Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kementerian UMKM Incar Transaksi Rp3 Triliun di Inabuyer Expo 2025 Jakarta

Images81 ezgif.com resizeImages81 ezgif.com resize
Menteri UMKM Maman Abdurrahman

BANYUMASEKSPRES.ID, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan total transaksi pada ajang Inabuyer B2B2G Expo 2025 bisa menembus angka Rp3 triliun. Target tersebut mencerminkan kenaikan dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,5 triliun.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa pihaknya berharap capaian transaksi bisa maksimal, dengan target realistis antara Rp2 triliun hingga Rp3 triliun sepanjang gelaran acara berlangsung.

“Targetnya Rp2 triliun sampai Rp3 triliun. Saya maunya artinya Rp3 triliun itu semoga bisa menjadi target kita,” kata Maman dalam agenda pembukaan Inabuyer B2B2G Expo 2025 di Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Menurutnya, sektor yang paling mendominasi transaksi selama pameran adalah produk makanan dan minuman (mamin), pakaian, serta beragam produk ekonomi kreatif (ekraf). Ketiganya menjadi unggulan dalam memenuhi kebutuhan pembeli institusional dari berbagai sektor.

Selain itu, kendaraan listrik turut dibidik sebagai komoditas yang potensial mendorong nilai transaksi lebih tinggi. Ia menyebut bahwa sejumlah kementerian dan lembaga negara sudah mulai aktif melakukan pemesanan terhadap kendaraan berbasis listrik tersebut.

“Kaya sepatu, seragam, motor listrik dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga sudah mulai order untuk kebutuhan operasional mereka,” tegasnya.

Penyelenggaraan Inabuyer Expo ini diyakini akan ikut mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional. Optimisme itu berpijak pada target ambisius pemerintahan Presiden Prabowo yang menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8% tahun ini.

Acara Inabuyer B2B2G Expo 2025 sendiri dirancang sebagai program business matching dan networking skala nasional. Platform ini mempertemukan pelaku usaha lokal, khususnya dari sektor UMKM, dengan calon pembeli potensial dari kalangan pemerintah, korporasi, dan lembaga publik.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juli 2025, berlokasi di Gedung Smesco Jakarta. Event ini merupakan salah satu ajang penting yang memberi ruang interaksi langsung antara pelaku industri dengan pemangku kepentingan pengadaan barang dan jasa.

Program ini diselenggarakan oleh Spectindo dan didukung oleh Kementerian UMKM. Dukungan tambahan datang dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Smesco Indonesia, serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Dengan mengangkat konsep B2B2G (Business to Business to Government), Inabuyer Expo mengedepankan konektivitas antara pelaku usaha dengan institusi publik dan swasta. Hal ini menjadi bagian dari strategi memperluas pasar produk lokal agar lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Langkah ini juga menjadi bagian dari pendekatan strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem UMKM berbasis pengadaan nasional. Harapannya, produk lokal dapat semakin mendominasi rantai pasok dan memenuhi kebutuhan lembaga negara secara berkelanjutan.

Tak hanya memfasilitasi pertemuan bisnis, expo ini juga memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada pembeli yang tepat sasaran. Terutama untuk produk-produk yang selama ini kesulitan menjangkau pasar institusional akibat keterbatasan akses dan informasi.

Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mempercepat digitalisasi UMKM dan integrasi mereka dalam rantai pasok nasional. Termasuk mendorong terciptanya permintaan stabil dari sektor publik, yang dinilai mampu menjadi katalisator dalam memperkuat pertumbuhan sektor riil.

Pemerintah juga terus menekankan pentingnya kualitas dan standar produk UMKM agar mampu bersaing dan memenuhi ketentuan dalam sistem e-catalog maupun skema pengadaan lainnya. Peningkatan transaksi di pameran seperti Inabuyer ini pun dianggap menjadi indikator awal dari keberhasilan program tersebut.

Melalui partisipasi aktif dalam pameran ini, UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh penjualan langsung, namun juga jalinan kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan. Ini membuka peluang masuknya produk lokal ke dalam rantai distribusi formal nasional secara sistemik.

Inabuyer Expo juga menjadi ajang pembuktian bahwa pengadaan barang dan jasa tidak harus selalu mengandalkan pelaku usaha besar. Dengan proses kurasi yang tepat, UMKM bisa menjadi mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan lembaga publik dan swasta sekaligus.

Pemerintah berharap event seperti ini dapat terus berlangsung rutin, agar pelaku UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas, dan kontribusi mereka terhadap ekonomi nasional makin signifikan dari waktu ke waktu.(amp)

Berita Sebelumnya
Siswa gombong ke korea wakili indonesia

Siswa SMK Ma’arif 2 Gombong Wakili Indonesia dalam Ajang WorldSkills ASEAN 2025

Berita Selanjutnya
Masuk tahapan lelang

Revitalisasi Kota Lama Cilacap sudah Masuk Tahapan Lelang