Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sempat Diwarnai Kericuhan, Persak Kebumen Berhasil Bungkam Persibara 3-0 di Kandang

Sempat Diwarnai Kericuhan, Persak Benamkan PersibaraSempat Diwarnai Kericuhan, Persak Benamkan Persibara
PANAS: Pemain Persak Kebumen dan Persibara Banjarnegara terlibat benturan keras

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Di tengah gemuruh Stadion Soemitro Kolopaking, pertandingan antara Persibara Banjarnegara dan Persak Kebumen berlangsung sengit pada Minggu (11/1/2026).

Pertarungan di Liga 4 Jawa Tengah 2026 ini tidak hanya menyuguhkan persaingan ketat di lapangan, tetapi juga diwarnai dengan kericuhan yang menggambarkan tingginya tensi laga, sebelum akhirnya Persak Kebumen keluar sebagai pemenang dengan skor telak 3-0.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persibara yang tampil di kandang sendiri berusaha menguasai permainan.

Dukungan penuh dari para suporter menjadi bahan bakar semangat bagi Bayu Eko Prasetyo dan rekan-rekannya untuk langsung menekan pertahanan tim tamu.

Kesempatan emas sempat tercipta melalui tendangan Kiki Aprianto di menit ke-10 dan tendangan bebas dari Bayu Eko beberapa saat kemudian, namun sayangnya belum mampu mengubah skor.

Meskipun Persibara mendominasi serangan, efektivitas justru menjadi milik Persak Kebumen.

Gol pembuka tercipta menjelang akhir babak pertama ketika umpan silang Hery Setiawan dari sisi kanan mampu diselesaikan dengan baik oleh Angga Kurniawan pada menit ke-47. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persibara berupaya bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan mereka. Namun celah di lini belakang kembali dieksploitasi oleh Persak Kebumen.

Serangan balik cepat pada menit ke-53 berhasil dimanfaatkan oleh Al Ahmad Febyanto untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0 bagi tim tamu.

Pertandingan semakin memanas ketika benturan keras terjadi pada menit ke-68 di depan gawang Persak.

Insiden tersebut melibatkan salah satu pemain Persibara dengan kiper Persak Kebumen dan memicu kericuhan di sekitar lapangan yang melibatkan protes dari ofisial serta suporter tuan rumah.

Wasit pun terpaksa menghentikan pertandingan sementara hingga situasi kembali kondusif.

Setelah pertandingan dilanjutkan, Persibara sempat memperoleh peluang lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti pada menit ke-87.

Namun kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan untuk memperkecil ketertinggalan.

Justru di masa tambahan waktu, Persak kembali menunjukkan konsistensinya ketika Fahrizal Galuh mencetak gol ketiga pada menit 95+5, sekaligus memastikan kemenangan perdana bagi Persak Kebumen di Liga 4 Jawa Tengah 2026.

Pelatih Persak Kebumen, Gatot Barnowo, merasa puas dengan disiplin dan kerja keras anak asuhnya yang tetap fokus meski pertandingan berlangsung dalam tekanan tinggi.

“Pertandingannya berat karena tensinya tinggi dan kedua tim sama-sama butuh poin,” kata Gatot usai laga.

“Anak-anak bisa disiplin dan memaksimalkan peluang yang ada.”

Di sisi lain, pelatih Persibara Banjarnegara, Agus Riyanto, mengakui bahwa timnya kalah dalam banyak aspek selama pertandingan tersebut.

Ia mencatat adanya perbedaan kualitas individu khususnya saat rotasi pemain yang cukup terasa.

“Kita harus jujur, ada perbedaan kemampuan yang cukup terasa,” ujarnya sembari menambahkan bahwa evaluasi besar perlu dilakukan untuk memperbaiki penampilan tim.

Meski mengalami kekalahan telak di kandang sendiri, Agus menegaskan bahwa Persibara belum menyerah dalam perburuan tiket lolos fase berikutnya.

Masih ada tiga pertandingan tersisa yang akan dimaksimalkan untuk menjaga peluang mereka tetap hidup.

Dengan hasil ini, Persak Kebumen berhasil meraih tiga poin penting dan membuka peluang bersaing di Grup F sedangkan Persibara Banjarnegara semakin tertekan dalam klasemen sementara setelah hasil kurang memuaskan dalam beberapa laga terakhir.

Sementara itu, hari buruk juga dialami oleh Wijayakusuma FC yang harus takluk tipis 0-1 dari tuan rumah Persibat Batang di Stadion Moh. Sarengat, Batang.

Pertandingan sempat tertunda akibat hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan stadion sejak menit-menit awal laga dimulai.

Setelah pertandingan dilanjutkan kembali kedua tim saling melakukan serangan bergantian dengan Wijayakusuma FC menjalankan skema permainan mereka dengan cukup baik sayangnya peluang-peluang emas tidak bisa dikonversi menjadi gol.

Menjelang akhir pertandingan petaka menghampiri Wijayakusuma FC ketika Hamam Fikri berhasil memanfaatkan kelengahan lini pertahanan tim tamu dan mencetak gol penentu kemenangan bagi tuan rumah pada menit ke-89.

Hingga peluit panjang dibunyikan skor 1-0 tetap tidak berubah untuk kemenangan tuan rumah.

Pelatih Wijayakusuma FC M Yahya menilai anak asuhnya sebenarnya sudah tampil cukup baik sepanjang pertandingan meskipun kondisi lapangan yang licin serta laga sempat terhenti cukup lama dinilai mempengaruhi konsentrasi pemain terutama di menit-menit akhir pertandingan tersebut berlangsung.

“Secara permainan anak-anak sudah bagus beberapa kali bisa melakukan serangan namun peluang yang ada belum bisa dimaksimalkan lapangan licin serta laga sempat berhenti cukup lama itu sedikit banyak berpengaruh pada fokus pemain,” ujarnya.

Dengan hasil tersebut Wijayakusuma FC masih bertahan di peringkat kedua klasemen sementara Grup G dengan raihan tiga poin sementara Persak Kebumen membawa pulang modal penting untuk menjaga asa bersaing lebih jauh lagi dalam Liga 4 Jawa Tengah 2026. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Komdigi blokir aplikasi zangi

Komdigi Tegas Blokir AI Grok, Konten Deepfake Pornografi Dinilai Langgar HAM

Berita Selanjutnya
Utang Pinjol Tembus Rp 94,85 T

Utang Pinjol Tembus 94,85 Triliun, OJK Ungkap Risiko Kredit Macet Fintech