Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Harga Telur dan Daging Ayam di Pasar Majenang Cilacap Turun Drastis Saat Libur Sekolah

Harga Bahan Pokok di Pasar Majenang TurunHarga Bahan Pokok di Pasar Majenang Turun
TUNGGU PEMBELI : Pedagang Pasar Majenang menunggu pembeli sembari merapikan dagangan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Majenang, Kabupaten Cilacap, mengalami penurunan selama masa libur sekolah.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai, hingga bawang merah.

Kondisi ini dinilai dipengaruhi berkurangnya permintaan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sementara berhenti selama libur pendidikan.

Penurunan harga tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah kebutuhan pangan yang terus menjadi perhatian.

Kepala Pasar Majenang, Sulhani, mengatakan harga telur ayam menjadi komoditas yang mengalami penurunan paling signifikan.

Jika sebelumnya dijual sekitar Rp33 ribu per kilogram, kini harga telur turun menjadi Rp25 ribu per kilogram.

Selain telur, harga daging ayam juga mengalami penurunan cukup besar. Dari sebelumnya mencapai Rp40 ribu per kilogram, kini masyarakat dapat membeli daging ayam dengan harga sekitar Rp29 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi lokal ikut mengalami penyesuaian. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp145 ribu per kilogram.

Tidak hanya produk protein hewani, sejumlah komoditas hortikultura juga mengalami penurunan harga.

Cabai tercatat turun sekitar Rp5 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah turun dari Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Menurut Sulhani, turunnya harga berbagai kebutuhan pokok tersebut berkaitan erat dengan berkurangnya permintaan selama masa libur sekolah.

“Penurunan harga ini diduga karena libur sekolah sehingga kebutuhan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkurang,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, selama program MBG berjalan, permintaan berbagai bahan pangan meningkat karena digunakan sebagai bahan baku penyediaan makanan bergizi bagi para siswa.

Ketika aktivitas sekolah dihentikan sementara, kebutuhan bahan pangan otomatis ikut menurun sehingga memengaruhi harga di tingkat pasar.

Pasar Majenang sendiri memiliki peran penting dalam distribusi bahan pangan di wilayah barat Kabupaten Cilacap.

Tidak hanya melayani masyarakat setempat, pasar ini juga menjadi pusat belanja bagi pedagang dari sejumlah pasar tradisional di sekitar Majenang, bahkan dari kabupaten tetangga.

“Jadi Pasar Majenang ini seperti rujukan dari pasar-pasar di sekitar, bahkan dari luar daerah,” kata Sulhani.

Selain menjadi pusat perdagangan, Pasar Majenang juga dikenal sebagai salah satu pemasok bahan pangan untuk dapur Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.

Karena itu, perubahan permintaan dari program pemerintah tersebut cukup berpengaruh terhadap dinamika harga komoditas di pasar.

Meski harga beberapa kebutuhan pokok mengalami penurunan, Sulhani memastikan stok bahan pangan di Pasar Majenang masih dalam kondisi aman.

Pasokan berbagai komoditas terus mengalir dari sejumlah daerah sentra produksi seperti Wonosobo, Brebes, hingga Garut, Jawa Barat.

Distribusi yang lancar membuat kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.

Kondisi tersebut juga membantu menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi permintaan pasar.

Pihak pengelola pasar berharap kondisi harga tetap stabil ketika kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.

Dengan demikian, masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, sementara para pedagang juga dapat menjalankan usahanya secara optimal.

“Harapan kami, secara keseluruhan stok tercukupi sehingga kita tetap bisa melayani kebutuhan masyarakat,” pungkas Sulhani.

Dengan turunnya harga telur, daging ayam, daging sapi, cabai, dan bawang merah, masyarakat di Kabupaten Cilacap memiliki kesempatan memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemerintah dan pengelola pasar pun terus memantau perkembangan pasokan serta harga agar stabilitas kebutuhan pokok tetap terjaga ketika aktivitas sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan normal. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Drainase Pasar Segamas Diperbaiki

Pemkab Purbalingga Gelontorkan 95 Juta untuk Perbaikan Drainase dan MCK Pasar Segamas

Berita Selanjutnya
32 Tersangka Penipuan Haji dan Umrah Terbongkar

Polri Tetapkan 32 Tersangka Kasus Penipuan Haji dan Umrah, Kerugian Tembus 116 Miliar