Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

SBY Dilarikan ke RSPAD Usai Padatnya Agenda Diplomatik di Malaysia, Ini Kondisi Terbarunya

Sby dirawat di rspad, diduga kelelahan usai lawatan ke malaysiaSby dirawat di rspad, diduga kelelahan usai lawatan ke malaysia

BANYUMASEKSPRES.ID, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Syahrial Nasution, mengungkap bahwa Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sempat kelelahan usai menjalani serangkaian kegiatan yang cukup padat selama kunjungannya ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9 hingga 12 Juli 2025.

SBY dikabarkan menjalani tiga agenda resmi dalam waktu singkat yang cukup menyita tenaga dan perhatian.

Syahrial, yang turut mendampingi SBY dalam perjalanan tersebut, mengatakan bahwa mantan Presiden RI itu menghadiri tiga undangan penting selama di Malaysia. Salah satunya adalah undangan resmi dari Perdana Menteri Malaysia, Dato Seri Anwar Ibrahim.

“Pak SBY dan delegasi diterima PM Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim di kediaman dinas Perdana Menteri di Putra Jaya, KL,” ujar Syahrial dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu (20/7/2025).

Pertemuan tersebut berlangsung akrab dan penuh tawa, berlangsung hampir dua jam. Keduanya, yang memiliki hubungan historis cukup dekat, berbincang tentang banyak hal sekaligus bernostalgia mengenang masa-masa lalu.

Selain pertemuan dengan Anwar Ibrahim, SBY juga menghadiri forum Dinner Dialogue yang digelar oleh National Resilience College (NRC) Malaysia, sebuah lembaga setingkat Lemhanas di Indonesia yang kini dipimpin oleh Mayor Jenderal Abdul Karim bin Ahmad.

Forum tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi militer Malaysia, termasuk para jenderal bintang satu dan dua.

Syahrial menyebut bahwa acara NRC berlangsung dari pukul 19.45 hingga menjelang tengah malam pada Kamis (10/7/2025). Dalam forum itu, SBY tidak hanya menyampaikan pidato utama, tetapi juga melayani sekitar 11 pertanyaan langsung dari para peserta.

“Pak SBY tampil dengan semangat, menyampaikan speech yang komprehensif dan menjawab berbagai pertanyaan dari audiens militer dengan sangat terbuka dan detil,” tambah Syahrial.

Selain dua acara resmi itu, SBY juga memenuhi undangan dari Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid bin Hamidi. Agenda tersebut menambah panjang rangkaian kegiatan yang dijalaninya sejak siang hingga malam hari dalam beberapa hari berturut-turut.

Pada keesokan harinya, SBY masih menerima sejumlah tamu pribadi di Kuala Lumpur sebelum akhirnya kembali ke Jakarta pada 12 Juli. Setibanya di ibu kota, aktivitas politik dan sosial SBY langsung berlanjut, tanpa banyak jeda untuk istirahat.

Menurut Syahrial, kondisi SBY mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan beberapa hari setelah tiba di Indonesia.

Pada Selasa malam, 15 Juli, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga putra sulung SBY, memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto agar mendapat penanganan medis yang lebih intensif.

“Alhamdulillah, tidak ada hal yang terlalu serius, namun tetap perlu perhatian khusus dari tim dokter,” jelas Syahrial.

Usia SBY yang kini menginjak 76 tahun turut menjadi faktor yang membuatnya lebih rentan terhadap kelelahan dan dehidrasi. Terlebih lagi dengan intensitas aktivitas yang cukup tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Dengan aktivitas sesibuk itu, ditambah faktor usia, tentu tubuh beliau bisa mengalami dehidrasi lebih cepat,” ucapnya.

Meski demikian, kondisi SBY saat ini dilaporkan sudah lebih stabil. Tim medis disebut terus memantau kesehatannya, dan keluarga memastikan beliau cukup beristirahat.

Informasi mengenai SBY ini turut menarik perhatian publik, mengingat sosoknya yang tetap aktif dalam berbagai agenda nasional maupun internasional, meski sudah tidak menjabat sebagai presiden.

Keikutsertaannya dalam forum-forum strategis dan pertemuan dengan tokoh-tokoh penting dunia masih menjadi bagian dari kontribusinya bagi diplomasi dan citra Indonesia di kancah global.

Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan di usia lanjut, terlebih dengan beban aktivitas tinggi, membutuhkan perhatian lebih. Di saat yang sama, partisipasi tokoh-tokoh senior seperti SBY tetap menjadi bagian penting dari upaya memperkuat hubungan bilateral dan peran strategis Indonesia di mata dunia. (*stch)

Berita Sebelumnya
Tangis dan kepanikan di laut sulawesi

KM Gregorius Barcelona V Terbakar di Laut Sulawesi

Berita Selanjutnya
Layanan dasar pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan diperluas

Target Peningkatan Indeks Pembanguan Manusia di Jawa Tengah - Layanan Dasar Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Diperluas