BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia kembali menjadi perhatian, menyusul adanya laporan terbaru dari Kota Madinah, Arab Saudi. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Banyumas dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis intensif di Rumah Sakit King Salman, setelah mengalami infeksi paru-paru.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Kloter 5, Lubab Habiburohman, yang menyatakan bahwa jemaah tersebut merupakan laki-laki berusia lanjut, yakni 84 tahun, dan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Donohudan.
Menurut laporan yang dihimpun, jemaah mengalami gejala berat yang mengarah pada Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), sebuah kondisi medis serius yang memerlukan tindakan cepat.
Gejala awal ditandai dengan sesak napas berkepanjangan dan batuk, hingga akhirnya tim medis kloter mengambil keputusan untuk merujuknya ke fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki peralatan dan tenaga medis memadai.
Rumah Sakit King Salman di Madinah menjadi pilihan utama, mengingat reputasinya dalam menangani pasien-pasien jemaah haji dari berbagai negara.
Pendampingan terhadap jemaah yang dirawat tidak hanya dilakukan oleh tim medis, tetapi juga melibatkan pembimbing ibadah, petugas kesehatan kloter, hingga pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Kehadiran mereka di rumah sakit pada Kamis, 8 Mei 2025, menjadi bentuk dukungan moral serta tanggung jawab kolektif untuk memastikan jemaah tetap merasa diperhatikan dan didampingi selama masa pemulihan.
Jemaah yang bersangkutan tidak sendirian menjalani perawatan. Putrinya yang ikut dalam rombongan haji turut mendampingi di ruang perawatan. Kondisi ini membuat komunikasi antara tenaga medis dan keluarga menjadi lebih mudah, sehingga segala prosedur medis dapat dilakukan secara cepat dan transparan.
Tim medis dari RS King Salman juga memberikan update perkembangan kondisi pasien secara berkala kepada petugas haji Indonesia.
Selain satu jemaah yang dirujuk tersebut, Ketua Kloter 5 memastikan bahwa seluruh jemaah lainnya dalam keadaan stabil. Beberapa memang sempat mengalami gangguan kesehatan ringan seperti kelelahan akibat cuaca panas, flu ringan, dan gejala dehidrasi ringan, namun telah mendapatkan penanganan medis dari tim dokter dan perawat kloter.
Seluruh jemaah tetap mendapatkan pengawasan rutin dan diimbau untuk menjaga asupan cairan serta istirahat yang cukup.
Petugas Haji Daerah (PHD) yang membidangi urusan ibadah, Amirudin, menyampaikan doa dan harapannya agar semua jemaah asal Banyumas tetap dalam kondisi sehat, terutama menjelang fase ibadah yang lebih berat di Kota Mekkah. Ia juga berharap jemaah yang saat ini dirawat di RS King Salman segera pulih dan bisa bergabung kembali bersama rombongan untuk melanjutkan ibadah haji yang menjadi impian seumur hidup mereka.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan haji serta pentingnya kesiapan fisik, terutama bagi jemaah berusia lanjut. Dengan jumlah jemaah lansia yang terus meningkat setiap tahunnya, aspek layanan kesehatan dan respons cepat terhadap kondisi darurat menjadi krusial dalam keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji.
Masyarakat di tanah air juga diimbau untuk ikut mendoakan kesembuhan seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Keberadaan fasilitas seperti RS King Salman menjadi bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan haji yang telah dirancang untuk mendukung kelancaran ibadah dan keselamatan jemaah. (yda/*stch)
















