Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Siswa SMKN Karangpucung Wakili Cilacap di POPDA Jawa Tengah Cabor Sepak Takraw
30 Desa di Kebumen Krisis Air Bersih, BPBD Siapkan Tambahan 1.400 Tangki

30 Desa di Kebumen Krisis Air Bersih, BPBD Siapkan Tambahan 1.400 Tangki

Krisis Air Bersih Meluas, Kekeringan Landa 30 DesaKrisis Air Bersih Meluas, Kekeringan Landa 30 Desa
BANTUAN AIR BERSIH: Pemkab Kebumen mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga yang membutuhkan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen semakin meluas seiring berlangsungnya puncak musim kemarau.

Hingga akhir Agustus 2026, sedikitnya 30 desa di 12 kecamatan tercatat membutuhkan bantuan atau droping air bersih dari Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen menunjukkan jumlah wilayah terdampak mengalami peningkatan dibandingkan pekan ketiga Agustus.

Sebelumnya, bantuan air bersih masih disalurkan ke 21 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

Perluasan wilayah terdampak menunjukkan kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena masyarakat di sejumlah desa mulai mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari 12 kecamatan yang terdampak kekeringan, Kecamatan Karanggayam tercatat sebagai wilayah dengan jumlah desa penerima bantuan air bersih terbanyak.

Sebanyak delapan desa di Kecamatan Karanggayam mengalami krisis air bersih.

Kondisi tersebut membuat wilayah tersebut menjadi salah satu prioritas dalam penyaluran bantuan air dari pemerintah daerah.

Setelah Karanggayam, Kecamatan Sempor tercatat memiliki empat desa yang membutuhkan bantuan air bersih.

Sementara itu, Kecamatan Buayan, Pejagoan, dan Karangsambung masing-masing terdapat tiga desa yang terdampak kekeringan.

Kemudian Kecamatan Rowokele memiliki dua desa terdampak. Sedangkan Kecamatan Padureso, Sruweng, Poncowarno, Prembun, dan Karanganyar masing-masing terdapat satu desa yang membutuhkan bantuan air bersih.

Dengan sebaran tersebut, total penerima bantuan mencapai 10.043 kepala keluarga atau sekitar 30.057 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di puluhan desa tersebut, BPBD Kabupaten Kebumen telah melakukan penyaluran bantuan air bersih.

Hingga data terakhir, sebanyak 155 tangki air bersih telah didistribusikan ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut berasal dari berbagai sumber pendanaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono, didampingi Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto, mengatakan bantuan yang telah disalurkan berasal dari APBD dan dukungan pihak ketiga.

“Bantuan ini bersumber dana APBD sebanyak 100 tangki ditambah bantuan pihak ketiga 55 tangki,” ujar Udy, Rabu (2/9).

Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Pemerintah daerah melalui BPBD terus memantau perkembangan kekeringan untuk menentukan wilayah yang membutuhkan prioritas bantuan.

Menghadapi kondisi kekeringan yang masih berlangsung, Pemkab Kebumen menyiapkan tambahan stok air bersih untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat.

Heri Purwoto menyampaikan optimisme bahwa kebutuhan bantuan air bersih masyarakat terdampak masih dapat dilayani.

Pemerintah daerah juga menyiapkan tambahan dukungan melalui APBD perubahan.

Rencananya, stok bantuan air bersih akan ditambah hingga 1.400 tangki melalui APBD perubahan serta memanfaatkan sisa dana CSR.

“Bila ada kebutuhan meningkat, pemenuhan akan diperkuat melalui dukungan CSR, TJSL, pergeseran anggaran, maupun Belanja Tidak Terduga (BTT),” ujar Heri.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila jumlah wilayah terdampak maupun kebutuhan air bersih masyarakat kembali meningkat.

Dengan memasuki puncak musim kemarau, pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan pasokan air tetap mencukupi, terutama bagi masyarakat yang sumber airnya mulai mengering.

Pemkab Kebumen juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang mengalami dampak kekeringan untuk mengajukan bantuan air bersih.

Masyarakat terdampak tidak perlu mengajukan permohonan secara langsung ke BPBD.

Pengajuan dilakukan melalui pemerintah desa dengan diketahui pihak kecamatan.

Setelah itu, permohonan akan diteruskan kepada BPBD Kabupaten Kebumen untuk diproses sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Mekanisme tersebut diharapkan dapat membuat penyaluran bantuan lebih terkoordinasi.

Pemerintah juga dapat memastikan bantuan diberikan kepada wilayah yang benar-benar mengalami kondisi darurat akibat kekurangan air.

Meluasnya wilayah krisis air bersih menjadi tantangan bagi Pemkab Kebumen selama musim kemarau 2026.

Dari sebelumnya 21 desa di 10 kecamatan, kini jumlahnya meningkat menjadi 30 desa di 12 kecamatan.

Kecamatan Karanggayam menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak paling banyak, disusul sejumlah kecamatan lain seperti Sempor, Buayan, Pejagoan, dan Karangsambung.

BPBD bersama pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Distribusi air bersih juga akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.

Dengan dukungan APBD, CSR, TJSL, maupun sumber anggaran lainnya, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih tetap dapat terpenuhi hingga musim kemarau berakhir. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Siswa SMKN Karangpucung Wakili Cilacap di POPDA Jateng

Siswa SMKN Karangpucung Wakili Cilacap di POPDA Jawa Tengah Cabor Sepak Takraw