Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Imam Ahfas Ditunjuk Sebagai Plt Ketua DPRD Banyumas, Gantikan Subagyo yang Sedang Sakit

Imam ahfas jadi plt ketua dprdImam ahfas jadi plt ketua dprd
Rapat musyawarah menunjuk Imam Ahfas sebagai pelaksana tugas Ketua DPRD Kabupaten Banyumas

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam langkah cepat dan strategis, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyumas telah mengambil keputusan penting dengan menunjuk Imam Ahfas, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD.

Keputusan ini diambil dalam rapat musyawarah pimpinan DPRD bersama ketua-ketua fraksi pada Sabtu, 25 Oktober lalu.

Penunjukan ini muncul akibat kondisi kesehatan Ketua DPRD Subagyo yang saat ini sedang mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya.

Sekretaris DPRD Banyumas, Sumardi, menjelaskan bahwa penunjukan ini dilakukan untuk memastikan agar lembaga tetap berfungsi optimal meskipun ada halangan dari pimpinan definitif.

“Organisasi harus tetap berjalan, jadi kami memutuskan secara mufakat untuk menunjuk Pak Imam Ahfas. Terhitung sejak tanggal 25 Oktober, sesuai ketentuan pelaksanaan tugas maksimal selama 30 hari atau hingga ketua definitif kembali bertugas,” ujarnya.

Penegasan dari Sumardi ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut bukan hanya bentuk formalitas semata, tetapi juga upaya serius untuk menjaga stabilitas kelembagaan di tengah situasi yang tidak menentu.

Sumardi menambahkan bahwa jabatan Plt ini bersifat sementara dan fokus utamanya adalah menjaga agar fungsi kelembagaan tidak terhenti.

“Tetap wakil ketua, hanya diberi kewenangan untuk tanda tangan dan disposisi,” imbuhnya.

Keputusan tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Pimpinan DPRD yang ditandatangani oleh unsur pimpinan lainnya, menegaskan legitimasi dari penunjukan tersebut.

Dalam waktu yang sama, Sumardi mengungkapkan harapannya agar masa tugas tersebut tidak berlangsung lama dan Subagyo dapat segera sembuh serta kembali menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPRD yang definitif.

“Kami semua berharap masa tugas ini tidak berlangsung lama dan Pak Ketua segera sembuh,” paparnya dengan nada penuh harap.

Di sisi lain, Imam Ahfas menyambut baik penunjukan dirinya sebagai Plt dengan sikap positif dan tanggung jawab besar.

Dia menyatakan bahwa penunjukan tersebut merupakan langkah penting agar roda administrasi dan agenda lembaga tetap berjalan tanpa hambatan berarti.

“Memang jika ketua berhalangan, pimpinan melakukan rapat musyawarah untuk menunjuk salah satu pimpinan sebagai pelaksana tugas. Setelah dimintai pendapat, semua fraksi sepakat menunjuk saya,” jelas Ahfas kepada awak media.

Imam Ahfas juga mengungkapkan rasa empatinya terhadap kondisi Subagyo dan berharap agar beliau dapat segera pulih sehingga bisa kembali memimpin lembaga dengan stabilitas yang lebih baik.

“Secara umum kami semua berharap Pak Ketua segera diberikan kesembuhan dan bisa bertugas kembali,” tuturnya dengan nada penuh harapan.

Langkah cepat dalam menunjuk Imam Ahfas sebagai Plt menunjukkan betapa pentingnya fleksibilitas dalam kepemimpinan organisasi seperti DPRD Kabupaten Banyumas dalam menghadapi ketidakpastian yang datang tiba-tiba.

Dalam situasi seperti ini, menjaga kelancaran jalannya organisasi adalah prioritas utama agar tidak ada proses administrasi ataupun pengambilan keputusan yang tertunda atau terabaikan.

Sebagai seorang wakil ketua yang kini menjabat sebagai Plt Ketua DPRD Banyumas, Imam Ahfas memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap agenda lembaga berjalan sesuai rencana tanpa adanya interupsi berarti.

Tantangan dalam menjalankan amanah sementara ini tentu menuntut konsistensi dan kerjasama antar fraksi serta seluruh elemen dalam lembaga tersebut.

Masa tugas sementara Imam Ahfas akan menjadi periode penting bagi seluruh anggota dewan untuk melihat bagaimana kolaborasi efektif dapat menjaga stabilitas organisasi meski sedang mengalami kekosongan jabatan definitif di tingkat tertinggi. (res/dda)

Berita Sebelumnya
Beasiswa (11)

Beasiswa Pemimpin Indonesia 2025 Dibuka untuk Siswa SMA hingga S2

Berita Selanjutnya
WNI korban scam di Kamboja

KP2MI Tangani Kasus WNI Jadi Korban Sindikat Penipuan Online di Kamboja