Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pangeran Al Waleed Meninggal Usai 20 Tahun Koma, Potret Masa Kecil Jadi Kenangan Terakhir

Kabar duka, pangeran arab saudi al waleed bin khaled meninggal dunia di usia 36 tahunKabar duka, pangeran arab saudi al waleed bin khaled meninggal dunia di usia 36 tahun
Kabar duka, Pangeran Arab Saudi Al Waleed bin Khaled meninggal dunia di usia 36 tahun.

BANYUMASEKSPRES.ID, Kabar duka datang dari Kerajaan Arab Saudi. Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang selama ini dikenal sebagai “Sleeping Prince”, meninggal dunia pada Sabtu, 19 Juli 2025, setelah menjalani koma selama hampir dua dekade.

Pengumuman resmi atas wafatnya Al Waleed disampaikan langsung oleh sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, melalui akun X miliknya.

“Dengan hati yang percaya pada kehendak dan takdir Tuhan, dan dengan kesedihan dan duka yang mendalam, kami berduka cita atas kepergian putra terkasih kami, Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, semoga Tuhan mengasihaninya, yang telah meninggal dunia atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa hari ini,” tulis Pangeran Khaled dalam unggahannya.

Dikutip dari laporan Gulf News, Pangeran Al Waleed mengembuskan napas terakhirnya di usia 36 tahun.

Ia mengalami koma sejak mengalami kecelakaan mobil yang tragis di London pada tahun 2005. Insiden tersebut menyebabkan cedera otak serius dan pendarahan yang mengakibatkan dirinya tidak pernah sadar kembali.

Al Waleed merupakan anak sulung dari Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, seorang anggota terkemuka keluarga kerajaan dan keponakan dari pengusaha miliarder, Pangeran Al Waleed bin Talal.

Lahir pada April 1990, Al Waleed sempat menjalani pendidikan di sebuah akademi militer di London sebelum tragedi kecelakaan menimpanya.

Setelah insiden tersebut, ia diterbangkan kembali ke Arab Saudi untuk menerima perawatan intensif di King Abdulaziz Medical City, Riyadh.

Selama hampir 20 tahun, ia dirawat tanpa henti. Meskipun sempat menunjukkan tanda-tanda kecil seperti gerakan jari atau kepala yang sedikit bergerak, kondisinya tidak pernah benar-benar pulih.

Beberapa dokter spesialis dari Amerika Serikat dan Spanyol sempat dilibatkan dalam upaya medis untuk menyelamatkannya, namun hasilnya tetap nihil.

Pangeran Khaled, sang ayah, menolak semua rekomendasi untuk menghentikan pengobatan, dan dengan setia menemani sang putra hingga akhir hayatnya. Kesetiaan dan cinta sang ayah menjadi simbol haru yang diingat banyak orang hingga kini.

Beberapa waktu sebelum wafatnya Al Waleed, bibinya, Putri Rima bint Talal, sempat membagikan foto masa kecil sang pangeran. Ia menyertai unggahan tersebut dengan doa yang menyentuh hati.

“Sayangku Al-Walid bin Khalid, dua puluh satu tahun telah berlalu dan engkau selalu hadir di hati kami dan di hati orang-orang yang engkau kasihi dalam doa-doa kami. Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu Al-Walid, karena tidak ada seorang pun yang mengetahui kelemahannya kecuali Engkau, Tuhan langit dan bumi,” tulis sang bibi.

Sederet potret masa kecil sleeping prince arab saudi, pangeran al waleed bin khaled
Sederet potret masa kecil Sleeping Prince Arab Saudi, Pangeran Al Waleed bin Khaled.

Kini, unggahan penuh cinta itu terasa seperti perpisahan terakhir dari sang bibi, yang dikenal sangat dekat dan menyayangi keponakannya tersebut.

Al Waleed dinyatakan meninggal akibat komplikasi medis yang muncul dari kondisi koma berkepanjangan.

Setelah bertahan dalam kondisi vegetatif selama hampir dua dekade, tubuhnya akhirnya menyerah pada dampak jangka panjang dari cedera yang dialami.

Pemakaman dilaksanakan pada Minggu, 20 Juli 2025, sehari setelah kepergiannya. Prosesi tersebut digelar setelah salat Ashar di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh, dengan dihadiri oleh keluarga kerajaan dan masyarakat.

Kehilangan Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal meninggalkan duka yang dalam, tidak hanya di kalangan bangsawan Arab Saudi, tetapi juga di hati rakyat yang selama ini mengikuti kisahnya dengan empati dan harapan. (fam)

Berita Sebelumnya
Ubah tps jadi spot wisata

Warga Kampung Nopia Desa Pekunden Banyumas Ubah TPS Jadi Spot Wisata

Berita Selanjutnya
Soal sabian tama: hanya rekan kerja

Dilan Janiyar Buka Suara Soal Sabian Tama, Hanya Rekan Kerja