Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tanggul Irigasi Siwuluh Banjarnegara Jebol, Ribuan Hektar Lahan Pertanian Terancam Kekeringan

Tanggul irigasi siwuluh jebolTanggul irigasi siwuluh jebol
Kondisi Tanggul saluran irigasi Siwuluh di Kelurahan Ampelsari, Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebuah peristiwa yang mengguncang wilayah Banjarnegara terjadi pada Kamis (23/10) pagi ketika tanggul irigasi Siwuluh KM 58 di Desa Ampelsari mengalami kerusakan parah.

Tanggul tersebut jebol, menyebabkan amblasnya sebagian badan tanggul sedalam tujuh meter dengan panjang sekitar 17 meter.

Dampak dari peristiwa ini tidak hanya memutus akses jalan penghubung antara Desa Ampelsari dan Kelurahan Parakancanggah namun juga menimbulkan ancaman serius terhadap lahan pertanian warga setempat.

Sebuah video berdurasi 36 detik yang beredar luas di media sosial menunjukkan momen dramatis saat tanggul ambrol dan pusaran air besar terbentuk di saluran irigasi tersebut.

Air yang mengalir deras berhasil menggerus tanah di sekitar tanggul hingga menyebabkan area sekitar menjadi labil dan terus bergerak, meningkatkan risiko bencana lebih lanjut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Aji Piluroso, mengonfirmasi kejadian tersebut.

Menurutnya, penyebab utama jebolnya tanggul adalah adanya retakan dan kebocoran pada fondasi.

“Di saluran Siwuluh KM 58 ini terjadi keretakan yang menyebabkan fondasi tanggul tidak kuat menahan tekanan air. Akibatnya, sebagian struktur ambrol dan air meluap ke area sekitarnya,” jelas Aji pada Kamis (23/10).

Kerusakan ini berdampak langsung pada berkurangnya pasokan air irigasi ke wilayah hilir yang kini sedang memasuki masa tanam.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan petani karena potensi kekurangan air dapat mengancam keberhasilan panen mereka.

“Saluran ini mengairi lahan di wilayah bawah. Dengan kondisi sekarang, ada potensi kekurangan air,” tambah Aji.

Menanggapi situasi darurat ini, BPBD Banjarnegara telah bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BWSO) untuk segera melakukan langkah penanganan.

Selain itu, akses jalan yang melintasi tanggul telah ditutup sementara guna mencegah risiko bagi keselamatan warga setempat.

“Kami imbau masyarakat tidak melintas di area tanggul yang jebol, karena kondisi tanah masih sangat labil. Tim sudah kami turunkan untuk asesmen dan ekskavasi ringan guna memastikan keamanan di sekitar lokasi,” ujar Aji.

Dampak dari jebolnya tanggul ini tidak hanya dirasakan dalam hal transportasi namun juga memicu keresahan di kalangan petani setempat.

Mereka khawatir apabila perbaikan tidak segera dilakukan maka pasokan air untuk sawah-sawah mereka di hilir akan terhenti dan dapat berujung pada bencana gagal panen.

Hingga Kamis sore, tim gabungan dari BPBD Banjarnegara bersama perangkat desa masih berada di lokasi untuk terus memantau perkembangan kondisi tanah dan memastikan aliran air sementara tetap terkontrol.

Insiden jebolnya tanggul irigasi Siwuluh ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur vital secara berkala.

Dengan demikian tragedi serupa dapat dicegah di masa mendatang sekaligus memastikan kelangsungan hidup para petani yang bergantung pada sistem irigasi tersebut.

Sebagai langkah antisipatif ke depan penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan risiko alamiah seperti ini dan bersama-sama mencari solusi terbaik dalam menangani serta mencegah bencana serupa.

Melalui upaya kolaboratif dari berbagai pihak besar harapan bahwa masalah seperti ini dapat segera teratasi demi kesejahteraan masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya. (jud/dda)

Berita Sebelumnya
Samsung galaxy xr

Samsung Galaxy XR Resmi Dirilis, Headset AI 30 Juta Lawan Vision Pro

Berita Selanjutnya
Wilayah perkotaan awalnya rawa rawa

Urbanisasi dan Sedimentasi Jadi Penyebab Genangan Air di Wilayah Perkotaan Cilacap