Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Strategi Pemerintah Kebumen Meningkatkan Pendapatan Petani Lewat MBG Nglarisi Pasar

Kelompok Tani Dapat Harga Lebih BaikKelompok Tani Dapat Harga Lebih Baik
Anggota Kelompok Tani Buluspesantren, Imam Mursyid

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Para petani di Kabupaten Kebumen menyambut antusias program pemerintah setempat yang diberi nama MBG Nglarisi Pasar dan Petani.

Program ini mendapatkan sambutan hangat karena secara langsung meningkatkan pendapatan petani melalui harga jual yang lebih baik.

Salah satu anggota kelompok tani, Imam Mursyid, warga Buluspesantren, mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan dampak positif dengan menyediakan harga jual hasil pertanian yang lebih tinggi.

Menurutnya, yayasan yang sebelumnya membeli bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pengepul kini langsung membelinya dari kelompok tani.

“Petani itu langsung merasakan harga yang lumayan tinggi, yang semula yayasan ke pengepul ini langsung ke kelompok tani, petani langsung. Harganya jadi lumayan bagus,” ujar Imam, menekankan pada keuntungan ekonomis yang diperoleh petani dari perubahan mekanisme pembelian tersebut.

Sebagai contoh nyata dari manfaat program ini, Imam menjelaskan bahwa timun yang sebelumnya dijual seharga Rp 2 ribu per kilogram kini dapat dijual dengan harga Rp 3 ribu per kilogram.

Selain timun, ada beberapa jenis sayuran lainnya yang nantinya akan disuplai ke yayasan mitra BGN setiap bulan sekali dalam jumlah 5 kuintal.

Jenis sayuran tersebut meliputi kacang panjang, tomat, jagung muda, cabai kriting dan cabai rawit.

Imam berharap bahwa program ini dapat berlanjut dan memungkinkan suplai dari kelompok tani ke yayasan dilakukan setiap hari.

Ia dan kelompoknya menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku lokal dari yayasan demi kelangsungan program MBG.

“Ini kan programnya cuma satu bulan sekali,” tambah Imam dengan harapan agar frekuensi pengiriman dapat ditingkatkan.

Teguh Yuliono selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen turut memberikan pandangannya mengenai kesepakatan kerja sama ini.

Beliau menyebutkan bahwa ada enam kelompok tani dan enam yayasan atau koperasi yang telah menandatangani kerja sama hari ini. Perjanjian tersebut akan berlangsung selama satu tahun.

“Harapannya barang petani, kelompok kita bisa masuk ke dapur, bisa memperpendek rantai distribusi. Petani dapat harga bagus dan dapur dapat barang yang fresh dari petani,” ujar Teguh dengan optimisme terhadap manfaat jangka panjang dari kolaborasi ini.

Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani membawa harapan baru bagi para petani di Kebumen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka melalui distribusi produk yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan adanya kerjasama antara kelompok tani dan yayasan atau koperasi, diharapkan rantai distribusi dapat diperpendek sehingga konsumen mendapatkan produk yang lebih segar langsung dari para petani.

Selain itu, keberlanjutan program ini juga penting untuk memastikan bahwa para petani mendapatkan akses pasar yang stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Hal ini tidak hanya menguntungkan para petani tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal secara keseluruhan.

Melalui inisiatif seperti MBG Nglarisi Pasar dan Petani, Pemerintah Kabupaten Kebumen menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Dengan demikian, diharapkan akan tercipta ekosistem pertanian yang lebih kuat dan berdaya saing di masa depan.

Inovasi seperti ini sangat diperlukan untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan lokal.

Program pemerintah daerah seperti MBG Nglarisi Pasar dan Petani menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan yang tepat sasaran dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Sebagai langkah selanjutnya, penting bagi semua pihak terkait untuk terus memantau pelaksanaan program ini serta melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan bahwa tujuan-tujuan utamanya tercapai secara optimal.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif dari para petani dan yayasan atau koperasi menjadi kunci suksesnya program ini di masa mendatang.

Dengan berjalannya waktu, semoga inisiatif seperti MBG Nglarisi Pasar dan Petani dapat menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan program serupa demi kesejahteraan petani secara keseluruhan. (mam/dda)

Berita Sebelumnya
Strategi KONI Hadapi Porprov Jateng

Target 7 Besar di Porprov 2026, KONI Banjarnegara Optimalkan Potensi Atlet untuk Medali Emas

Berita Selanjutnya
Indonesia–China Perkuat Kerja Sama Strategis

China Investasi 16 Proyek Bernilai 36,4 Triliun di Indonesia, Fokus pada Teknologi dan Manufaktur