BANYUMASEKSPRES.ID, KARANGSAMBUNG – Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dukuh Eragemiwang, Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, berlangsung dengan penuh antusias.
Kegiatan tersebut mencapai puncaknya melalui Pengajian Umum yang digelar di Mushola Al Mabar, Senin (31/8).
Pengajian Maulid Nabi tersebut diikuti masyarakat dan jamaah setempat.
Kegiatan keagamaan itu menghadirkan KH Zuhrul Anam Hisyam, Pengasuh At-Taujieh, Leler, Banyumas, sebagai penceramah.
Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali memperdalam nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, KH Zuhrul Anam Hisyam mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, momentum Maulid Nabi seharusnya dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kata dia, hendaknya tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran dalam acara Maulid Nabi maupun lantunan sholawat.
Lebih dari itu, kecintaan tersebut perlu diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari pengajian yang disampaikan kepada masyarakat Dukuh Eragemiwang.
Jamaah diajak untuk menjadikan kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam bersikap, berinteraksi dengan sesama, serta menjalani kehidupan bermasyarakat.
Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Dukuh Eragemiwang, Eko Priyanto, mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang perjuangan, akhlak, keteladanan, dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.
Menurut Eko, peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting bagi masyarakat karena tidak hanya berkaitan dengan mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong jamaah untuk semakin mengenal dan mencintai sosok Nabi Muhammad SAW.
“Semoga melalui pengajian ini kita semakin mengenal dan mencintai Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut tentunya tidak hanya diwujudkan dengan mengikuti kegiatan Maulid, tetapi juga dengan berusaha meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Eko.
Ia berharap berbagai ilmu dan pesan keagamaan yang disampaikan dalam pengajian dapat menjadi bekal bagi masyarakat.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik berdasarkan nilai-nilai keagamaan dan keteladanan Rasulullah.
Selain meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, peringatan Maulid Nabi di Dukuh Eragemiwang juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta terhadap tanah air.
Hal tersebut dinilai relevan karena kegiatan Maulid Nabi berlangsung pada bulan kemerdekaan.
Semangat keagamaan dan semangat kebangsaan diharapkan dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.
Eko mengajak masyarakat untuk tidak hanya menunjukkan rasa cinta kepada tanah air melalui simbol atau perayaan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Semangat cinta kepada Rasulullah SAW dan cinta kepada tanah air dapat kita wujudkan dengan menjaga lingkungan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Pesan tersebut mengajak masyarakat untuk menghubungkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dengan kehidupan bermasyarakat.
Sikap peduli, saling membantu, menjaga lingkungan, dan memberikan manfaat kepada orang lain menjadi bentuk kontribusi yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian umum di Mushola Al Mabar menjadi puncak rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dukuh Eragemiwang. Masyarakat dan jamaah setempat mengikuti kegiatan dengan antusias.
Kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi.
Selain mendapatkan tausiyah, jamaah dapat berkumpul dan berinteraksi dengan warga lainnya dalam suasana yang penuh kebersamaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
Pesan mengenai kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan dapat diterjemahkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang baik dengan keluarga, tetangga, serta masyarakat secara luas.
Sementara itu, semangat cinta tanah air dapat diwujudkan dengan menjaga lingkungan, menaati aturan, serta memberikan kontribusi positif sesuai kemampuan masing-masing.
Melalui pengajian Maulid Nabi tersebut, masyarakat Dukuh Eragemiwang diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan wawasan keagamaan, tetapi juga semakin terdorong untuk mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.
Dengan semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pujotirto menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan saling memberikan manfaat. (mam/stch/dda)