BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Suasana penuh keceriaan mewarnai halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Kebumen pada Kamis (23/7).
Ratusan siswa dari kelas satu hingga kelas enam mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Beragam aktivitas disiapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak.
Sejak pagi hari, para siswa disambut hangat oleh dewan guru di pintu gerbang madrasah.
Salam, senyum, dan sapaan penuh kasih menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang bertujuan menghadirkan suasana sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Peringatan Hari Anak Nasional di MIN 4 Kebumen diawali dengan upacara bendera dan tadarus Al-Qur’an.
Setelah itu, para siswa mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, serta sportivitas.
Beberapa permainan yang digelar di antaranya lari matematika, meniti tali, estafet bola, memasukkan pulpen ke dalam botol secara berkelompok, estafet air, hingga kata berantai.
Seluruh permainan dilakukan secara berkelompok sehingga siswa belajar bekerja sama, saling membantu, dan membangun kekompakan.
Kepala MIN 4 Kebumen, Widyastuti, mengatakan Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak.
Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh pendidikan dalam suasana yang penuh kasih sayang serta terbebas dari rasa takut maupun tekanan.
“Hari ini adalah hari milik anak-anak kita. Kita ingin memastikan bahwa MIN 4 Kebumen benar-benar menjadi tempat yang membahagiakan bagi mereka untuk belajar dan bertumbuh. Melalui perayaan Hari Anak Nasional ini, kami berkomitmen untuk terus memelihara ruang tumbuh yang aman, ramah, serta mengedepankan pendekatan kasih sayang dalam setiap proses pembelajaran,” ungkap Widyastuti.
Ia menambahkan bahwa seluruh warga madrasah memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekolah agar tetap kondusif bagi perkembangan karakter dan potensi peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Widyastuti juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen menolak segala bentuk perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Menurutnya, MIN 4 Kebumen terus mengembangkan budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan pertemanan yang positif di antara para siswa.
“Kami berharap anak-anak memiliki komitmen untuk menghindari kebiasaan membully. MIN 4 adalah Madrasah Ramah Anak yang bebas dari perundungan,” tegasnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mendukung program Sekolah Ramah Anak yang menempatkan keselamatan, kenyamanan, dan hak-hak anak sebagai prioritas utama dalam proses pendidikan.
Selain mengembangkan kemampuan akademik, pihak madrasah juga menaruh perhatian besar terhadap pembentukan karakter siswa melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai gotong royong, empati, disiplin, dan tanggung jawab.
Melalui permainan edukatif yang dikemas secara menarik, siswa diajak belajar sambil bermain sehingga proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Aktivitas tersebut juga membantu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan bekerja sama dalam kelompok.
Widyastuti berharap seluruh siswa dapat terus tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, serta memiliki akhlak mulia.
Ia juga mengajak seluruh guru dan orang tua untuk bersama-sama mendampingi anak-anak dalam mengembangkan potensi terbaik mereka.
“Kami berharap dapat terus mendampingi anak-anak untuk mengepakkan sayap mimpi mereka setinggi-tingginya, menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini, MIN 4 Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan, sehingga setiap anak dapat belajar, bermain, dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. (mam/stch/dda)