BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam beberapa waktu terakhir, keluhan terkait lonjakan tagihan listrik mendadak telah ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial.
Tak terkecuali warga Banyumas yang merasakan dampak serupa. Banyak dari mereka melaporkan bahwa tagihan listrik mereka melonjak drastis dalam sebulan terakhir.
Salah satu contohnya adalah Ibrahim (38), seorang warga dari Kelurahan Kranji, Purwokerto Timur.
Ia mengungkapkan rasa terkejutnya ketika menerima tagihan listrik untuk bulan Juni yang hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
“Bulan lalu, saya hanya membayar sekitar Rp300 ribuan, tiba-tiba bulan ini tagihan saya mencapai Rp600 ribuan,” ujarnya.
Menurut Ibrahim, penggunaan alat elektronik di rumahnya tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Ia bahkan menegaskan bahwa tidak ada pendingin ruangan atau AC yang dapat menjadi penyebab utama tingginya konsumsi listrik tersebut.
Meskipun ia sudah melaporkan keluhannya melalui layanan online PLN, hingga saat ini belum ada penjelasan atau tindak lanjut yang memuaskan dari pihak PLN.
“Katanya mau ada yang mengecek meteran, barangkali ada kerusakan, namun sampai hari ini tidak ada yang mengecek,” tambahnya.
Isnaeni (45), warga Cilongok, juga mengungkapkan situasi serupa. Ia mengaku bahwa tagihan listrik rumahnya yang biasanya berkisar Rp400 ribuan kini melonjak hingga mencapai Rp800 ribuan pada bulan Juni ini.
“Ya bulan ini saya memang pasang AC, tapi cuma satu dan itu kecil, masa kenaikan sampai dua kali lipat juga,” jelasnya dengan nada penuh keheranan.
Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, PLN UP3 Purwokerto memberikan penjelasan mengenai fenomena ini.
Manajer UP3 PLN Purwokerto, Firman Raharja, menjelaskan bahwa masyarakat perlu lebih waspada terhadap penggunaan perangkat elektronik yang mungkin tetap menyedot listrik secara diam-diam.
Perangkat tersebut sering disebut sebagai “vampir listrik” karena tetap mengonsumsi daya meskipun tidak digunakan secara aktif.
Firman menjelaskan bahwa perangkat rumah tangga seperti dispenser, rice cooker, mesin cuci, AC hingga setrika merupakan penyumbang konsumsi listrik yang sering kali tidak disadari oleh pelanggan.
Contohnya adalah dispenser yang terus bekerja menjaga suhu panas meskipun hanya digunakan sesekali.
“Cuaca panas akibat fenomena El Nino juga memicu peningkatan konsumsi listrik rumah tangga,” ungkapnya lagi.
Kondisi suhu tinggi akibat El Nino membuat kompresor AC bekerja lebih keras dan lebih lama daripada biasanya.
“Setelah kami dalami, pemakaian kompresor AC memang bertambah signifikan,” lanjut Firman.
Selain faktor penggunaan perangkat elektronik yang meningkat, PLN juga mengakui kemungkinan adanya kesalahan dalam pembacaan angka meteran listrik.
Hal ini terutama terjadi pada meteran lama di mana angka pencatatannya mulai memudar, sehingga berpotensi menyebabkan ketidakakuratan dalam penagihan.
Untuk mencegah masalah tersebut lebih lanjut, PLN mendorong pelanggan untuk memanfaatkan fitur swacam pada aplikasi PLN Mobile.
Fitur ini memungkinkan pelanggan melakukan pemindaian kWh meter secara mandiri agar pencatatan pemakaian listrik lebih akurat.
“Kami menghimbau kepada pelanggan PLN agar ada akurasi terkait pemakaian bisa menggunakan fitur swacam,” imbuh Firman Raharja.
Dengan fitur ini, pelanggan bisa melakukan pemindaian kWh meter dan akan menerima notifikasi mengenai detail penggunaan daya pada tanggal tertentu melalui ponsel mereka.
Firman memastikan bahwa PLN sangat terbuka untuk membantu pelanggan yang merasa tagihan listriknya tidak sesuai dengan ekspektasi atau terasa terlalu tinggi.
Pelanggan dapat menggunakan kanal pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile untuk memeriksa riwayat penggunaan listrik mereka serta memantau proses aduan yang diajukan.
“Yang sudah instal aplikasi bisa mengecek histori pemakaiannya sehingga kita bisa tracking status aduan kita sudah sampai mana,” jelasnya lebih lanjut.
Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh petugas lapangan yang akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi berdasarkan laporan pelanggan.
“Jadi secara umum kami terbuka dan siap membantu pelanggan-pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan agar kami dapat mencarikan solusinya dengan respons terbaik,” pungkasnya dengan optimisme.
Kenaikan tagihan listrik mendadak bagi banyak pelanggan seperti Ibrahim dan Isnaeni bukan hanya sekadar masalah administratif semata tetapi juga mencerminkan tantangan lebih besar dalam pengelolaan energi dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan perangkat elektronik di rumah mereka.
Di tengah situasi cuaca ekstrem dan perubahan iklim seperti fenomena El Nino yang semakin nyata, penting bagi setiap individu untuk memahami dampak penggunaan energi sehari-hari dan mengambil langkah-langkah proaktif dalam memantau konsumsi listrik mereka.
Dengan berkembangnya teknologi dan kemudahan akses informasi melalui aplikasi digital seperti PLN Mobile, masyarakat kini memiliki alat baru untuk mengelola dan memantau kebutuhan energi mereka sendiri dengan lebih baik. (*/stch/dda)