Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Baim Wong Pernah Ditawari Jadi Bupati Purwakarta, Ini Alasan Tegasnya Tolak Terjun ke Politik

Ditawari Jadi Bupati PurwakartaDitawari Jadi Bupati Purwakarta
Baim pernah ditawari untuk terjun ke dunia politik.

BANYUMASEKSPRES.ID, Dalam dunia selebritas Indonesia, Baim Wong telah lama dikenal sebagai aktor yang kerap menghiasi layar kaca. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, Baim pernah ditawari untuk terjun ke dunia politik.

Tawaran itu datang dengan prospek menjadikannya sebagai Bupati Purwakarta, sebuah posisi politik yang cukup bergengsi di salah satu kabupaten di Jawa Barat.

Dalam sebuah wawancara podcast PWK yang dipandu oleh Gofar Hilman, Baim Wong berbagi pengalaman unik ini.

“Hampir, Bro. Kita beberapa kali dicalonin tuh jadi bupati (Purwakarta),” ungkap Muhammad Ibrahim, nama lengkapnya.

Ini bukan sekadar isapan jempol mengingat popularitasnya dan ketokohannya di kalangan masyarakat bisa menjadi modal politik yang kuat.

Namun demikian, Baim Wong memilih untuk menolak tawaran tersebut. Alasannya? Ia merasa enggan menghadapi kemungkinan memiliki banyak pembenci atau haters jika terjun ke dunia politik.

“Ah, nggak ah. Nggak saja, haters-nya banyak,” ujarnya dengan nada bercanda namun serius.

Meskipun tidak ada alasan spesifik lainnya yang ia kemukakan, ketenangan dan stabilitas hidup tanpa tekanan publik tampaknya lebih menarik baginya. Sejarah tawaran politik ini bukanlah hal baru bagi Baim Wong.

“Tapi emang benar dari dulu, dari beberapa puluh tahun lalu (ditawari),” tambahnya lagi dalam percakapan tersebut.

Rupanya, hasrat politik sudah lama membayang-bayangi kariernya di dunia hiburan. Meski demikian, Baim Wong tak memungkiri kalau ada dorongan dalam dirinya untuk ikut andil dalam dinamika pemerintahan di Purwakarta.

Hatinya sering kali ‘gatal’ melihat berbagai persoalan yang menurutnya perlu dibenahi dan diperjelas dalam tata kelola daerah tersebut.

“Cuma gue gemes, apa yang terjadi di dalam, perlu orang-orang yang jujur, orang-orang yang punya visi yang bagus, yang mau clear-in di dalam (internal),” tuturnya penuh semangat.

Baginya, penting ada sosok pemimpin dengan integritas tinggi dan visi cemerlang untuk melakukan reformasi nyata dari dalam pemerintahan itu sendiri.

“Kalau mau itunya ada, jujur. Karena menurut gue harus ada yang memulai, yang siap mati, ya istilahnya,” sambungnya lagi menegaskan sikap tegasnya terhadap pentingnya kepemimpinan berintegritas.

Keinginan ini mungkin juga didorong oleh ikatan emosional Baim Wong dengan Purwakarta. Meski lahir di Jakarta, ia merasa memiliki kedekatan batin dengan Purwakarta melalui ibundanya Kartini Marta Atmadja yang berasal dari sana.

Dalam keterangannya kepada awak media Banyumas Ekspres, ia mengungkapkan kebanggaannya akan akar purwakartanya itu.

“Nyokap sebenarnya (orang Purwakarta), tapi kita lahir di Jakarta. Cuma gue bangga sekali ketika bilang gue dari Purwakarta bukan dari Jakarta. Ada mempresentasikan kota lain. Nyokap gue tuh cinta mati sama Purwakarta,” jelas Baim dengan antusiasme tersendiri.

Kebanggaan itu bukan hanya sekadar kata-kata hampa bagi Baim Wong. Di tengah identitas urban Jakarta yang modern dan sibuk, memiliki ikatan kuat dengan sebuah kota kecil seperti Purwakarta memberikan perspektif berbeda tentang nilai-nilai lokal dan kedekatan komunitas.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya apa sebenarnya daya tarik dari posisi sebagai bupati bagi seorang figur publik seperti Baim Wong? Menjadi pejabat publik tentunya menghadirkan tantangan tersendiri dibandingkan dengan kehidupan glamor seorang selebritas.

Namun bagi sebagian orang termasuk Baim sendiri tampaknya ada daya tarik tersendiri untuk bisa membuat perubahan nyata secara langsung melalui sistem pemerintahan formal.

Di sisi lain keputusan Baim untuk tetap berada di jalur seni peran dan industri kreatif menunjukkan kesadaran diri akan kekuatan dan minat pribadinya sendiri.

Dunia hiburan menawarkan platform berbeda baginya untuk tetap menyuarakan pesan sosial sekaligus menghibur masyarakat luas tanpa harus terjebak dalam kompleksitas politik praktis.

Bagi para penggemar setia maupun masyarakat umum tentunya keputusan ini disambut positif karena mereka masih bisa menyaksikan aksi-aksi apik serta karya-karya inovatif lainnya dari sosok multi-talenta tersebut tanpa adanya interupsi karier ke ranah lain.

Sementara itu, kedekatan emosional antara seorang individu dengan tanah leluhurnya memang sering kali menciptakan dorongan batiniah kuat untuk memberikan kontribusi lebih besar pada komunitas asal usul mereka sendiri meskipun jalur kontribusi tersebut mungkin berbeda-beda bagi setiap orang sesuai kapasitas masing-masing.

Pada akhirnya, pilihan tetap berada pada tangan setiap individu bagaimana cara terbaik mereka ingin memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar apakah melalui kiprah politik langsung atau lewat medium lain seperti seni dan budaya sebagaimana dilakukan oleh Baim Wong hingga saat ini. (*/stch/fam)

Berita Sebelumnya
Beasiswa S2 S3 Irlandia Dibuka, Tunjangan Hingga Rp197 Juta

Beasiswa S2 dan S3 Irlandia Resmi Dibuka, Tunjangan Sampai Rp 197 Juta

Berita Selanjutnya
Dompet Digital Hadirkan Kaleidoskop Keuangan

Dompet Digital Suguhkan Kaleidoskop Rekapan Keuangan Sepanjang Tahun