Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BPBD Kebumen Edukasi Siswa Sekolah Tentang Bencana Melalui Simulasi Tanggap Darurat

Bpbd dorong sekolah jadi zona aman bencanaBpbd dorong sekolah jadi zona aman bencana
BPBD Kebumen melaksanakan pelatihan berskala besar dengan tajuk “Edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana"

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen terus menggelar berbagai program edukatif yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Terbaru, fokus perhatian BPBD tertuju pada satuan pendidikan atau sekolah, sebuah langkah strategis yang bertujuan memupuk pengetahuan kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Dalam kegiatan terbarunya, BPBD Kebumen melaksanakan pelatihan berskala besar dengan tajuk “Edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana, Wujudkan Generasi Tangguh 2025”.

Pelatihan ini tidak hanya sekadar teori namun juga mencakup simulasi tanggap darurat dan pembentukan sekolah tangguh bencana.

Pelatihan ini digelar dari tanggal 13 hingga 16 Oktober 2025 dan melibatkan empat sekolah yaitu SMP Negeri 1 Alian, SMP Negeri 2 Karangsambung, MTs Ponpes Al Kamal Kuwarasan serta MTs Darus Sa’adah di Kritig, Petanahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.

“Bencana bisa datang kapan saja, tapi kesiapsiagaan bisa kita siapkan sejak dini,” ujar Udy Cahyono dalam sambutannya saat membuka pelatihan tersebut.

Program ini menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan mengenai tipe-tipe ancaman bencana yang mungkin terjadi serta bagaimana cara meresponsnya dengan cepat dan tepat.

Melalui simulasi tanggap darurat yang dilakukan secara praktis di lapangan sekolah, para peserta didik diajak untuk memahami langkah-langkah evakuasi yang benar dan efektif.

Edukasi semacam ini menjadi sangat penting mengingat Indonesia adalah negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Dengan memperkenalkan konsep sekolah tangguh bencana kepada siswa sejak dini, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya budaya kesiapan bencana tidak hanya di sekolah mereka tetapi juga di masyarakat luas.

Selama berlangsungnya pelatihan tersebut, terlihat antusiasme tinggi dari para peserta.

Mereka aktif bertanya dan berpartisipasi dalam setiap sesi simulasi. Partisipasi aktif ini menunjukkan bahwa para siswa benar-benar memahami pentingnya edukasi kesiapsiagaan bencana.

BPBD Kebumen berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program serupa agar dapat mencakup lebih banyak sekolah dan komunitas lainnya.

Hal ini sejalan dengan visi mereka untuk mewujudkan generasi tangguh menghadapi bencana pada tahun 2025 mendatang.

Kegiatan semacam ini memang tak hanya memberikan manfaat langsung berupa peningkatan pengetahuan bagi para siswa namun juga dapat membangun rasa percaya diri dalam menghadapi situasi darurat.

Untuk itu peran serta dari pihak sekolah sangat dibutuhkan guna mendukung keberhasilan program edukatif tersebut.

Dengan adanya pelatihan ini semoga seluruh pihak baik pemerintah daerah maupun masyarakat dapat saling bahu-membahu dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman bencana. (cah/dda)

Berita Sebelumnya
Pencairan bsu 2025

BSU 600 Ribu Segera Cair Oktober 2025, Cek Nama Penerima Bantuan di Sini

Berita Selanjutnya
Realisasi apbd 2025 capai 77,17 persen

Progres Realisasi APBD Cilacap 2025 Capai 77 persen, Tantangan Penyerapan Dana Masih Berlanjut