Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

AS Turunkan Tarif Produk RI Jadi 19 persen, Indonesia Akan Impor Minyak Mentah Lagi

Impor Minyak Mentah AS Mulai DesemberImpor Minyak Mentah AS Mulai Desember
Ilustrasi pengolahan minyak mentah

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Dalam langkah strategis terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penurunan tarif resiprokal untuk produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

Keputusan ini membuka jalan bagi hubungan perdagangan yang lebih erat antara kedua negara, salah satunya adalah dimulainya impor minyak mentah oleh Indonesia dari AS pada Desember 2025.

“Minyak kemungkinan besar di Desember ini sudah bisa ada yang start dari sana (AS),” ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ketika ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta pada tanggal 18 November.

Keputusan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya, kedua negara mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif bagi beberapa produk asal Indonesia.

Sebagai imbal baliknya, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan impor produk energi dan pertanian dari AS.

Saat ini, impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Amerika Serikat sudah mulai berjalan meskipun Bahlil belum memberikan rincian pasti mengenai kapasitas LPG yang diimpor.

“Kalau LPG kan sudah berjalan,” tambah Bahlil dalam komentarnya kepada awak media.

Sebagai bagian dari paket negosiasi tersebut, Indonesia berencana mengimpor energi dari AS dengan nilai mencapai US$ 15 miliar.

Selain itu, target impor produk pertanian ditetapkan sebesar US$ 4,5 miliar sebagai upaya untuk memperkuat hubungan perdagangan bilateral.

Namun demikian, hingga saat ini skema final impor minyak mentah tersebut masih dalam tahap pembahasan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan bahwa ada wacana untuk melakukan impor minyak secara langsung oleh PT Pertamina (Persero) tanpa melalui proses lelang.

“Indonesia akan membeli 15 juta barel of oil equivalent (BOE) tanpa proses lelang,” ujar Airlangga sembari menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan mempercepat proses impor dari AS.

Selain itu, terdapat pula kesepakatan investasi yang melibatkan pembangunan fasilitas blue ammonia di Amerika Serikat dengan nilai mencapai US$ 10 miliar.

Kesepakatan ini juga mencakup penambahan modal untuk berbagai proyek investasi di Indonesia.

Kebijakan baru ini dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya akan memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan importasi energi dan investasi asing.

Sementara itu, pihak PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan yang ditugaskan untuk melakukan impor minyak tanpa lelang diharapkan dapat memastikan pengadaan berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan dalam negeri.

Dari segi investasi, kerja sama ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam mengembangkan sektor energi serta proyek-proyek strategis lainnya yang berpotensi mendatangkan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak.

Dengan berbagai perkembangan ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam volume perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan internasional. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Kemudahan Tarik Tunai Tanpa Kartu dengan Layanan blu BCA

Cara Tarik Tunai blu BCA di ATM Tanpa Kartu, Mudah dan Praktis

Berita Selanjutnya
Beasiswa Pemko Tangerang 2026 Resmi Buka Pendaftaran

Beasiswa Pemko Tangerang 2026 untuk Jenjang D3-S1, Ini Syarat dan Cara Daftarnya