BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Masalah serius kembali muncul menyusul penutupan sementara Jembatan Serayu yang baru berlangsung empat hari.
Di Simpang Tiga Mandiracan, portal pembatas tinggi kendaraan mengalami kerusakan parah setelah ambrol akibat benturan dari kendaraan yang melintas.
Insiden kali ini bahkan sampai mencabut pondasi salah satu tiang baja yang sebelumnya telah diperkuat, menandakan betapa besar dampak dari kecelakaan tersebut.
Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis (18/6), kondisi plang baja yang terpasang di atas portal terlihat melengkung dan tidak lagi berada di posisi semula akibat benturan keras.
Hal ini menjadi perhatian banyak pihak karena portal tersebut berfungsi untuk menyaring kendaraan yang melebihi batas tinggi maksimum sebelum melintas ke jalur pengalihan yang telah disediakan.
Fungsi portal ini sangat penting untuk menjaga keselamatan pengemudi dan mencegah kecelakaan.
Diki, petugas dari Dinas Perhubungan Banyumas, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi setelah truk boks yang melaju dari arah Patikraja tersangkut pada plang portal. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB pada Kamis pagi.
“Petugas berjaga 24 jam. Tetapi pada jam segitu mungkin sedang istirahat,” ungkap Diki saat ditemui.
Sejak dimulainya masa uji coba hingga hari keempat penutupan Jembatan Serayu, portal pembatas tersebut sudah tiga kali mengalami insiden serupa dengan kendaraan-kendaraan yang melebihi batas tinggi maksimal 2,1 meter.
Diki menuturkan bahwa setiap kerusakan yang terjadi akibat benturan tersebut akan segera ditangani oleh pelaksana proyek perbaikan Jembatan Serayu.
Menurutnya, perbaikan portal yang mengalami kerusakan menjadi tanggung jawab pihak pelaksana proyek.
“Dari informasi yang kami terima, kurangnya penerangan di area tersebut mungkin menjadi faktor penyebab utama mengapa sopir dari arah Patikraja kurang melihat jelas tinggi portal,” tambah Diki.
Penyebab ini menunjukkan bahwa aspek keselamatan di jalan raya sangat dipengaruhi oleh infrastruktur pendukung seperti penerangan jalan.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang, Dinas Perhubungan Banyumas telah mengambil langkah proaktif dengan meminta pihak pelaksana proyek untuk menambah fasilitas penerangan pada portal pembatas.
Langkah ini dinilai krusial agar batas ketinggian kendaraan dapat terlihat lebih jelas oleh pengemudi, terutama saat malam dan dini hari ketika visibilitas terbatas.
Diki menjelaskan bahwa penerangan tambahan bisa dipasang dalam berbagai bentuk dan inovasi.
Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah menggunakan lampu atau stiker reflektif yang dapat menyala saat terkena sorot lampu kendaraan.
“Kami berharap dengan adanya lampu atau stiker yang menyala ketika tersorot lampu, para sopir bisa lebih berhati-hati dan memperhatikan batasan tinggi kendaraan mereka,” pungkas Diki.
Kondisi jalan raya dan infrastruktur transportasi selalu menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah dan instansi terkait.
Kecelakaan seperti ini tidak hanya berpotensi membahayakan pengemudi dan penumpang, tetapi juga dapat mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas secara keseluruhan.
Oleh karena itu, langkah-langkah preventif sangat penting untuk menjaga keselamatan semua pengguna jalan.
Sementara itu, masyarakat setempat pun mulai mempertanyakan efektivitas penutupan Jembatan Serayu dan berbagai upaya pencegahan kecelakaan yang dilakukan oleh pihak terkait.
Beberapa warga mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai keselamatan di simpang tiga Mandiracan serta pentingnya komunikasi antara pihak berwenang dan masyarakat mengenai kondisi terakhir jembatan serta jalur alternatif yang tersedia.
Penting untuk dicatat bahwa perbaikan jembatan bukan hanya sekadar tanggung jawab pelaksana proyek tetapi juga memerlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk masyarakat umum.
Kesadaran akan batasan tinggi kendaraan juga harus ditanamkan sejak dini kepada para pengemudi agar mereka lebih berhati-hati saat melewati area tersebut.
Dalam waktu dekat, diharapkan ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem penerangan di area-area rawan kecelakaan serta melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi infrastruktur transportasi lainnya demi keselamatan bersama. (yda/stch/dda)