Iklan

Lansia Tewas Ditabrak Truk di Ajibarang Banyumas, Sopir Diduga Mengantuk

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Ajibarang–Bumiayu, tepatnya di Desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (30/7/2026) pagi.

Seorang pejalan kaki lanjut usia (lansia) meninggal dunia setelah ditabrak sebuah truk yang diduga kehilangan kendali karena pengemudinya mengantuk.

Insiden tersebut tidak hanya merenggut nyawa korban, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada sebuah mobil yang sedang terparkir, dua kios di pinggir jalan, serta sebuah tiang bangunan.

Total kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, truk melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi.

Namun, kendaraan tiba-tiba bergerak ke kanan dan keluar dari jalurnya sebelum menghantam korban yang sedang berada di tepi jalan.

Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Puji, mengatakan truk sempat menabrak pejalan kaki sebelum akhirnya menghantam mobil yang sedang parkir.

Kendaraan baru berhenti setelah menabrak dua kios dan tiang bangunan.

“Truknya enggak ngebut. Katanya sopir mengantuk. Pertama menabrak pejalan kaki, terus menghantam mobil yang parkir. Truk baru berhenti setelah menabrak tiang dan beberapa kios,” ujarnya.

Benturan keras membuat suasana di sekitar lokasi kejadian mendadak panik. Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Menurutnya, laporan diterima petugas sekitar pukul 06.25 WIB, kemudian personel langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas, tepatnya di depan UPK Ajibarang. Kendaraan yang terlibat yaitu truk nomor polisi R-8436-OC, mobil Daihatsu Gran Max yang sedang parkir, serta seorang pejalan kaki. Saat ini kasus masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas,” jelasnya.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial RR (84), warga Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang.

Akibat benturan yang sangat keras, korban mengalami luka berat, di antaranya putus pada tangan kiri, putus kaki kanan, serta luka sobek di bagian perut.

“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dievakuasi ke RSUD Ajibarang,” kata Metri.

Sementara itu, pengemudi truk berinisial KH (46), warga Kabupaten Banjarnegara, dilaporkan tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan juga menyebabkan sebuah mobil Daihatsu Gran Max yang sedang terparkir mengalami kerusakan cukup parah.

Dua kios beserta gerobaknya ikut hancur akibat dihantam truk yang terus melaju setelah menabrak korban.

Bagian tembok bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan karena benturan kendaraan sebelum akhirnya truk berhenti.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Dugaan awal mengarah pada kondisi pengemudi yang mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi dan kendali atas kendaraan yang dikemudikannya.

“Dugaan sementara pengemudi mengantuk sehingga kehilangan kendali kendaraan, menabrak pejalan kaki, kendaraan yang sedang parkir, kemudian kios di pinggir jalan. Penyebab pasti masih kami dalami,” pungkas Metri.

Petugas Satlantas Polresta Banyumas mengimbau seluruh pengemudi, khususnya pengendara kendaraan berat, agar memastikan kondisi tubuh tetap bugar sebelum melakukan perjalanan.

Mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk sangat berisiko menyebabkan kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Apabila mulai merasakan kantuk saat berkendara, pengemudi disarankan segera menepi di tempat yang aman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Langkah sederhana tersebut dinilai jauh lebih aman dibanding memaksakan diri mengemudi dalam kondisi tidak fit.

Peristiwa kecelakaan maut di Ajibarang ini menjadi pengingat bahwa faktor kelelahan dan mengantuk masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Kewaspadaan, kondisi fisik yang prima, serta kepatuhan terhadap aturan berkendara menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. (zet/stch/dda)

Iklan