Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dari 266 Koperasi Merah Putih di Banjarnegara, Baru 50 yang Aktif Jalankan Usaha

Baru 50 KDKMP yang Aktif OperasionalBaru 50 KDKMP yang Aktif Operasional
BERJEJER: Bantuan motor Viar KDKMP untuk KDKMP di Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dari 266 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk di Kabupaten Banjarnegara, hanya sekitar 50 koperasi yang menunjukkan perkembangan usaha yang signifikan.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada semua KDKMP agar dapat lebih aktif dalam menjalankan usahanya.

Kiki Kadarwati, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop UKM Banjarnegara, menegaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan target waktu tertentu bagi seluruh KDKMP untuk beroperasi secara penuh.

Sebaliknya, fokus utama mereka adalah memastikan bahwa setiap koperasi memiliki aktivitas usaha yang berjalan dan dapat berkembang dengan baik.

“Kami tidak ada target kapan semuanya harus beroperasi. Yang kami dorong justru kelembagaan yang kuat dan kegiatan usahanya berjalan. Karena masih banyak koperasi yang sudah terbentuk, tetapi usahanya belum aktif,” ujarnya.

Menurut Kiki, saat ini hanya ada 13 gerai KDKMP yang sudah diresmikan.

Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya agar koperasi mulai menjalankan usaha meskipun belum memiliki gedung permanen.

“Jangan sampai terhambat hanya karena gedung masih proses pembangunan atau kelengkapannya belum selesai. Walaupun masih pinjam tempat pun, usahanya bisa tetap jalan dulu,” tambahnya.

Beberapa KDKMP sudah mulai mengambil langkah-langkah awal dengan menjalankan usaha sederhana seperti layanan lakupandai, pembayaran pajak hingga penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi koperasi tetapi juga meningkatkan keterlibatan anggota dalam kegiatan ekonomi.

Lebih lanjut, sejumlah KDKMP telah menjalin kerjasama antar desa melalui pertukaran komoditas unggulan.

Misalnya, desa penghasil beras telah mulai menyalurkan hasil panennya ke desa lain yang memproduksi gula maupun kebutuhan lainnya.

“Sudah ada yang saling tukar komoditas antar desa. Itu artinya aktivitas ekonomi mulai tumbuh,” ungkap Kiki dengan penuh harapan.

Kiki juga berharap bahwa lebih banyak KDKMP di Banjarnegara akan segera memulai kegiatan usahanya dan tidak sekadar menunggu kesempatan datang.

“KDKMP ini program strategis nasional yang diinisiasi langsung oleh Presiden. Kami yakin ke depan akan mendapat perhatian besar dari pemerintah,” jelasnya.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di tingkat lokal dengan menggali potensi sumber daya yang ada di setiap desa atau kelurahan.

Oleh karena itu, penting bagi setiap anggota koperasi untuk terlibat aktif dalam mengembangkan usaha mereka demi mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks ini, dukungan dari pemerintah daerah sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan koperasi-koperasi tersebut.

Dengan adanya kebijakan dan fasilitas yang mendukung, diharapkan setiap koperasi dapat mengoptimalkan kinerja mereka dalam menyediakan berbagai layanan kepada masyarakat. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
BTS Dikepung Army Selama di Meksiko

Fenomena ARMY BTS di Meksiko Tunjukkan Kekuatan Komunitas Penggemar Global

Berita Selanjutnya
Revitalisasi Total 44 Sekolah

44 Sekolah di Purbalingga Dapat Revitalisasi 39,5 Miliar, Ini Daftar Jenjang Penerimanya