Iklan

Trotoar Jalan Vihara Pasar Wage Purwokerto Segera Ditata, Anggaran Capai 4,2 Miliar

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai melakukan penataan infrastruktur di kawasan Jalan Vihara, Kompleks Pasar Wage Purwokerto.

Tahap awal pembenahan difokuskan pada pembangunan saluran drainase sebelum nantinya dilanjutkan dengan penataan trotoar.

Pembangunan trotoar Jalan Vihara tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki yang beraktivitas menuju kawasan Pasar Wage.

Infrastruktur pedestrian di kawasan pasar diharapkan membuat akses masyarakat menjadi lebih tertata dan aman.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas saat ini terlebih dahulu mengerjakan konstruksi drainase tepi Jalan Vihara Kompleks Pasar Wage.

Pekerjaan tersebut menjadi tahap awal sebelum pembangunan trotoar dilakukan.

JF Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Muda DPU Kabupaten Banyumas, Amira Sunarto, mengatakan pekerjaan yang berlangsung saat ini masih berada pada tahap pekerjaan tanah atau persiapan pembangunan saluran drainase.

“Kedepannya ini merupakan rencana penataan trotoar di Jalan Vihara. Harapannya setelah adanya drainase nantinya dibangun trotoar di atasnya,” ujarnya.

Rencana penataan trotoar Jalan Vihara Purwokerto diarahkan untuk memberikan fasilitas pedestrian yang lebih layak bagi masyarakat.

Kawasan Pasar Wage merupakan salah satu area yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi sehingga akses pejalan kaki menjadi bagian penting dalam penataan kawasan.

DPU Banyumas berharap pembangunan drainase dan trotoar nantinya dapat membuat akses menuju Pasar Wage lebih rapi.

Selain meningkatkan estetika kawasan, keberadaan trotoar juga diharapkan mampu memberikan ruang berjalan yang lebih aman bagi masyarakat.

“Konsep trotoarnya nanti memberikan kenyamanan dan keamanan khususnya bagi pejalan kaki yang menuju Pasar Wage,” kata Amira.

Dengan konsep tersebut, trotoar tidak sekadar menjadi pelengkap badan jalan. Infrastruktur pedestrian akan menjadi bagian dari sistem akses masyarakat menuju pusat aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Wage.

Penataan trotoar juga diharapkan dapat memberikan pemisahan yang lebih jelas antara ruang kendaraan dan ruang pejalan kaki.

Dengan demikian, masyarakat yang berjalan menuju pasar memiliki ruang yang lebih aman untuk digunakan.

Meski rencana penataan trotoar sudah disiapkan, pembangunan tidak dapat langsung dilakukan secara keseluruhan.

DPU Banyumas menyebut keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan sehingga pengerjaan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap.

Untuk tahap sekarang, pemerintah masih memprioritaskan pembangunan drainase Jalan Vihara.

Setelah saluran selesai, pembangunan trotoar dapat dilanjutkan sesuai ketersediaan anggaran.

DPU Banyumas memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan trotoar mencapai sekitar Rp4,2 miliar. Perhitungan tersebut mempertimbangkan kondisi harga material saat ini.

“Dengan harga material saat ini perkiraan anggaran Rp4,2 miliar,” jelas Amira.

Besarnya kebutuhan anggaran tersebut menunjukkan bahwa penataan trotoar Jalan Vihara menjadi proyek infrastruktur yang membutuhkan perencanaan secara bertahap.

Pemerintah akan menyesuaikan pelaksanaan pembangunan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Sebelum trotoar dibangun, sistem drainase menjadi perhatian utama. Sebagian jaringan drainase di Jalan Vihara sebenarnya sudah tersedia.

Namun, masih diperlukan pembangunan saluran baru untuk menghubungkan jaringan tersebut dengan drainase yang sudah ada.

Pembangunan koneksi drainase diharapkan membuat sistem pembuangan air menjadi lebih optimal.

Salah satu masalah yang ingin dikurangi adalah genangan air di badan Jalan Vihara saat hujan.

“Sehingga, harapannya genangan air yang berada di badan jalan bisa segera mengering pada saat terjadi genangan,” tuturnya.

Dengan sistem drainase yang lebih terhubung, air hujan diharapkan dapat mengalir lebih cepat dan tidak terlalu lama menggenang di kawasan jalan.

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kenyamanan pengguna jalan.

Genangan yang bertahan lama dapat mengganggu kendaraan maupun pejalan kaki, terlebih kawasan Pasar Wage memiliki aktivitas masyarakat yang cukup padat.

Pekerjaan drainase di Jalan Vihara memiliki panjang sekitar 75 meter. Untuk pekerjaan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta.

Pekerjaan saat ini masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada 28 Oktober 2026.

Penyelesaian drainase menjadi tahapan penting sebelum rencana pembangunan trotoar dapat diteruskan.

Dengan selesainya saluran drainase, pemerintah memiliki fondasi infrastruktur yang lebih siap untuk mendukung penataan pedestrian di kawasan Jalan Vihara.

Jika seluruh rencana dapat direalisasikan secara bertahap, kawasan sekitar Pasar Wage diharapkan menjadi lebih tertata.

Masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut nantinya tidak hanya mendapatkan akses jalan yang lebih baik, tetapi juga fasilitas pejalan kaki yang lebih aman dan nyaman.

Penataan trotoar Pasar Wage Purwokerto juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ruang publik di kawasan perkotaan.

Keberadaan pedestrian yang layak dapat mendorong masyarakat berjalan kaki dengan lebih nyaman sekaligus memperbaiki keteraturan kawasan perdagangan.

Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui DPU akan melanjutkan tahapan pembangunan berdasarkan prioritas dan kemampuan anggaran.

Untuk saat ini, fokus utama adalah memastikan pekerjaan drainase selesai tepat waktu sehingga rencana penataan trotoar Jalan Vihara dapat berlanjut.

Dengan pembangunan drainase senilai Rp400 juta dan kebutuhan anggaran trotoar yang diperkirakan mencapai Rp4,2 miliar, pembenahan kawasan Jalan Vihara diharapkan menjadi investasi infrastruktur jangka panjang untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki dan akses menuju Pasar Wage Purwokerto. (*/stch/dda)

Iklan