Iklan

Koperasi Kejujuran SD Negeri 1 Banjarpanepen Bertahan 15 Tahun, Ajarkan Nilai Kejujuran Sejak Dini

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebuah etalase sederhana yang berada di sela ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan SD Negeri 1 Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, menyimpan pelajaran hidup yang tak kalah penting dibanding materi di ruang kelas.

Di tempat inilah Koperasi Kejujuran berdiri dan bertahan selama 15 tahun, menjadi media pendidikan karakter yang mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, serta kepercayaan kepada para siswa sejak usia dini.

Tidak ada bangunan megah, kasir, ataupun petugas yang berjaga. Hanya sebuah etalase berisi perlengkapan sekolah seperti pensil, pulpen, buku tulis, penghapus, penggaris, hingga atribut seragam.

Namun, koperasi tersebut mampu bertahan selama lebih dari satu dekade karena dibangun di atas kepercayaan antara sekolah dan para siswa.

Pengelola Koperasi Kejujuran SD Negeri 1 Banjarpanepen, Warastuti Any Anggorowati, menceritakan bahwa koperasi tersebut mulai berdiri pada 2011 dengan modal yang sangat terbatas.

Barang yang dijual saat itu pun tidak banyak. Namun, seiring berjalannya waktu, koperasi terus berkembang dan mampu bertahan melewati lima kali pergantian kepala sekolah.

“Awalnya Koperasi Kejujuran ini diberi modal tidak banyak, barang yang tersedia sedikit dan alhamdulillah dapat berkembang sudah lima kali ganti kepala sekolah,” ujarnya.

Lahirnya koperasi tersebut berawal dari kebutuhan masyarakat sekitar.

Saat itu, banyak orang tua siswa kesulitan memperoleh perlengkapan sekolah karena harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju pusat Kecamatan Sumpiuh hanya untuk membeli pensil, buku tulis, atau penghapus.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah kemudian berinisiatif menghadirkan koperasi yang dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar siswa tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah.

Tujuan utamanya bukan mencari keuntungan, melainkan memberikan kemudahan bagi siswa dan guru dalam memperoleh alat tulis maupun perlengkapan sekolah.

Kini, Koperasi Kejujuran menyediakan beragam kebutuhan belajar, mulai dari pensil, pulpen, penghapus, rautan, penggaris, label nama, buku tulis, buku gambar, buku kotak, hingga buku halus.

Selain itu tersedia pula atribut sekolah seperti topi merah putih, topi pramuka, dasi, hasduk, sabuk, ring pramuka, dan kaos kaki yang telah dilengkapi identitas SD Negeri 1 Banjarpanepen.

Meski memiliki koleksi yang semakin lengkap, keunikan koperasi ini bukan terletak pada banyaknya barang yang dijual.

Hal yang membuatnya berbeda adalah sistem transaksi yang sepenuhnya mengandalkan kejujuran siswa.

Karena seluruh guru memiliki tanggung jawab mengajar di kelas, sekolah tidak menyediakan penjaga khusus di koperasi.

Sebagai gantinya, setiap siswa dipercaya melakukan transaksi secara mandiri. Harga seluruh barang telah ditempel pada etalase sehingga mudah diketahui.

Siswa cukup mengambil barang yang dibutuhkan, mencatatnya pada buku penjualan, kemudian memasukkan uang pembayaran ke dalam toples yang telah disediakan.

“Harga tinggal lihat sudah ditempel di etalase, barang yang dibeli dicatat di buku penjualan, uang pembayarannya dimasukkan ke toples yang telah disediakan,” jelas Any.

Sistem tersebut telah berjalan selama bertahun-tahun tanpa pengawasan langsung.

Tidak ada kamera pengawas maupun petugas yang memeriksa setiap transaksi.

Sekolah memilih memberikan kepercayaan penuh kepada siswa agar mereka belajar bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan.

Melalui kebiasaan sederhana tersebut, anak-anak memahami bahwa kejujuran bukan sekadar materi pelajaran, melainkan nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, koperasi juga menerapkan kebijakan yang mengedepankan kepedulian.

Apabila ada siswa yang belum membawa uang, mereka tetap diperbolehkan mengambil perlengkapan belajar yang dibutuhkan.

Pembayaran dapat dilakukan di kemudian hari setelah dicatat dalam buku penjualan.

“Kalau siswa belum punya uang maka barang yang dibeli catat saja di buku penjualan dan mau bayar kapan,” kata Any.

Kebijakan tersebut memastikan tidak ada siswa yang tertinggal pelajaran hanya karena pensil patah, tinta pulpen habis, buku tulis penuh, atau penghapus hilang.

Sekolah lebih mengutamakan kelangsungan proses belajar sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab kepada para siswa.

Selama 15 tahun, Koperasi Kejujuran SD Negeri 1 Banjarpanepen terus menjadi bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Kepercayaan yang diberikan kepada siswa terbukti mampu membentuk sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sejak dini.

Bagi SD Negeri 1 Banjarpanepen, koperasi ini bukan sekadar tempat berjualan perlengkapan sekolah.

Etalase kecil tersebut telah menjadi ruang pembelajaran yang mengajarkan bahwa modal terbesar dalam kehidupan bukan hanya uang, melainkan kejujuran dan kepercayaan.

Nilai-nilai itulah yang terus diwariskan kepada setiap generasi siswa sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan. (fij/stch/dda)

Iklan