekitar 12 tahun.

Kondisi tersebut membuat manfaat Bendung Slinga belum sepenuhnya dirasakan petani karena air belum dapat mengalir maksimal hingga ke areal persawahan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga baru mengusulkan anggaran sekitar Rp23 miliar pada 2026 untuk menyelesaikan pembangunan jaringan Irigasi Slinga Barat dan Slinga Timur.

Usulan tersebut disampaikan melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.

Kepala Bidang Prasarana dan Sumber Daya Air DPPP Kabupaten Purbalingga, Budi Prayitno, mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersebut diperlukan agar fungsi Bendung Slinga dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita ingin tahun ini tuntas. Harapannya dari bendung sampai ke sawah, air sudah bisa masuk secara maksimal,” katanya.

Selama bertahun-tahun, air dari Bendung Slinga belum dapat dialirkan secara optimal ke lahan pertanian karena jaringan distribusinya belum sepenuhnya selesai.

Akibatnya, petani di wilayah yang seharusnya mendapatkan manfaat dari jaringan tersebut masih mengandalkan sumber irigasi lainnya.

Kondisi tersebut semakin menjadi persoalan ketika musim kemarau.

Ketersediaan air pada jaringan irigasi yang selama ini digunakan petani dapat mengalami penurunan sehingga kebutuhan pengairan lahan pertanian menjadi lebih sulit dipenuhi.

Budi menjelaskan, usulan penyelesaian jaringan Irigasi Slinga tersebut sepenuhnya diharapkan mendapat pendanaan dari pemerintah pusat melalui BBWS Serayu Opak.

Nilai anggaran yang diajukan Pemkab Purbalingga mencapai sekitar Rp23 miliar.

Pembangunan Irigasi Slinga dinilai penting karena keberadaan jaringan tersebut dapat menambah pasokan air untuk lahan pertanian.

Selain itu, jaringan baru juga diharapkan mampu mengurangi beban jaringan irigasi lain yang selama ini menjadi salah satu sumber pengairan sawah.

Saat ini, kebutuhan pengairan pertanian di wilayah tersebut juga ditopang oleh Irigasi Limpakdau dan Banjarcahyana.

Kedua jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan air lahan pertanian.

Dengan berfungsinya jaringan Irigasi Slinga secara maksimal, beban pada jaringan yang sudah ada diharapkan dapat berkurang.

Pasokan air ke lahan pertanian juga diharapkan menjadi lebih merata, terutama ketika petani membutuhkan air dalam jumlah besar.

Usulan anggaran Rp23 miliar tersebut menjadi langkah terbaru Pemkab Purbalingga untuk mendorong penyelesaian jaringan irigasi yang telah dinantikan selama lebih dari satu dekade.

Pemerintah daerah berharap pembangunan dapat segera dilakukan apabila usulan pendanaan mendapat persetujuan.

Jika anggaran disetujui, pembangunan jaringan Irigasi Slinga Barat dan Slinga Timur ditargetkan segera dilaksanakan.

Penyelesaian jaringan tersebut diharapkan membuat aliran air dari Bendung Slinga dapat menjangkau areal persawahan secara lebih optimal.

Dengan demikian, manfaat Bendung Slinga yang telah berdiri sekitar 12 tahun dapat benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya petani.

Selama ini, keberadaan bangunan induk belum sepenuhnya memberikan manfaat karena jaringan distribusi dari bendung hingga lahan pertanian masih membutuhkan penyelesaian.

Pemkab Purbalingga berharap pembangunan jaringan tidak hanya meningkatkan ketersediaan air untuk pertanian, tetapi juga mendukung produktivitas petani.

Kepastian pasokan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kegiatan pertanian, terutama menghadapi perubahan kondisi pada musim kemarau.

Penyelesaian Irigasi Slinga juga diharapkan dapat memperkuat sistem pengairan pertanian di wilayah Purbalingga.

Dengan tambahan sumber air dari Bendung Slinga, petani tidak hanya bergantung pada jaringan irigasi yang selama ini telah digunakan.

Usulan Rp23 miliar tersebut kini menunggu tindak lanjut dari BBWS Serayu Opak sebagai pihak yang diharapkan menangani pendanaan pembangunan.

Pemkab Purbalingga menyatakan akan terus mendorong agar pembangunan jaringan dapat segera direalisasikan.

Setelah sekitar 12 tahun menunggu, penyelesaian jaringan Irigasi Slinga menjadi harapan baru bagi petani.

Jika jaringan Slinga Barat dan Slinga Timur dapat dituntaskan, air dari bendung diharapkan benar-benar mengalir hingga ke sawah dan memberikan manfaat bagi sektor pertanian di Purbalingga. (alw/stch/dda)

Iklan