Iklan

Sampah Cilacap Cilacap Capai 1.000 Ton per Hari, Pemkab Ajak Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kabupaten Cilacap menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.

Sebagai wilayah terluas di Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, volume sampah yang dihasilkan setiap hari kini mendekati 1.000 ton.

Sementara itu, kapasitas fasilitas pengolahan sampah yang tersedia saat ini baru mampu menangani sekitar 277 ton per hari.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.

Salah satu langkah yang dinilai paling efektif adalah membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik langsung dari rumah tangga.

Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengatakan tingginya produksi sampah menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri mengingat jumlah sampah yang terus meningkat setiap hari.

“Sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah dengan jumlah penduduk yang besar, produksi sampah di Cilacap juga sangat tinggi sehingga persoalan ini tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah,” ujar Ammy, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh warga menjadi kunci utama agar persoalan sampah tidak semakin membebani tempat pemrosesan akhir (TPA).

Menurut Ammy, kebijakan pemerintah pusat yang akan mengakhiri sistem pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping menjadi momentum penting bagi seluruh desa dan kelurahan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah daerah juga terus mengajak masyarakat membangun kebiasaan sederhana, yakni memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak dari rumah.

Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi.

“Kita harus mulai dari hal yang paling sederhana, yaitu memilah sampah organik dan anorganik dari rumah. Jika semua bergerak bersama, persoalan sampah akan lebih mudah diselesaikan,” katanya.

Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA sekaligus meningkatkan efektivitas proses pengolahan sampah.

Dengan volume sampah yang lebih sedikit, biaya pengangkutan dan pengelolaan juga dapat ditekan sehingga lebih efisien.

Selain itu, pemilahan sampah sejak awal akan mempermudah proses daur ulang berbagai jenis material yang masih memiliki nilai guna.

Cara ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan serta mengurangi pencemaran lingkungan.

Ammy berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga budaya membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.

Menurutnya, perubahan kecil yang dilakukan setiap keluarga akan memberikan dampak besar apabila diterapkan secara konsisten oleh seluruh masyarakat Cilacap.

“Jika masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membiasakan memilah sampah dari rumah, maka jumlah sampah yang harus ditangani pemerintah akan terus berkurang,” jelasnya.

Saat ini, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap terus melakukan pengangkutan sampah dari berbagai Tempat Penampungan Sementara (TPS), termasuk di kawasan Tegalreja, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penumpukan sampah.

Ke depan, Pemkab Cilacap berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas peduli lingkungan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah di daerah.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mendaur ulang sampah, target menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Cilacap diharapkan dapat terwujud. (jul/stch/dda)

Iklan