Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
AKBP Aruma Chandra Dewi Resmi Jadi Kapolres Banjarnegara, Siap Jaga Kondusivitas Daerah
Banyumas Raih Peringkat Nasional di Tes SNT, Wamendikdasmen Soroti Rendahnya Kemampuan Numerasi

Banyumas Raih Peringkat Nasional di Tes SNT, Wamendikdasmen Soroti Rendahnya Kemampuan Numerasi

Skor TBS SNT Jadi Evaluasi PusatSkor TBS SNT Jadi Evaluasi Pusat
SAMPAIKAN INFORMASI: Interaksi sekaligus penyampaian informasi seputar SNT oleh Wamendikdasmen RI pada pendaftar SNT II Banyumas, Jumat (31/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kemampuan numerasi atau penguasaan soal kuantitatif calon murid Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas menjadi perhatian serius Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Hasil Tes Bakat Skolastik (TBS) yang telah dilaksanakan menunjukkan kemampuan penalaran peserta tergolong baik, namun nilai pada aspek numerasi masih perlu ditingkatkan sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Evaluasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A, saat menghadiri pertemuan bersama calon murid SNT II Banyumas di Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jumat (31/7/2026).

Menurut Fajar, hasil Tes Bakat Skolastik tidak hanya digunakan sebagai dasar seleksi penerimaan siswa baru, tetapi juga menjadi bahan evaluasi nasional untuk menyempurnakan penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi di berbagai daerah.

Ia menjelaskan, kemampuan berpikir logis dan penalaran peserta secara umum sudah cukup baik.

Namun, aspek kuantitatif atau numerasi masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam proses pembelajaran.

“Penalaran tinggi tapi kuantitatifnya masih rendah. Artinya butuh kerja keras meningkatkan kemampuan numerasi calon murid SNT. Itulah urgensi Presiden Prabowo Subianto membuat SNT. Presiden bermimpi tahun 2045 Indonesia memiliki generasi emas dengan kemampuan di atas rata-rata,” ujar Fajar.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga mengungkapkan capaian membanggakan SNT II Banyumas pada hasil sementara Tes Bakat Skolastik tingkat nasional.

Untuk jenjang SMP, Banyumas berhasil menempati peringkat kedua nasional, berada di bawah Bogor.

Sementara pada jenjang SMA, Banyumas justru menduduki posisi pertama nasional, mengungguli Bogor yang berada di urutan kedua.

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kualitas calon peserta didik di Banyumas cukup kompetitif dibandingkan daerah lain.

Selain Banyumas, Kabupaten Jepara juga masuk dalam lima besar daerah dengan skor TBS terbaik di Indonesia.

“Di Jawa Tengah yang segera beroperasi tahun ini ada dua yaitu Banyumas dan Jepara. Dua-duanya masuk lima besar wilayah dengan skor hasil TBS SNT terbaik,” ungkapnya.

Secara nasional, terdapat 1.919 pendaftar jenjang SMP dan SMA pada 17 Sekolah Nasional Terintegrasi yang mulai beroperasi tahun ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.724 peserta mengikuti Tes Bakat Skolastik. Nantinya hanya 680 siswa pada masing-masing jenjang yang akan diterima sebagai peserta didik baru.

Salah seorang peserta seleksi, Gilbert Christian Millard Raja Guk Guk asal Kecamatan Kalibagor, mengaku optimistis dapat lolos seleksi meski menghadapi soal yang cukup menantang.

Ia menilai lingkungan SNT II Banyumas sangat menarik karena memiliki area sekolah yang luas, fasilitas lengkap, dan merupakan sekolah milik pemerintah yang menawarkan kualitas pendidikan unggul.

Meski demikian, Gilbert mengaku soal Matematika atau kemampuan kuantitatif menjadi bagian yang paling sulit saat mengikuti Tes Bakat Skolastik pada Rabu (29/7/2026).

“Yang paling mudah dikerjakan analoginya (penalaran),” katanya.

Kemendikdasmen menilai hasil evaluasi ini menjadi dasar penting untuk memperkuat pembelajaran numerasi di sekolah-sekolah.

Peningkatan kemampuan berhitung, analisis data, serta penyelesaian masalah berbasis logika diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

Program Sekolah Nasional Terintegrasi sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas sekaligus mencetak generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

Melalui sistem pendidikan yang terintegrasi, pemerintah berharap peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang tinggi, tetapi juga karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta daya saing di tingkat internasional.

Di akhir pertemuan, Wamendikdasmen turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta seleksi.

Ia mengingatkan bahwa proses seleksi merupakan bagian dari perjalanan pendidikan sehingga peserta yang belum berhasil lolos tidak perlu berkecil hati.

Menurutnya, masih banyak kesempatan lain untuk meraih pendidikan terbaik selama memiliki semangat belajar yang tinggi dan terus mengembangkan kemampuan diri.

Pemerintah pun akan terus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi agar kualitas pendidikan nasional semakin meningkat dari tahun ke tahun. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
AKBP Aruma Fokus Pertahankan Situasi Kondusif

AKBP Aruma Chandra Dewi Resmi Jadi Kapolres Banjarnegara, Siap Jaga Kondusivitas Daerah