BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Kekeringan mulai dirasakan warga Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara.
Terbatasnya sumber air membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong Polres Banjarnegara menyalurkan bantuan 35 ribu liter air bersih untuk warga terdampak.
Sebanyak tujuh tangki air bersih diberangkatkan dari Mapolres Banjarnegara menuju Desa Kaliajir, Kamis (27/8/2026).
Bantuan tersebut diprioritaskan untuk masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kondisi kekeringan.
Kapolres Banjarnegara AKBP Dr Aruma Chandra Dewi mengatakan, penyaluran air dilakukan karena kebutuhan masyarakat sudah semakin mendesak.
Kekeringan membuat sumber air yang biasa dimanfaatkan warga semakin terbatas.
“Dampak kekeringan karena El Nino ini mengakibatkan mereka kekurangan air bersih,” kata Aruma, Kamis (27/8/2026).
Ketersediaan air bersih menjadi persoalan penting bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Air tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga untuk berbagai aktivitas rumah tangga.
Aruma menjelaskan, tanpa pasokan air yang cukup, warga akan mengalami kesulitan melakukan aktivitas seperti memasak, mencuci, serta memenuhi kebutuhan dasar lainnya.
“Air ini sangat vital, karena merupakan kebutuhan yang sangat mendesak,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat distribusi air bersih perlu dilakukan untuk membantu masyarakat selama sumber air di wilayah tersebut belum kembali normal.
Bantuan dari kepolisian diharapkan dapat meringankan beban warga yang harus menghadapi keterbatasan air akibat kekeringan.
Sebanyak tujuh tangki air dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Jika dihitung secara rata-rata, setiap tangki membawa sekitar 5.000 liter air bersih.
Air kemudian didistribusikan kepada warga di Desa Kaliajir yang membutuhkan.
Penyaluran dilakukan bersama unsur pemerintah kecamatan dan Pemerintah Desa Kaliajir.
Sebelum diberangkatkan menuju lokasi, bantuan dilepas langsung oleh Kapolres Banjarnegara.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir jajaran pejabat utama Polres Banjarnegara, Camat Purwanegara, serta Kepala Desa Kaliajir.
Kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah setempat dilakukan agar bantuan dapat segera diterima masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Keterbatasan air bersih dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Ketika sumber air mengering atau debitnya menurun, warga harus mencari sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kondisi ini terutama dirasakan untuk aktivitas rumah tangga yang membutuhkan air dalam jumlah cukup besar.
Mulai dari memasak, mencuci hingga kebutuhan sanitasi sehari-hari membutuhkan ketersediaan air.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kekeringan.
Aruma mengatakan kepolisian berupaya hadir membantu masyarakat yang terdampak.
Bantuan air tersebut setidaknya diharapkan mampu mengurangi kesulitan warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Sebagai aparat dan perwakilan negara, kami hadir memberikan bantuan. Setidaknya ini bisa membantu kebutuhan masyarakat untuk kegiatan sehari-hari,” katanya.
Penyaluran air bersih menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami dampak kekeringan.
Polres Banjarnegara berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Selain memastikan ketersediaan air, pendistribusian juga diarahkan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Aruma berharap air bersih yang dikirimkan dapat memberikan manfaat selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan sumber air.
“Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari warga yang membutuhkan dan membantu menyediakan air bersih yang aman dan sehat,” pungkasnya.
Kondisi kekeringan di Desa Kaliajir menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi keterbatasan sumber air.
Bantuan air bersih menjadi solusi sementara untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama ketika sumber air lokal belum mampu mencukupi kebutuhan warga.
Dengan distribusi 35 ribu liter air bersih melalui tujuh tangki, masyarakat Desa Kaliajir diharapkan dapat sedikit terbantu menghadapi dampak kekeringan yang terjadi. (jud/stch/dda)