BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Program perbaikan jalan di Kabupaten Purbalingga, yang dikenal dengan nama “Alus Dalane,” masih mengalami kemacetan hingga pertengahan September 2025.
Dari total anggaran sebesar Rp122 miliar yang dialokasikan untuk proyek ini, baru sekitar Rp10 miliar yang telah direalisasikan. Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Purbalingga tetap optimis bahwa seluruh target perbaikan di 130 titik jalan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga, Drajat Uji Wakhyono, menekankan bahwa keyakinan ini bukan tanpa alasan.
“Bisa selesai tepat waktu, asal proses pemilihan penyedia tender atau e-purchasing lancar,” ujarnya dalam sebuah wawancara pada Kamis (18/9/2025).
Drajat, yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Purbalingga, mengungkapkan bahwa timnya tengah mempercepat proses lelang melalui e-purchasing atau e-katalog versi 6. Namun, dia mengakui ada kekhawatiran terkait persoalan administrasi yang bisa menjadi hambatan.
“Secara teknis bisa selesai, tapi dikhawatirkan administrasi pembayaran dan syarat-syaratnya belum terpenuhi,” jelasnya lebih lanjut.
Drajat menegaskan komitmen Pemkab agar janji program ini benar-benar terwujud.
“Harapan kami, semua realisasi bisa berjalan mulus sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Pada tahun ini, program “Alus Dalane” memperoleh anggaran jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Dari semula hanya Rp13 miliar, kini meningkat hampir sepuluh kali lipat menjadi Rp122 miliar.
Dana tersebut bersumber dari beberapa pihak: Rp85 miliar dari APBD Kabupaten, Rp5 miliar dari Bantuan Keuangan Gubernur Jawa Tengah melalui aspirasi H Karsono (anggota DPRD Provinsi), serta Rp31 miliar dari pemerintah pusat lewat aspirasi H Rofik Hananto (anggota DPR RI). Dengan total dana tersebut, Pemkab menargetkan perbaikan di 130 titik jalan.
Realisasi anggaran sebesar Rp112 miliar sisanya diharapkan dapat dipacu mulai akhir September hingga November.
Di sisi lain, Pemkab juga menargetkan perbaikan 12 ruas jalan utama yang didanai melalui APBD murni 2025. Proyek ini direncanakan mulai sejak Juli lalu namun masih menunggu penyelesaian tahapan lelang.
Dua belas ruas prioritas tersebut meliputi Gembrungan–Bandingan, Rajawana–Rembang, Kalikajar–Penaruban, Karanggedang–Pekutukan, Karangkabur–Kalitinggar, Wirasana–Kalikajar, Jalan Letjend S. Parman, Slinga–Kembaran Wetan, Kalikajar–Sidanegara, Karanggambas–Walik, Mewek–Kalimanah Wetan serta Panican–Kemojing.
Ruas-ruas ini dinilai krusial karena berfungsi sebagai penghubung utama antarwilayah sekaligus mendukung akses masyarakat untuk kegiatan ekonomi maupun layanan publik.
Selain itu, terdapat 57 ruas jalan lainnya dengan nilai proyek di bawah Rp200 juta yang akan dikerjakan melalui mekanisme pengadaan langsung. Untuk tahap awal tahun 2025 ini total anggaran infrastruktur jalan mencapai Rp47 miliar.
Meskipun rencana sudah disusun secara detail sejumlah warga mengaku resah karena hingga kini jalan di wilayah mereka masih rusak. Aprilia Sari (36), warga Kaligondang misalnya menyatakan bahwa kerusakan jalan sudah lama mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.
“Kalau musim hujan becek dan licin. Kalau kemarau debunya sampai ke rumah-rumah. Kami berharap segera diperbaiki jangan menunggu akhir tahun,” ungkap Aprilia dengan nada penuh harap.
Senada dengan itu Triana (37) warga Kalimanah menyebut jalan yang rusak justru banyak ditemukan di jalur penghubung antardesa atau antarkecamatan.
“Saya tiap hari lewat jalan yang berlubang. Kadang motor sampai oleng. Kalau katanya anggaran besar ya semoga benar-benar cepat direalisasikan,” tutup Triana sambil berharap perbaikan dapat segera dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.
Melihat situasi ini memang diperlukan percepatan dalam pelaksanaan proyek perbaikan agar hasilnya bisa dinikmati masyarakat luas sesuai dengan harapan pemerintah daerah dan janji yang telah dibuat oleh para pemangku kebijakan.
Dalam konteks ini penting bagi pemerintah untuk memastikan semua prosedur administrasi berjalan lancar demi kelancaran proyek yang tengah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Purbalingga agar tidak terjadi lagi penundaan seperti sebelumnya dan target waktu dapat tercapai sesuai rencana awal. (tya/bay/stch)
















