BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam upaya menjaga keselamatan pengguna jalan, Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyumas menunjukkan respons cepat terhadap insiden tumpahan solar yang terjadi di kawasan Jalan Sokajati.
Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (10/6/2026) dini hari, ketika laporan masuk ke call center petugas sekitar pukul 03.00 WIB.
Laporan tersebut disampaikan oleh seorang warga bernama Endi, yang mengamati adanya tumpahan bahan bakar yang tercecer di badan jalan area underpass Jenderal Soedirman di Purwokerto.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, menjelaskan bahwa petugas menduga tumpahan solar tersebut berasal dari sebuah mobil pikap berplat nomor R 9951 MK yang sebelumnya terguling di lokasi kejadian.
Kondisi ini tentunya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kendaraan lain tergelincir saat melintas, sehingga penanganan segera diperlukan.
“Begitu menerima laporan, Regu 2 Damkar Induk langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Tumpahan solar di badan jalan berpotensi menyebabkan kendaraan tergelincir sehingga harus segera dibersihkan,” ungkap Andaru Budilaksono.
Ungkapan ini menunjukkan komitmen Damkar Banyumas dalam menjamin keselamatan masyarakat di wilayahnya.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan bahwa kendaraan pikap yang diduga menjadi sumber tumpahan solar sudah tidak berada di tempat kejadian.
Hal ini membuat tim kesulitan untuk memastikan kronologi atau kondisi kendaraan dengan lebih detail.
Namun, fokus utama mereka tetap pada proses pembersihan solar yang telah tercecer agar jalan kembali aman untuk dilalui.
Petugas menggunakan serbuk kayu dan sejumlah peralatan pendukung lainnya untuk menyerap sisa-sisa bahan bakar tersebut.
Dengan efisiensi dan profesionalisme yang ditunjukkan, proses pembersihan dilakukan dengan cepat dan tepat.
“Saat ini tumpahan bahan bakar sudah berhasil dibersihkan sehingga permukaan jalan kembali aman dilalui kendaraan,” tambah Andaru.
Proses penanganan juga melibatkan personel dari Damkar Banyumas, Satlinmas, dan dukungan warga sekitar.
Kerja sama antara berbagai pihak ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam menangani situasi darurat demi keamanan masyarakat.
Setelah proses pembersihan selesai dilakukan, kondisi jalan dinyatakan aman dan tidak lagi membahayakan pengguna jalan.
Keberhasilan penanganan ini merupakan contoh nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan warga serta kelancaran arus lalu lintas di wilayah Purwokerto.
Insiden seperti ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama di area-area rawan kecelakaan seperti underpass atau jembatan.
Tumpahan bahan bakar bisa terjadi kapan saja dan dapat menimbulkan risiko besar bagi pengendara lain yang melintas.
Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai hal ini sangat diperlukan agar setiap individu dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Di sisi lain, para pemilik kendaraan juga dihimbau untuk selalu memastikan kondisi kendaraannya dalam keadaan baik sebelum digunakan.
Memperhatikan aspek teknis seperti kebocoran bahan bakar serta merawat mobil secara berkala menjadi langkah preventif penting untuk menghindari insiden serupa di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah meningkatkan perhatian terhadap infrastruktur jalan dan keselamatan berlalu lintas.
Upaya ini ditandai dengan peningkatan layanan pemadam kebakaran serta pelatihan bagi petugas agar dapat merespons berbagai situasi darurat dengan lebih efektif.
Kejadian tumpahan solar ini juga menyoroti pentingnya sistem komunikasi yang efisien antara masyarakat dan pihak berwenang.
Dengan adanya call center yang mudah dijangkau, masyarakat dapat cepat melaporkan kejadian-kejadian darurat seperti ini sehingga penanganannya bisa dilakukan segera mungkin. (zet/stch/dda)














