BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dika Yuana Rahman, seorang siswa berbakat dari SMK Ma’arif 2 Gombong, telah terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi WorldSkills ASEAN 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing generasi muda Indonesia di tingkat internasional.
Sebagai persiapan yang matang, Dika melakukan perjalanan ke Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam Program Peningkatan Kapasitas Kompetisi Keterampilan (K-STAR) yang diselenggarakan oleh Human Resources Development Service of Korea (HRDK) mulai 6 hingga 26 Juli 2025.
Dika bukanlah pendatang baru dalam dunia kompetisi keterampilan. Sebelumnya, ia telah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara kedua di ajang nasional WorldSkills ASEAN 2025 pada kategori Refrigeration and Air Conditioning.
Prestasi ini menjadi batu loncatan penting bagi Dika untuk melangkah lebih jauh ke tingkat internasional dan menjadi salah satu wakil Indonesia dalam kompetisi tersebut.
Arif Rochman MPdI, Kepala Sekolah SMK Ma’arif 2 Gombong, menjelaskan bahwa partisipasi Dika dalam program pelatihan di Korea Selatan merupakan langkah strategis untuk mengasah kemampuan teknisnya lebih lanjut.
“Partisipasi Dika dalam program ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan keterampilan di Indonesia dan meningkatkan kemampuan murid SMK Ma’arif 2 Gombong dalam bersaing di tingkat internasional,” ujar Arif Rochman.
Program K-STAR dirancang untuk memberikan pelatihan intensif kepada peserta dengan fokus pada peningkatan keterampilan teknis dan non-teknis.
Dika akan mendapatkan kesempatan berharga untuk memperdalam pengetahuan dan kemampuannya di bidang Refrigeration and Air Conditioning melalui bimbingan para ahli berpengalaman dari berbagai negara.
Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis yang diperlukan tetapi juga memperkuat kemampuan berpikir kritis dan adaptasi terhadap teknologi terbaru.
Selain Dika dan SMK Ma’arif 2 Gombong, sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya dari seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam ajang WorldSkills ASEAN 2025.
Di antaranya adalah Politeknik Negeri Semarang, SMKS Taruna Jaya Prawira Tuban, Universitas Bina Nusantara, SMK Negeri 1 Tangerang, SMK Negeri 4 Surakarta, SMK Negeri 3 Kediri, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Semarang, SMK Negeri 1 Tengaran, SMK Negeri 3 Kendal, SMK Negeri 1 Blitar, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi serta SMK Negeri 2 Jakarta.
Mereka semua mengikuti program pelatihan serupa di Korea Selatan guna mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang sangat kompetitif ini.
Keikutsertaan para siswa dan institusi pendidikan ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk terus mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing secara global.
Ajang WorldSkills ASEAN sendiri merupakan platform penting bagi para peserta dari berbagai negara ASEAN untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di berbagai bidang keterampilan.
Melalui partisipasi aktif dalam program-program internasional seperti K-STAR, diharapkan dapat terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang signifikan antara negara-negara peserta.
Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasional dan pelatihan kerja agar sesuai dengan standar industri global.
Dalam konteks persaingan global saat ini, memiliki keterampilan teknis yang unggul merupakan kunci sukses bagi para generasi muda.
Oleh karena itu, inisiatif seperti yang dilakukan oleh Dika Yuana Rahman harus didukung sepenuhnya oleh berbagai pihak terkait agar dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Dukungan dari sekolah-sekolah seperti SMK Ma’arif 2 Gombong juga sangat penting dalam mendorong siswa-siswi lainnya untuk mengikuti jejak Dika.
Dengan demikian prestasi yang diraih oleh Dika tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi tetapi juga inspirasi bagi rekan-rekannya serta generasi muda lainnya.
Kesempatan emas yang diperoleh Dika melalui pelatihan K-STAR tidak hanya bermanfaat bagi dirinya secara individu tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasional di tanah air.
Hal ini tentunya sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global melalui peningkatan kompetensi dan kualifikasi tenaga kerja berbasis kebutuhan industri masa kini.
Oleh karena itu penting bagi semua elemen masyarakat termasuk lembaga pendidikan pemerintah maupun sektor swasta bekerja sama secara sinergis guna menciptakan ekosistem kondusif bagi pengembangan bakat-bakat unggul dari seluruh penjuru negeri.
Sebagai penutup partisipasi aktif siswa SMA/SMK dari berbagai daerah termasuk Kebumen pada ajang internasional semacam WorldSkills ASEAN tentunya akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan talenta-talenta muda berbakat siap bersaing secara global. (cah/stch)
















