Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Bansos PKH dan BPNT Bakal Cair Lewat Kopdes Merah Putih, Ini Skema Baru dari Kemensos
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Banyumas Lampaui Target, Progres Capai 42,81 Persen

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Banyumas Lampaui Target, Progres Capai 42,81 Persen

Pembangunan Jembatan Garuda Lampaui TargetPembangunan Jembatan Garuda Lampaui Target
DIKEBUT: Pembangunan jembatan gantung di Desa Selanegara sudah mencapai 42,82 persen, lebih cepat dari rencana jadwal, Kamis (30/7) sore

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Hingga Kamis (30/7) sore, progres pembangunan telah mencapai 42,81 persen atau melampaui target yang telah ditetapkan.

Capaian tersebut menghasilkan deviasi positif sekitar 1,28 persen, menandakan pelaksanaan proyek berjalan lebih cepat dibandingkan jadwal yang telah direncanakan.

Percepatan pembangunan jembatan gantung ini tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat Desa Selanegara.

Warga secara sukarela ikut membantu berbagai pekerjaan di lapangan sehingga proses konstruksi dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

Koordinator lapangan dari pihak penyedia jasa, Ratno, menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong percepatan penyelesaian proyek.

Dukungan tersebut membuat sejumlah tahapan pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

“Rencana pembangunan jembatan gantung 41,53 persen, pelaksanaan sudah terlampaui di 42,81 persen. Jadi, pekerjaan deviasi positif,” ujar Ratno, Jumat (31/7).

Saat ini, salah satu struktur utama jembatan berupa pylon atau menara penyangga telah berdiri kokoh di sisi timur sungai.

Struktur vertikal tersebut berfungsi sebagai penyangga utama kabel jembatan gantung yang nantinya akan menopang keseluruhan konstruksi.

Selain telah berdiri, pylon tersebut juga sudah memasuki tahap penyelesaian dengan pengecatan menggunakan kombinasi warna merah dan putih.

Pengecatan tersebut tidak hanya mempercantik tampilan jembatan, tetapi juga menjadi bagian dari proses akhir pembangunan struktur utama.

Sementara itu, pekerjaan di sisi barat sungai masih difokuskan pada penyelesaian pondasi.

Tim pelaksana saat ini mengerjakan proses pengecoran tiang dasar sekaligus penganyaman bekisting yang menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur jembatan.

Di lokasi tersebut, warga Desa Selanegara terus menggelar kerja bakti untuk membantu mempercepat pembangunan.

Kehadiran masyarakat di lapangan memberikan kontribusi nyata sehingga berbagai pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa mengurangi kualitas konstruksi.

“Sisi barat sungai masih pengecoran dan penganyaman bekisting, masyarakat lebih banyak yang mengikuti kerja bakti,” tambah Ratno.

Selain tenaga dari masyarakat, pembangunan juga mendapat dukungan berupa pasokan material urugan yang mulai berdatangan ke lokasi proyek.

Material tersebut diangkut menggunakan dump truk dari hasil pengerukan sedimen Daerah Irigasi Bendung Julang.

Sedimen tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai material urugan di sisi barat sungai guna mendukung pembangunan akses menuju jembatan.

Pemanfaatan material lokal tersebut dinilai mampu mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek.

Bagi masyarakat Desa Selanegara, pembangunan Jembatan Gantung Garuda memiliki arti yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar menghadirkan infrastruktur baru.

Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga karena akan menghubungkan akses antardesa maupun antarwilayah yang selama ini membutuhkan waktu tempuh lebih lama.

Selain meningkatkan konektivitas, jembatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian, perdagangan, maupun aktivitas sosial lainnya.

Tidak hanya itu, pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat.

Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali jalur bersejarah Jalan Diponegoro yang memiliki peran penting dalam perkembangan wilayah tersebut.

Dengan progres pembangunan yang telah melampaui target, masyarakat berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu bahkan lebih cepat dari jadwal.

Sinergi antara pemerintah, penyedia jasa, dan semangat gotong royong warga menjadi modal utama agar proyek strategis ini segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Banyumas. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Uji Coba Skema Baru Penyaluran Bansos

Bansos PKH dan BPNT Bakal Cair Lewat Kopdes Merah Putih, Ini Skema Baru dari Kemensos