Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Penerima Beasiswa Patriot Bisa Double Degree, Begini Mekanismenya

1467066493 maba ezgif.com resize1467066493 maba ezgif.com resize
Penerima Beasiswa Patriot berpeluang menempuh double degree di luar negeri lewat kerja sama Kementerian Transmigrasi dengan universitas top dunia seperti Technical University of Munich (TUM).

BANYUMASEKSPRES.ID, Kementerian Transmigrasi RI tengah menyiapkan skema baru agar penerima Beasiswa Patriot bisa menempuh program double degree di luar negeri mulai tahun depan.

Langkah strategis ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu membangun kawasan transmigrasi berdaya saing tinggi.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa Beasiswa Patriot bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi besar bagi masa depan pembangunan Indonesia.

Program ini, kata dia, merupakan bagian dari transformasi besar dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah transmigrasi seluruh Indonesia.

“Akan ada insyaallah tahun depan Beasiswa Patriot ya di mana SDM-SDM unggul lulusan-lulusan sarjana top universitas di seluruh Indonesia itu bisa melakukan pembangunan kawasan transmigrasi secara menyeluruh dan bermartabat,” ujar Iftitah dalam detikJateng, Sabtu (1/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa kuota Beasiswa Patriot akan disiapkan untuk 1.000 mahasiswa, dengan tujuan menghadirkan generasi terdidik yang siap membangun wilayah transmigrasi secara profesional.

Melalui skema double degree Beasiswa Patriot, mahasiswa akan berkesempatan menempuh studi di universitas dalam negeri sekaligus melanjutkan pendidikan di kampus mitra luar negeri.

Kerja sama internasional ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam memperluas jejaring akademik dan memperkuat diplomasi pendidikan di tingkat global.

Skema Double Degree Beasiswa Patriot akan dijalankan bersama Universitas Diponegoro (Undip), yang telah mempersiapkan dukungan akademik dan kelembagaan secara menyeluruh untuk mendukung program unggulan ini.

Rektor Undip, Suharnomo, memastikan bahwa kampusnya siap melaksanakan program tersebut dan telah menyiapkan 14 program studi untuk mendukung implementasinya secara konkret.

“Untuk beasiswa, Undip sudah menyiapkan di 14 prodi. Salah satunya sudah ready dengan TUM. Pak profesornya juga datang ke sini dan sudah meninjau di beberapa wilayah transmigrasi dengan Pak Menteri dan dari tim dari Undip,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Technical University of Munich (TUM), Jerman, akan menjadi mitra utama dalam pelaksanaan program double degree bersama Undip dan Kementerian Transmigrasi.

“Saya rasa itu bukti nyata bahwa kita memang serius ingin support pada transformasi yang ada di transmigrasi,” lanjut Suharnomo dengan optimisme.

Program Beasiswa Patriot sendiri dirancang khusus oleh Kementerian Transmigrasi untuk menempatkan penerima beasiswa di kawasan transmigrasi sebagai agen pembangunan dan penggerak ekonomi daerah.

Saat ini terdapat 154 kawasan transmigrasi yang menjadi sasaran program, dengan lokasi prioritas seperti Barelang di Batam, Salore di Merauke, serta antara Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan alokasi 30–60 persen kuota Beasiswa Patriot untuk anggota Komponen Cadangan (Komcad) guna memperkuat semangat bela negara.

Langkah ini diharapkan membentuk karakter tangguh, disiplin, dan nasionalis pada para penerima Beasiswa Patriot Double Degree di Luar Negeri agar mampu berkontribusi nyata setelah lulus.

Menurut laman resmi kementerian, penerima beasiswa akan memperoleh pendidikan di universitas terbaik, penguatan karakter melalui pelatihan Komcad, serta penempatan strategis di kawasan transmigrasi.

Setelah menyelesaikan studi, para penerima beasiswa diwajibkan menjalani ikatan dinas selama periode tertentu sebagai bentuk pengabdian terhadap pembangunan dan swasembada nasional.

Melalui sistem ini, pemerintah berharap para lulusan dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di wilayah transmigrasi terpadu dan memperkuat daya saing Indonesia.

Pendaftaran Beasiswa Patriot Double Degree di Luar Negeri terbuka bagi sarjana terbaik dari berbagai jurusan, terutama teknik, pertanian, dan kesehatan sebagai prioritas utama.

Seleksi dilakukan ketat melalui tes akademik, psikologi, kesehatan, serta wawancara untuk mendapatkan kandidat terbaik dan paling siap menjalankan misi pembangunan nasional.

Program ini menjadi bagian dari visi Kementerian Transmigrasi dalam menghadirkan pendidikan tinggi inklusif yang mampu mempertemukan potensi lokal dan jejaring internasional.

Dengan adanya kerja sama antara Undip dan TUM, penerima Beasiswa Patriot diharapkan memperoleh pengalaman akademik global yang bisa diterapkan di tanah air.

Selain meningkatkan kapasitas individu, Beasiswa Patriot Double Degree di Luar Negeri juga diharapkan membuka peluang kolaborasi riset dan inovasi antarnegara yang berkelanjutan.

Melalui sinergi ini, mahasiswa Indonesia dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkomitmen membangun bangsa dengan nilai kemanusiaan tinggi.

Ke depan, Beasiswa Patriot diharapkan menjadi simbol kemajuan pendidikan nasional dan membuka jalan menuju generasi muda berdaya saing global dengan semangat nasionalisme kuat.

Dengan peluang Beasiswa Patriot Double Degree di Luar Negeri, mahasiswa Indonesia kini memiliki kesempatan nyata untuk belajar, mengabdi, dan berkontribusi bagi kemajuan negeri.(amp)

Berita Sebelumnya
Beasiswa serasa 2026 memberikan bantuan pendidikan untuk siswa tk sma di indonesia

Beasiswa Serasa 2026 Dibuka untuk Siswa TK-SMA, Ini Syarat Daftarnya

Berita Selanjutnya
Main aplikasi fizzo novel bisa hasilkan saldo dana

Saldo DANA Siap Diklaim Hasil Tuntaskan Misi Baca Cerita di Aplikasi Fizzo Novel