Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jemaah Haji Banyumas Meninggal di Makkah, Total Korban Wafat Musim Haji 2026 Jadi Tiga Orang

Tiga Jemaah Haji WafatTiga Jemaah Haji Wafat
HAJI: Rombongan kloter 74 bergerak menuju bandara dari Asrama Haji Donohudan bulan lalu. Dua dari tiga jemaah haji Banyumas yang wafat dari kloter ini

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kabar duka kembali terdengar dari Tanah Suci, Makkah. Pada Jumat, 5 Juni, seorang jemaah haji asal Kabupaten Banyumas dinyatakan meninggal dunia di Arab Saudi.

Dengan berita ini, total jemaah haji dari Banyumas yang telah meninggal selama musim haji tahun ini kini mencapai tiga orang.

Dari ketiga jemaah tersebut, dua berasal dari kloter 74 dan satu jemaah lainnya berasal dari kloter 76. Jemaah terakhir yang wafat diketahui tergabung dalam kloter 74.

Imron Fuadi, Pelaksana Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umroh di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas, mengungkapkan bahwa jemaah tersebut meninggal di Rumah Sakit King Abdul Aziz di Makkah pada pukul 04.10 waktu setempat.

“Jemaah laki-laki yang wafat hari ini tergabung dalam kloter 74,” ungkap Imron saat ditemui oleh awak media.

Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran jemaah dalam pelaksanaan ibadah haji, yang merupakan salah satu rukun Islam.

Sampai saat ini, penyebab pasti kematian jemaah asal Kecamatan Purwojati tersebut masih menunggu terbitnya Certificate of Death (COD).

Namun, menurut informasi sementara yang didapatkan, disebutkan bahwa jemaah tersebut memiliki riwayat penyakit stroke dan beberapa kali dirawat inap di rumah sakit saat masih berada di Purwokerto.

“Bolak-balik keluar rumah sakit di Purwokerto,” terang Imron merujuk pada kondisi kesehatan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Hal ini mencerminkan tantangan kesehatan yang mungkin dialami oleh beberapa calon haji sebelum mereka menjalankan ibadah suci ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas, H. Sito Hatmoko, juga memberikan pernyataan terkait jumlah jemaah haji Banyumas yang telah meninggal dunia.

Ia menyatakan bahwa hingga saat ini total jemaah yang wafat di Tanah Suci berjumlah tiga orang.

“Pemerintah berharap seluruh jemaah lainnya dapat kembali ke Banyumas dalam keadaan sehat,” ujar Sito.

Menurutnya, usia jemaah yang meninggal terakhir adalah 68 tahun dan informasi menunjukkan bahwa ia juga menderita penyakit pada saluran pernapasan.

Keberangkatan haji adalah sebuah perjalanan spiritual yang sangat penting bagi umat Muslim.

Setiap tahun, ribuan jemaah dari Indonesia berangkat menuju Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji dengan harapan mendapatkan berkah dan pengampunan dari Allah SWT.

Namun demikian, perjalanan ini tidak lepas dari risiko kesehatan yang bisa mempengaruhi pengalaman ibadah seseorang.

Menghadapi tantangan kesehatan selama masa ibadah haji menjadi perhatian serius bagi banyak pihak.

Jemaah haji yang memiliki riwayat penyakit tertentu perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat menjalani ibadah dengan lancar dan aman.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Dinas Kesehatan setempat berupaya memberikan berbagai macam informasi dan layanan kesehatan kepada para calon jemaah sebelum keberangkatan mereka.

Dalam konteks ini, Imron Fuadi menambahkan bahwa setiap tahun pihaknya melakukan sosialisasi mengenai pentingnya kesehatan bagi calon haji.

“Kami selalu mengingatkan kepada para calon jemaah untuk memeriksakan kesehatan mereka secara menyeluruh sebelum berangkat,” katanya.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua jemaah dalam kondisi fisik yang optimal agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah dengan baik.

Selain itu, selama berada di Tanah Suci, para petugas kesehatan juga siap siaga untuk memberikan bantuan medis apabila diperlukan.

Pihak Kemenag juga bekerja sama dengan instansi kesehatan setempat untuk memastikan ketersediaan layanan medis bagi semua jemaah haji.

Namun demikian, meskipun semua langkah pencegahan telah dilakukan, risiko penyakit tetap ada terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat kesehatan sebelumnya.

Penyakit seperti stroke atau gangguan pernapasan dapat memperburuk keadaan jika tidak ditangani dengan segera dan tepat.

Cerita tentang perjalanan haji dari Kabupaten Banyumas juga mencerminkan berbagai kisah kehidupan umat Muslim Indonesia yang sangat beragam.

Setiap keluarga memiliki harapan dan doa tersendiri ketika mengirimkan anggota keluarganya untuk menunaikan ibadah haji.

Di tengah kesedihan kehilangan satu anggota keluarga akibat masalah kesehatan saat menjalankan ibadah suci ini, masyarakat setempat juga menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Layanan haji arab saudi

Paket D Haji Dihapus Mulai 2027, Arab Saudi Terapkan Skema Baru

Berita Selanjutnya
Hingga juni, nilai transaksi tangkapan ikan capai rp 37 m

Konsumsi Ikan Naik dalam Lima Tahun, Pemkab Cilacap Terus Kampanyekan Pola Makan Sehat