BANYUMASEKSPRES.ID, Film “Yohanna” yang dinanti-nantikan oleh banyak penonton akan resmi tayang di bioskop mulai 9 April 2026.
Film ini dibintangi oleh Laura Basuki, seorang aktris berbakat yang sudah dikenal luas di Tanah Air. Dalam film ini, Laura Basuki berperan sebagai karakter utama, Yohanna.
Sutradara Razka Robby Ertanto menjelaskan bahwa pemilihan Laura Basuki sebagai pemeran kunci dalam film ini merupakan hasil dari pertimbangan yang sangat matang.
Robby menjelaskan pentingnya memilih sosok aktris dengan kualitas akting yang mumpuni, terutama karena proses syuting film ini hanya memakan waktu kurang dari dua minggu.
“Kita butuh aktor yang benar-benar berkualitas karena kita syutingnya hanya 10 hari. Setelah kita lihat, cuma Laura Basuki yang bisa mainin semua karakter up and down-nya Yohanna,” ungkap Robby Ertanto.
Pemilihan Laura Basuki dianggap tepat mengingat tantangan besar yang dihadapi dalam proses syuting yang terbatas.
Sutradara juga menekankan bahwa kemampuan akting Laura Basuki sangat sesuai untuk menggambarkan kompleksitas karakter Yohanna.
Setelah melakukan komunikasi dengan Laura dan memberikan gambaran cerita tentang “Yohanna”, Robby menemukan bahwa aktris berusia 38 tahun ini langsung tertarik untuk terlibat dalam proyek tersebut.
Laura Basuki menyatakan kesediaannya tanpa ragu-ragu. Dia mengaku sangat tertarik dengan karakter Yohanna, yang mengalami pergolakan batin yang cukup hebat ketika dihadapkan dengan realitas sosial yang tampak tidak adil.
“Dalam naskah skenario film ini, aku melihat Yohanna mengalami pergolakan batin. Dia percaya Tuhan, tetapi kadang merasa ragu ketika melihat ketidakadilan di dunia ini. Hal itu wajar dialami setiap manusia,” kata Laura Basuki dengan penuh penghayatan.
Melalui pernyataan tersebut, dapat terlihat betapa mendalamnya karakter yang diperankannya dan bagaimana hal tersebut berkaitan dengan pengalaman hidup banyak orang.
Laura Basuki juga berbagi tentang pengalamannya selama proses syuting film “Yohanna”, yang berlangsung di lokasi indah Sumba.
Selain terpesona oleh keindahan alam Pulau Sumba, dia juga merasa senang dapat beradu akting dengan sejumlah aktor anak-anak dari daerah tersebut.
“Tadinya aku mau memberikan wawasan akting kepada mereka, tapi ternyata justru aku yang belajar dari mereka. Mereka begitu jujur dan apa yang ada di diri mereka dikeluarkan semua,” ungkapnya dengan antusiasme.
Keinginan Laura untuk berkolaborasi dengan anak-anak Sumba memang sangat kuat dan kini terwujud melalui “Yohanna”.
Dia merasa bersyukur bisa berduet dengan talenta muda yang belum terpapar oleh tontonan-tontonan mainstream.
“Aku memang sangat tertarik bermain sama anak-anak, terutama anak-anak Sumba yang belum terpapar dengan tontonan-tontonan,” katanya menambahkan rasa bangganya.
Menariknya, sebelum tayang di bioskop, film “Yohanna” telah mengelilingi dunia dan mendapatkan perhatian di sejumlah festival film internasional dalam dua tahun terakhir.
Salah satu pencapaian luar biasa adalah saat film ini meraih penghargaan kategori Best Actress di Asian Film Festival 2025 yang berlangsung di Roma, Italia.
Penghargaan ini menambah daftar prestasi bagi Laura Basuki dan semakin memperkuat posisi film “Yohanna” sebagai karya berkualitas tinggi.
Film “Yohanna” tidak hanya menjadi ajang bagi Laura Basuki untuk menunjukkan kemampuannya dalam berakting, tetapi juga menjadi sebuah refleksi mendalam tentang nilai-nilai kehidupan dan tantangan sosial yang dihadapi banyak orang di masa kini.
Karakter Yohanna menjadi simbol perjuangan individu melawan ketidakadilan dan keraguan dalam iman terhadap Tuhan.
Film ini juga mengajak penonton untuk merenungkan berbagai aspek kehidupan melalui lensa seorang wanita muda yang berjuang melawan sistem sosial yang tidak adil sambil mencari jati dirinya sendiri.
Memperlihatkan perjalanan emosional seorang karakter seperti Yohanna memberikan kesempatan kepada penonton untuk merasakan dan memahami pergolakan batin tersebut secara lebih dekat.
Sebagai bagian dari industri perfilman Indonesia, “Yohanna” merupakan salah satu contoh bagaimana sinema lokal dapat menghasilkan karya-karya berkualitas tinggi yang tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik tetapi juga mendapatkan apresiasi internasional.
Keberhasilan film ini dalam festival-festival film menunjukkan bahwa cerita-cerita lokal memiliki daya tarik universal dan mampu menyentuh hati banyak orang.
Sutradara Robby Ertanto berharap bahwa setelah tayangnya film ini di bioskop, penonton dapat merasakan pesan moral dan emosional yang terkandung dalam cerita Yohanna serta pengalaman unik para aktor cilik asal Sumba.
Dengan harapan agar penonton dapat menghargai keindahan budaya Indonesia sekaligus menyadari tantangan sosial yang ada. (*/dda)
















