Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Prosesi Larung Jolen di Pantai Teluk Penyu Jadi Daya Tarik Festival Nelayan Cilacap 2026

Larung Jolen Masih Jadi MagnetLarung Jolen Masih Jadi Magnet
LARUNG: Prosesi kirab dan larung jolen menjadi puncak Festival Nelayan Cilacap 2026 di Pantai Teluk Penyu, Selasa (7/7/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Ribuan masyarakat memadati kawasan Pantai Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (7/7/2026) untuk menyaksikan puncak Festival Nelayan Cilacap 2026.

Tradisi Sedekah Laut yang telah berlangsung secara turun-temurun itu kembali menjadi salah satu agenda budaya terbesar di wilayah pesisir selatan Jawa sekaligus daya tarik wisata yang mampu menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan.

Festival Nelayan menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil tangkapan yang melimpah sekaligus memanjatkan doa agar senantiasa diberikan keselamatan saat melaut.

Puncak acara ditandai dengan prosesi kirab puluhan jolen yang berasal dari berbagai kelompok nelayan di Kabupaten Cilacap.

Setelah diarak menuju Pantai Teluk Penyu, jolen-jolen tersebut kemudian dilarung ke perairan selatan sebagai bagian dari tradisi Sedekah Laut yang telah diwariskan selama puluhan tahun.

Prosesi sakral diawali dengan penyerahan Jolen Tunggul oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya kepada perwakilan nelayan di Pendopo Wijayakusuma Sakti.

Selanjutnya, Jolen Tunggul bersama puluhan jolen hasil kreasi kelompok nelayan diarak menuju Pantai Teluk Penyu.

Sepanjang perjalanan, ribuan warga memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan budaya yang menjadi simbol kebersamaan masyarakat pesisir.

Kirab berlangsung meriah dengan diikuti berbagai kelompok nelayan, di antaranya PPSC, Pandanarang, Bengawan Donan, Lengkong, Sidakaya, Sentolo Kawat, Kemiren, hingga Tegal Katilayu.

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, mengatakan Festival Nelayan telah menjadi agenda budaya tahunan yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Cilacap.

Menurutnya, penyelenggaraan festival bukan hanya bertujuan melestarikan tradisi Sedekah Laut, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Festival Nelayan ini merupakan agenda tahunan yang sudah berlangsung puluhan tahun. Selain melestarikan tradisi sedekah laut, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Cilacap,” ujarnya.

Budi menjelaskan, rangkaian Festival Nelayan 2026 sebenarnya telah dimulai sejak sehari sebelumnya melalui sejumlah kegiatan budaya, seperti ziarah ke Karang Bandung, kirab Jolen Tunggul, hingga tasyakuran bersama kelompok nelayan.

Seluruh rangkaian tersebut berpuncak pada kirab jolen dan prosesi larung sesaji ke laut selatan yang menjadi inti pelaksanaan tradisi Sedekah Laut.

Selain prosesi adat, Festival Nelayan Cilacap juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung yang mampu menarik minat masyarakat.

Di antaranya bazar UMKM yang menjajakan produk lokal, beragam perlombaan, hiburan rakyat, hingga pagelaran wayang kulit yang digelar pada malam hari oleh kelompok nelayan.

Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, pedagang, serta sektor pariwisata lokal.

Menurut Budi, tradisi Sedekah Laut memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat nelayan.

Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diperoleh dari laut sekaligus doa agar para nelayan selalu diberikan keselamatan ketika mencari nafkah di tengah lautan.

“Melalui tradisi ini, para nelayan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon keselamatan dan kelancaran rezeki saat mencari nafkah di laut,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap Festival Nelayan dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat pesisir.

Selain menjaga nilai-nilai tradisi, festival ini juga diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata, menggerakkan perekonomian lokal, serta memperkenalkan kekayaan budaya Cilacap kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan antusiasme ribuan pengunjung yang hadir setiap tahun, Festival Nelayan Cilacap membuktikan bahwa tradisi budaya dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong pembangunan pariwisata berbasis kearifan lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat pesisir. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tiga Jembatan Strategis Aceh Hampir Rampung

Kementerian PU Kebut Perbaikan 3 Jembatan di Aceh Pascabencana, Progres Tembus 83 Persen

Berita Selanjutnya
Maroko Ukir Sejarah Baru

Maroko Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Negara Afrika Pertama Dua Kali ke Perempat Final