Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Minim Atlet Difabel, NPCI Banyumas Ajak Orang Tua Daftarkan Anaknya

NPCI Banyumas Kekurangan AtletNPCI Banyumas Kekurangan Atlet
Ketua NPCI Banyumas, Suwondo Geni

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Kabupaten Banyumas saat ini tengah menghadapi tantangan yang signifikan dalam hal pengembangan atlet disabilitas.

Hingga saat ini, jumlah atlet yang terdaftar masih terbilang rendah, dengan hanya sekitar 18 atlet pelajar dan lebih dari 40 atlet umum yang aktif.

Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat kekurangan signifikan dalam jumlah atlet difabel di sejumlah cabang olahraga yang ada.

Ketua NPCI Banyumas, Suwondo Geni, menjelaskan bahwa kebutuhan akan atlet disabilitas sangat besar, terutama karena tidak semua cabang olahraga memiliki atlet yang siap untuk dibina.

Dalam keterangannya pada Jumat (5/6), Suwondo menegaskan, “Saat ini terdapat beberapa cabang yang belum memiliki atlet sama sekali, seperti taekwondo, balap sepeda, anggar, dan judo.”

Ini merupakan sebuah indikasi bahwa potensi anak-anak disabilitas di Banyumas belum sepenuhnya tergali dan dimanfaatkan.

Sementara itu, sembilan cabang olahraga lainnya telah aktif menjalankan program pembinaan rutin bagi para atlet disabilitas.

Pembinaan ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk NPCI Banyumas sendiri, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, serta Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Dengan adanya dukungan ini, Suwondo mengimbau kepada para orang tua yang memiliki anak disabilitas agar tidak merasa malu atau ragu untuk mendaftarkan putra-putrinya ke dalam program NPCI Banyumas.

Ia menekankan pentingnya partisipasi orang tua dalam mendukung anak-anak mereka untuk berkarir di dunia olahraga.

“Pendaftaran gratis. Kami ingin bakat-bakat anak disabilitas bisa terlihat dan terus diasah melalui pembinaan olahraga,” ujarnya.

Pernyataan Suwondo menunjukkan komitmen NPCI Banyumas untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua anak.

Menariknya, sebagian besar atlet difabel yang bergabung dengan NPCI berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Dengan adanya pembinaan olahraga ini, NPCI berharap bahwa para atlet tidak hanya dapat meningkatkan prestasi mereka tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Cek PIP Juni

Cek PIP Juni 2026 Online dengan NISN dan NIK, Simak Jadwal Pencairannya

Berita Selanjutnya
Pendaftaran AHM Best Student 2026 Dibuka

AHM Best Student 2026 Dibuka, Pelajar Indonesia Berkesempatan Raih Beasiswa dan Hadiah Ratusan Juta