Iklan

SMKN 1 Bawang Juara Invitasi PMR Wira 2026 Banjarnegara, Kalahkan 48 Tim

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – SMKN 1 Bawang berhasil meraih juara pertama dalam Invitasi Palang Merah Remaja (PMR) Wira 2026 yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara.

Dalam kompetisi tersebut, SMKN 1 Bawang berhasil mengungguli puluhan tim dari berbagai sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Banjarnegara.

Sebanyak 48 tim mengikuti Invitasi PMR Wira 2026 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Banjarnegara.

Kompetisi tersebut melibatkan ratusan anggota PMR tingkat Wira dari berbagai sekolah di wilayah Banjarnegara. Kegiatan tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan juara.

Invitasi PMR Wira 2026 juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan keterampilan kepalangmerahan, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta kesiapsiagaan ketika menghadapi kondisi darurat.

Keberhasilan SMKN 1 Bawang menjadi juara pertama menunjukkan kemampuan tim dalam menghadapi berbagai tantangan yang diberikan selama kompetisi.

Para peserta dituntut tidak hanya memahami teori kepalangmerahan, tetapi juga mampu menerapkannya melalui berbagai tantangan dan simulasi.

Sekretaris PMI Kabupaten Banjarnegara, Titho Agus Wigono, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Menurutnya, anggota PMR dapat menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki jiwa kerelawanan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, semangat kerelawanan, kemampuan berpikir kritis, keterampilan kepalangmerahan, serta kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Menurut Titho, kegiatan PMR tidak sebatas mengajarkan keterampilan pertolongan pertama.

Para peserta juga dibekali nilai kepedulian, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi tertentu.

Sementara itu, Ketua Bidang Diklat dan Relawan PMI Banjarnegara, Agus Sutanto, mengatakan Invitasi PMR Wira 2026 mengangkat tema “Peran PMR Wira sebagai Peer Educator dalam Keterampilan Hidup Sehat.”

Tema tersebut menempatkan anggota PMR sebagai bagian dari lingkungan sekolah yang dapat ikut menyebarkan pengetahuan mengenai pola hidup sehat kepada teman sebaya.

Dengan demikian, keberadaan PMR di sekolah diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu memberikan dampak positif kepada lingkungan.

Agus mengatakan Invitasi PMR Wira 2026 menjadi bagian dari proses pembinaan anggota PMR sekaligus kaderisasi relawan PMI sejak usia remaja.

Kompetisi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengukur kemampuan yang selama ini telah diperoleh melalui kegiatan PMR di sekolah.

“Invitasi diharapkan memotivasi pengembangan dan pembinaan PMR Wira, menumbuhkan budaya peduli sesama, mendukung kaderisasi relawan PMI sekaligus menjadi ajang pembinaan dan evaluasi kemampuan anggota PMR Wira,” katanya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan keterampilan kepalangmerahan.

Materi yang diberikan mencakup sejumlah kemampuan penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika menghadapi situasi darurat.

Beberapa di antaranya adalah pertolongan pertama, kepemimpinan, donor darah, kesiapsiagaan bencana, serta pengetahuan kesehatan.

Peserta harus menunjukkan kemampuan individu sekaligus kekompakan tim dalam menyelesaikan setiap tantangan.

Keterampilan pertolongan pertama menjadi salah satu kemampuan penting yang diperkenalkan melalui kegiatan PMR.

Para pelajar diharapkan memiliki pengetahuan dasar untuk memberikan pertolongan secara tepat ketika menemukan kondisi darurat di lingkungan sekitar.

Selain keterampilan teknis, kemampuan bekerja dalam tim juga menjadi bagian penting dalam Invitasi PMR Wira 2026.

Dalam kondisi darurat, koordinasi dan komunikasi antaranggota menjadi faktor yang dapat menentukan keberhasilan penanganan suatu situasi.

Kompetisi tersebut juga memberikan pengalaman bagi ratusan anggota PMR tingkat Wira untuk bertemu dan berinteraksi dengan peserta dari sekolah lain.

Pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pelajar.

Bagi PMI Kabupaten Banjarnegara, penyelenggaraan Invitasi PMR Wira 2026 juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan kader relawan sejak usia sekolah.

Pembinaan sejak remaja diharapkan dapat menumbuhkan semangat kerelawanan dan kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Prestasi SMKN 1 Bawang sebagai juara pertama sekaligus menjadi hasil dari proses pembinaan PMR di lingkungan sekolah.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sekolah dan anggota PMR lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan.

Sementara bagi peserta lainnya, pengalaman mengikuti Invitasi PMR Wira 2026 dapat menjadi bekal untuk meningkatkan keterampilan kepalangmerahan, kepemimpinan, kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana.

Dengan diikuti 48 tim dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Banjarnegara, Invitasi PMR Wira 2026 menunjukkan tingginya partisipasi pelajar dalam kegiatan kepalangmerahan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat kaderisasi relawan PMI di masa mendatang. (jud/stch/dda)

Iklan