Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
SMPN 2 Majenang Raih Juara 3 FLS3N Kabupaten Cilacap
Desa Canduk Banyumas Siapkan Lahan 1.000 Meter untuk Program Budidaya Ikan Lele

Desa Canduk Banyumas Siapkan Lahan 1.000 Meter untuk Program Budidaya Ikan Lele

Lahan Desa Canduk DiverifikasiLahan Desa Canduk Diverifikasi
VERIFIKASI: Tim melakukan verifikasi lokasi usulan bantuan perikanan tematik di Desa Canduk, Kamis (27/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pemerintah Desa Canduk, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, mengusulkan bantuan perikanan tematik kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Usulan tersebut diarahkan untuk pengembangan budidaya ikan lele sebagai salah satu upaya meningkatkan potensi ekonomi desa.

Sebagai bagian dari proses pengajuan bantuan, lahan seluas 1.000 meter persegi di Desa Canduk telah menjalani verifikasi.

Pemeriksaan dilakukan oleh sejumlah pihak untuk memastikan lokasi yang diusulkan memenuhi persyaratan sebelum bantuan perikanan dapat direalisasikan.

Verifikasi lokasi dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026). Tim yang terlibat antara lain Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Pemerintah Kecamatan Lumbir Berdaya, serta KKP melalui Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Camat Lumbir, Mikesti, mengatakan lahan yang menjadi lokasi verifikasi merupakan tanah bengkok desa.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan berbagai aspek administrasi dan teknis sesuai dengan ketentuan program bantuan.

“Verifikasi antara lain terkait kepemilikan lahan, lokasi bukan lahan sawah dilindungi (LSD), kesesuaian alamat dengan titik koordinat yang diusulkan, ketersediaan sumber air dan luasan minimal,” jelas Mikesti.

Verifikasi menjadi tahapan penting dalam proses pengajuan bantuan perikanan.

Pemerintah perlu memastikan bahwa lahan yang diajukan benar-benar dapat digunakan untuk kegiatan budidaya serta memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Selain aspek kepemilikan dan status lahan, ketersediaan air menjadi salah satu pertimbangan utama.

Budidaya ikan lele membutuhkan pasokan air yang memadai agar kegiatan pemeliharaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Lahan di Desa Canduk dinilai memiliki potensi karena terdapat sumber air yang dapat mendukung kegiatan budidaya ikan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah desa mengusulkan lokasi tersebut sebagai tempat pengembangan budidaya lele.

“Lokasi dipilih juga karena ada sumber air yang dapat mengairi untuk budidaya ikan lele,” tandas Mikesti.

Keberadaan sumber air juga diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan budidaya ketika terjadi kondisi kering.

Ketersediaan air yang cukup menjadi faktor penting agar kegiatan pemeliharaan ikan dapat dilakukan secara konsisten hingga masa panen.

Usulan bantuan perikanan tersebut tidak terlepas dari potensi ekonomi ikan lele. Pemerintah Desa Canduk menilai lele memiliki pangsa pasar yang cukup luas dan banyak diminati masyarakat.

Selain permintaan pasar yang relatif besar, ikan lele juga dikenal sebagai komoditas yang relatif mudah dibudidayakan.

Masa pemeliharaannya pun tidak terlalu panjang sehingga dapat memberikan peluang perputaran usaha yang lebih cepat.

Dalam kondisi budidaya yang sesuai, ikan lele dapat dipanen dalam waktu sekitar 60 hari.

Waktu panen yang relatif singkat tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih komoditas yang akan dikembangkan melalui program bantuan.

Jika bantuan dari KKP nantinya terealisasi, pemerintah desa akan menjadi pihak yang mengelola kegiatan tersebut.

Pengelolaan juga dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok pembudidaya ikan maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Nantinya apabila terealisasi, desa yang mengelola. Boleh menunjuk kelompok budidaya ikan atau BUMDes,” sambung Mikesti.

Hasil verifikasi juga menemukan bahwa aktivitas budidaya ikan sebenarnya telah berjalan di lokasi yang diusulkan.

Sejumlah kolam ikan sudah tersedia di lahan yang berada di tanah bengkok desa tersebut.

Kolam-kolam tersebut selama ini dikelola oleh warga setempat. Aktivitas tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan sekaligus upaya masyarakat untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Adanya kegiatan budidaya yang telah berjalan dapat menjadi modal awal untuk pengembangan program apabila bantuan perikanan dari KKP disetujui.

Dengan dukungan sarana dan pendampingan yang tepat, kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara terbatas berpeluang dikembangkan menjadi usaha yang lebih produktif.

Pemerintah desa juga memiliki sejumlah pilihan dalam menentukan pola pengelolaan.

Kegiatan dapat diserahkan kepada kelompok budidaya ikan yang sudah ada atau dikelola melalui BUMDes.

Pola tersebut memungkinkan pengembangan budidaya lele tidak hanya berorientasi pada produksi ikan, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa.

Pengajuan bantuan perikanan tematik tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Canduk.

Jika terealisasi, program budidaya lele dapat membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset desa.

Lahan seluas 1.000 meter persegi yang telah diverifikasi menjadi salah satu aset potensial untuk dikembangkan.

Ditambah dengan ketersediaan sumber air dan adanya kolam yang sudah digunakan warga, lokasi tersebut memiliki sejumlah faktor pendukung untuk kegiatan perikanan.

Namun, realisasi bantuan tetap bergantung pada hasil verifikasi dan proses lanjutan sesuai ketentuan KKP.

Pemerintah desa perlu memastikan seluruh persyaratan terpenuhi agar usulan dapat diproses ke tahap berikutnya.

Jika bantuan nantinya terealisasi, budidaya lele di Desa Canduk diharapkan tidak hanya menghasilkan ikan untuk memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menciptakan kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat.

Dengan adanya dukungan pemerintah dan pengelolaan yang baik, budidaya ikan lele di Desa Canduk, Kecamatan Lumbir, berpotensi menjadi salah satu kegiatan ekonomi desa yang terus berkembang.

Ketersediaan lahan, sumber air, serta pengalaman warga dalam mengelola kolam menjadi modal awal untuk mengembangkan potensi tersebut. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
SMPN 2 Majenang Raih Juara 3 FLS3N Kabupaten Cilacap

SMPN 2 Majenang Raih Juara 3 FLS3N Kabupaten Cilacap