Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pendidikan Nonformal Banyumas Berkembang, 6 Siswa Pokjar Tambak Siap Raih Ijazah Setara SMA

Siswa Putus Sekolah Ikuti UjianSiswa Putus Sekolah Ikuti Ujian
UJIAN: Siswa Paket C atau setara SMA asal Pokjar Kecamatan Tambak mengikuti ujian terpusat di PKBM Harapan Bangsa

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Di tengah semangat untuk meningkatkan akses pendidikan, enam siswa dari Kelompok Belajar (Pokjar) Kecamatan Tambak telah mengikuti ujian kelulusan kejar paket C setara SMA untuk tahun ajaran 2025/2026.

Mereka adalah anak-anak yang sebelumnya terpaksa putus sekolah dan kini berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program nonformal yang diinisiasi oleh pemerintah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah gencar menangani masalah anak tidak sekolah (ATS) sebagai upaya menanggulangi kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

Pembentukan pokjar menjadi salah satu solusi penting dalam meningkatkan partisipasi pendidikan di kalangan masyarakat yang terpinggirkan.

Pokjar yang beroperasi di Kecamatan Tambak menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan jumlah peserta didik yang terus bertambah setiap tahunnya.

Keberadaan pokjar ini tidak hanya memberikan harapan baru bagi mereka yang terputus dalam pendidikan formal, tetapi juga membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, mereka dapat kembali aktif belajar dan meraih impian.

Ketua Pokjar Kecamatan Tambak, Nuryadi, merasa bersyukur karena enam siswa tersebut telah mencapai tahapan akhir pembelajaran mereka.

Dalam waktu dekat, mereka akan menjadi lulusan pertama dari Pokjar Kecamatan Tambak.

Nuryadi menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak awal keberhasilan program pendidikan nonformal di wilayah tersebut.

Ia berharap ke depannya semakin banyak warga yang memanfaatkan kesempatan belajar melalui program ini.

“Bagi siswa Pokjar Kecamatan Tambak yang nanti lulus, jangan minder kalau melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Semoga kesuksesan selalu menyertai,” pesan Nuryadi dalam sebuah wawancara pada Minggu (5/4).

Ia menekankan pentingnya ijazah paket C yang diakui oleh pemerintah sehingga lulusan memiliki peluang yang sama dengan mereka yang menempuh jalur pendidikan formal.

Ujian kejar paket C tersebut dilaksanakan secara terpusat di PKBM Harapan Bangsa.

Mengingat pokjar masih berstatus sebagai kelas jauh, mereka belum memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan ujian secara mandiri.

Namun, proses pembelajaran tetap berjalan sesuai dengan standar pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Para peserta didik diberikan materi dan pendampingan secara intensif selama masa belajar agar mereka siap menghadapi ujian.

Sementara itu, pengelola Pokjar Kecamatan Tambak mulai merencanakan agenda penyisiran kembali terhadap anak tidak sekolah (ATS) untuk tahun ajaran 2026/2027.

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan di wilayah tersebut.

Penyisiran dilakukan dengan memanfaatkan data ATS dari Korwilcam Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas serta pemerintah kecamatan setempat.

Data tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui kunjungan langsung ke sasaran, sehingga realitas di lapangan bisa lebih akurat dan sesuai kebutuhan.

“Diharapkan nanti ATS dapat melanjutkan pendidikan di Pokjar Kecamatan Tambak,” tandas Nuryadi penuh harapan.

Upaya ini bukan hanya sekadar angka tetapi juga harapan bagi anak-anak di wilayah tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan memadai.

Program pokjar ini jelas terlihat sebagai upaya nyata dalam menekan angka putus sekolah di Banyumas.

Kehadiran program nonformal semacam ini sangat penting, terutama bagi masyarakat yang terpinggirkan atau kurang mampu mengakses pendidikan formal.

Nuryadi menegaskan bahwa keberhasilan para siswa ini adalah bukti bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi mereka.

Dalam konteks lebih luas, keberadaan Pokjar juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pendidikan inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas bagi semua orang.

Secara keseluruhan, inisiatif seperti Pokjar Kecamatan Tambak perlu diteruskan dan diperkuat agar semakin banyak anak-anak di Banyumas mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita mereka. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Project Hail Mary Bertahan di Box Office

Film Hollywood Project Hail Mary Masih Bertahan di Box Office Awal April 2026

Berita Selanjutnya
Tren Tahunan AK1 Terus Menurun

Krisis Lapangan Kerja di Purbalingga, Permintaan Kartu Kuning Turun Tajam Sejak 2022