BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kegiatan olahraga di luar lingkungan sekolah berubah menjadi peristiwa duka di Kedung Kampak, Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas.
Seorang siswi berinisial AK (11) meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan kedung tersebut pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Sementara itu, dua teman korban yang juga sempat tercebur ke dalam air berhasil diselamatkan.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, pihak sekolah, maupun masyarakat sekitar.
Kejadian ini juga menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, kedung, maupun lokasi perairan lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian para siswa sebenarnya telah mendapat arahan agar tidak bermain di kawasan Kedung Kampak.
Namun, korban bersama beberapa teman sekelas tetap mendatangi lokasi tersebut usai mengikuti kegiatan di luar sekolah.
Saat berada di sekitar kedung, tiga anak dilaporkan tercebur ke dalam air yang memiliki kedalaman sekitar tiga meter.
Dua di antaranya berhasil diselamatkan, sedangkan korban tidak dapat menyelamatkan diri.
Salah seorang saksi, Ajmul Faoji, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah menerima telepon dari pemilik warung yang berada di sekitar lokasi.
“Saya ditelepon sama pemilik warung, menginformasikan ada anak tenggelam di kedung,” ujarnya.
Mendapat informasi tersebut, Faoji yang saat itu sedang berada di rumah langsung menuju lokasi kejadian.
Sesampainya di Kedung Kampak, ia melihat tubuh korban berada dalam posisi telungkup di dasar kedung.
Karena kondisi air relatif jernih, posisi korban masih dapat terlihat dari permukaan.
Tanpa berpikir panjang, Faoji langsung terjun ke dalam air untuk melakukan penyelamatan.
Setelah berhasil mengangkat korban ke daratan, warga bersama sejumlah orang yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan darurat.
Namun, kondisi korban sudah tidak memberikan respons sehingga akhirnya segera dilarikan ke rumah sakit.
“Karena korban sudah tidak merespon, kemudian dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.
Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Faoji yang juga merupakan salah satu pengelola kawasan wisata Kedung Kampak menjelaskan bahwa lokasi tersebut sebenarnya bukan tempat wisata yang beroperasi setiap hari.
Menurutnya, kawasan wisata Kedung Kampak hanya dibuka untuk umum pada akhir pekan.
“Operasional wisata hanya Sabtu dan Minggu,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Sumpiuh Iptu Agus Mustofa membenarkan adanya peristiwa tenggelam tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedalaman Kedung Kampak diperkirakan mencapai sekitar tiga meter.
Dari tiga anak yang tercebur ke dalam air, dua berhasil diselamatkan oleh warga, sedangkan korban meninggal dunia akibat tenggelam.
“Tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan diduga meninggal karena tenggelam,” ujar Kapolsek.
Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Polisi juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika berada di sekitar sungai, embung, waduk, kolam, maupun lokasi perairan alami yang memiliki kedalaman cukup besar.
Menurut kepolisian, anak-anak sering kali belum mampu memperkirakan tingkat bahaya suatu lokasi sehingga memerlukan pendampingan dari orang dewasa.
Selain peran orang tua, pihak sekolah juga diimbau terus memberikan edukasi kepada siswa mengenai keselamatan saat mengikuti kegiatan di luar lingkungan sekolah, termasuk larangan bermain di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Peristiwa tragis di Kedung Kampak ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan di kawasan perairan dapat terjadi dalam waktu singkat.
Kepatuhan terhadap aturan keselamatan, pengawasan yang memadai, serta kesadaran untuk menghindari area berbahaya menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Polisi berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga keselamatan anak-anak saat beraktivitas, sehingga tidak ada lagi korban jiwa akibat kecelakaan di kawasan perairan. (*/stch/dda)















