Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cara Cek Penerima BPNT Agustus 2026 dengan Mudah lewat Aplikasi Cek Bansos
Air Bersih Makin Mahal, Warga Banjarnegara Bayar 400 Ribu untuk 500 Liter

Air Bersih Makin Mahal, Warga Banjarnegara Bayar 400 Ribu untuk 500 Liter

Rogoh Rp400 Ribu untuk 500 Liter AirRogoh Rp400 Ribu untuk 500 Liter Air
KEKERINGAN: Warga Dusun Romokamal, Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, mulai kesulitan mendapatkan air bersih setelah sejumlah sumber air mengering

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Kekeringan di Kabupaten Banjarnegara mulai berdampak serius terhadap kehidupan warga.

Salah satunya dirasakan masyarakat Dusun Romokamal, Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, yang kini kesulitan mendapatkan air bersih setelah sejumlah sumber air di sekitar permukiman mulai mengering.

Bagi warga RT 04 RW 04 Dusun Romokamal, air bersih kini menjadi kebutuhan yang tidak mudah didapatkan.

Ketika pasokan dari sumber air di sekitar tempat tinggal tidak lagi mencukupi, warga harus mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh.

Pilihan lainnya adalah membeli air bersih. Namun, harga yang harus dikeluarkan tidak sedikit.

Untuk mendapatkan sekitar 500 liter air, warga harus membayar antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi beban tambahan bagi masyarakat, terutama selama musim kemarau berlangsung.

“Kalau tidak ada dropping, ada warga yang membeli air. Harganya sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu untuk sekitar 500 liter,” ujar warga Romokamal, Nuriyah.

Tidak semua warga mampu membeli air bersih dengan harga tersebut. Sebagian masyarakat memilih mencari sumber air yang masih tersedia.

Untuk mendapatkan air, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh.

Setelah sampai di lokasi sumber air, mereka juga harus mengantre bersama warga lainnya yang mengalami persoalan serupa.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat sehari-hari ikut berubah.

Air yang sebelumnya dapat diperoleh dengan mudah dari sumur maupun sumber air di sekitar permukiman, kini harus dicari ke lokasi yang lebih jauh.

Kebutuhan air juga tidak hanya diperlukan satu kali dalam sehari.

Air bersih dibutuhkan untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari minum, memasak, mandi hingga mencuci.

Selama sumber air belum kembali normal, warga harus terus mencari pasokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Situasi tersebut membuat sebagian warga harus mengalokasikan lebih banyak waktu maupun biaya hanya untuk mendapatkan air.

Kepala BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan kondisi kekeringan di Dusun Romokamal tergolong cukup parah. Sekitar 240 jiwa terdampak kesulitan mendapatkan air bersih.

“Di Dusun Romokamal ada sekitar 240 jiwa yang terdampak cukup parah. Mereka saat ini mengandalkan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Aji, Sabtu (8/8).

Sejumlah sumber air di wilayah Desa Jalatunda mulai mengering akibat kondisi musim kemarau.

Situasi tersebut membuat masyarakat semakin bergantung pada sumber air alternatif maupun bantuan distribusi air bersih.

Bagi warga Dusun Romokamal, kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya debit air.

Kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga dan waktu yang harus mereka gunakan untuk mendapatkan air.

Warga yang memiliki kemampuan finansial harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah untuk membeli air.

Sementara itu, warga yang tidak mampu membeli harus mencari sumber air yang masih tersedia meskipun lokasinya jauh.

Bantuan dropping air bersih menjadi salah satu solusi yang sangat dibutuhkan masyarakat selama musim kemarau.

Namun, warga tidak dapat sepenuhnya bergantung pada bantuan tersebut karena kebutuhan air berlangsung setiap hari.

Masyarakat Dusun Romokamal berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan belum berakhir.

Bantuan tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Selain bantuan jangka pendek, warga juga membutuhkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih.

Penyediaan sumber air yang lebih permanen diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap dropping air maupun pembelian air dengan harga tinggi.

Kekeringan yang terjadi di Dusun Romokamal menjadi gambaran bagaimana musim kemarau dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Ketika sumber air mengering, kebutuhan dasar seperti air minum, memasak, mandi, dan mencuci pun menjadi persoalan yang harus diperjuangkan setiap hari.

Dengan sekitar 240 jiwa terdampak, keberlanjutan distribusi air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi warga Dusun Romokamal, Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bansos Agustus

Cara Cek Penerima BPNT Agustus 2026 dengan Mudah lewat Aplikasi Cek Bansos