BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas mengumumkan rencana pemeliharaan rutin yang akan dilakukan setiap bulan di Alun-alun Purwokerto.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga kondisi rumput dan kenyamanan pengunjung, terutama setelah kawasan tersebut dibuka kembali untuk umum.
Di tengah tingginya aktivitas masyarakat, pemeliharaan yang teratur menjadi sangat penting demi menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi semua.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, dr. Arif Sugiono, menjelaskan bahwa evaluasi terkait durasi penutupan sementara selama proses pemeliharaan akan terus dilakukan.
Evaluasi ini akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan perawatan rumput di area alun-alun.
Sebelumnya, penutupan sementara telah dilakukan selama enam hari, tetapi pihaknya tetap membuka kemungkinan untuk memperpanjang waktu jika kondisi rumput memerlukan perawatan tambahan.
“Kemarin kita coba di enam hari (ditutup sementara). Kita tidak menutup kemungkinan lebih dari itu, kita lihat situasi dan kondisi,” ungkap Arif Sugiono.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen DLH Banyumas dalam memastikan bahwa pemeliharaan dilakukan secara berkala dan efektif, sehingga hasil yang dicapai dapat optimal.
Kebutuhan pemeliharaan Alun-alun Purwokerto kini semakin mendesak setelah tempat ini dibuka kembali untuk masyarakat.
Peningkatan jumlah pengunjung membawa dampak signifikan terhadap kondisi rumput dan lingkungan sekitar.
“Butuh ekstra pemeliharaan,” tambah Arif.
Dengan meningkatnya frekuensi kunjungan, DLH Banyumas bertekad untuk melakukan perawatan yang lebih intensif dibanding sebelumnya.
Meskipun demikian, saat ini kondisi rumput di Alun-alun Purwokerto masih dinilai relatif baik. DLH Banyumas terus berupaya menjaga kualitas rumput agar tetap terpelihara dengan baik.
“Sementara kondisi rumput, masih aman. Memang kita imbangi dengan pemeliharaan yang lebih optimal,” ucapnya.
Selain pemeliharaan rutin yang dijadwalkan bulanan, DLH Banyumas juga mengambil langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi musim kemarau mendatang.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah meningkatkan intensitas penyiraman rumput sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Saat ini, proses penyiraman dilakukan minimal sekali sehari.
Namun, frekuensi penyiraman dapat ditambah apabila cuaca atau kebutuhan rumput mengharuskannya.
“Sekarang minimal sehari sekali. Kita optimalkan menjadi dua hari sekali jika dibutuhkan,” jelas Arif lebih lanjut.
Dengan strategi ini, diharapkan kondisi Alun-alun Purwokerto tetap nyaman digunakan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas maupun bersantai.
Pentingnya menjaga fasilitas publik seperti Alun-alun Purwokerto tidak dapat dipandang sebelah mata.
Tempat ini merupakan salah satu ikon Kota Purwokerto yang sering dijadikan lokasi berkumpul bagi warga setempat maupun wisatawan dari luar daerah.
Oleh karena itu, upaya pemeliharaan yang dilakukan oleh DLH Banyumas menjadi sangat strategis dalam menciptakan ruang publik yang berkualitas.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan kawasan alun-alun juga sangat diperlukan. (res/stch/dda)
















