BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebuah aksi perampokan yang sangat berani terjadi di Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas pada hari Jumat, 5 Juni 2026, sekitar pukul 10.30 WIB.
Dalam insiden tersebut, empat pelaku diduga berhasil menggondol barang berharga berupa emas seberat antara 55 hingga 60 gram, uang tunai sebesar Rp 7 juta, serta BPKB kendaraan dari rumah seorang guru bernama Barkah (45).
Pada saat kejadian mengerikan ini berlangsung, Barkah diketahui sedang melaksanakan tugasnya sebagai pengajar di sekolah. Istrinya pun tidak berada di rumah karena sedang bekerja di sebuah bank.
Di dalam rumah hanya terdapat asisten rumah tangga (ART) bernama Daisah (27) bersama seorang balita. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi para pelaku untuk melancarkan aksinya.
Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Barkah, para pelaku tampaknya telah mempelajari situasi di lingkungan sekitar rumahnya sebelum melakukan tindakan kriminal ini.
Mereka mengelabui Daisah dengan modus berpura-pura menanyakan jenis tanaman bunga yang ditanam di halaman.
Ketika perhatian Daisah teralihkan oleh pertanyaan tersebut, salah satu pelaku diduga masuk ke dalam rumah dan mengambil barang-barang berharga yang disimpan di kamar.
“Kerugiannya kurang lebih emas, uang sama BPKB motor. Emas sekitar 55 sampai 60 gram, uang tunai sekitar tujuh juta rupiah. Bisa jadi orang yang tahu kondisi di sini. Yang jelas pelaku sepertinya sudah tahu suasana rumah saya,” ungkap Barkah dengan nada penuh keprihatinan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, total kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Hal ini tentu saja disebabkan oleh harga emas yang terus meroket dan nilai barang-barang lainnya yang turut dibawa kabur oleh pelaku.
Warga setempat yang bernama Suhar juga memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.
Ia mengaku sempat merasakan adanya gelagat mencurigakan dari aktivitas para pelaku sebelum perampokan itu terungkap.
Suhar bahkan mengambil inisiatif untuk mengejar para pelaku ketika mereka melarikan diri usai menjalankan aksinya.
“Saya lihat ada orang yang mencurigakan. Setelah dipanggil ternyata terjadi perampokan. Setahu saya ada empat orang naik dua motor. Saya sempat mengejar, tapi tidak ketemu,” ucap Suhar dengan nada penuh penyesalan atas ketidakmampuannya menghentikan para penjahat tersebut.
Suhar juga menambahkan bahwa saat melarikan diri, para pelaku diduga membawa senjata.
“Yang jelas saya lihat mereka bawa senjata. Kalau pistol atau senjata lain saya kurang tahu, tapi memang terlihat membawa senjata,” lanjutnya menjelaskan situasi tegang saat itu.
Kapolsek Ajibarang Iptu Haryanto membenarkan adanya peristiwa perampokan ini dan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang aksi tersebut.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan tim sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ujar Iptu Haryanto dengan serius ketika memberikan pernyataan pers kepada awak media mengenai perkembangan terbaru dalam kasus ini.
Polisi kini tengah memburu empat pelaku yang melarikan diri menggunakan dua sepeda motor setelah menjalankan aksinya di siang hari yang cerah itu.
Keberanian dan kelicikan para penjahat ini menunjukkan betapa pentingnya sistem keamanan yang solid bagi setiap rumah tangga guna mencegah kejadian serupa terjadi lagi di masa mendatang.
Kejadian perampokan ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat sekitar Desa Ciberung tentang keamanan lingkungan mereka.
Banyak warga kini merasa perlu untuk lebih waspada terhadap orang-orang asing yang berkeliaran di area tempat tinggal mereka.
Tindakan kriminal ini juga membawa dampak psikologis bagi korban dan keluarganya.
Selain kehilangan harta benda berharga, mereka harus menghadapi trauma akibat rasa tidak aman setelah mengalami kejadian tersebut.
Dalam konteks sosial masyarakat Banyumas, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya saling menjaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman yang bisa terjadi kapan saja.
Dalam beberapa hari ke depan, pihak kepolisian diperkirakan akan melakukan langkah-langkah lanjutan untuk menangkap para pelaku berdasarkan informasi dari saksi-saksi maupun rekaman CCTV dari lokasi kejadian.
Pihak kepolisian juga berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi terkait keberadaan pelaku agar keadilan dapat ditegakkan secepat mungkin.
Sementara itu, Barkah beserta keluarganya berusaha mengatasi kerugian yang dialami akibat perampokan tersebut sembari berharap agar kasus ini segera terpecahkan oleh pihak berwajib.
Mereka pun berharap agar tindakan preventif dapat dilakukan oleh pemerintah setempat untuk meningkatkan keamanan warga agar tidak ada lagi keluarga lain yang mengalami pengalaman pahit seperti mereka. (zet/stch/dda)