BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Program Perencanaan Kota Terpadu atau Integrated City Planning (ICP) di Kabupaten Banyumas saat ini tengah berada pada tahap awal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menetapkan target ambisius untuk menyelesaikan perencanaan ICP tersebut pada tahun ini.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa sektor pariwisata dan pendidikan merupakan andalan utama Kabupaten Banyumas dalam pengembangan daerah.
“Andalannya Banyumas kan pariwisata dan pendidikan sehingga mendukung itu. Dulu disepakati di komplek Unsoed kemudian di kawasan Jalan Bung Karno nanti akan dibuat desain untuk pendidikan dan pariwisata Unsoed menjadi kampus pendidikan, di sini kawasan pariwisata,” ujarnya kepada awak media.
Pernyataan ini menyoroti bahwa hanya Kabupaten Banyumas yang memperoleh dua lokasi program ICP, yaitu di Purwokerto dan Kota Lama Banyumas. Dengan adanya dua lokasi ini, Bupati Sadewo berharap perencanaan desain dapat selesai tepat waktu pada akhir tahun.
“Ini baru perencanaan, desain tahun ini selesai,” tambahnya dengan optimisme.
Dalam konteks lebih luas, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah II dari Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum, Airlangga M, juga memberikan pandangannya mengenai proyek ini.
Menurutnya, kunjungan pihaknya ke Kabupaten Banyumas bertujuan untuk menjaring masukan guna melengkapi kegiatan ICP yang dirancang khusus untuk wilayah tersebut.
“Kita pelajari dulu kita pelajari dulu kan ini masih waktunya sampai Desember. Mudah-mudahan nanti semua tadi arahannya pak bupati masukkan dari pak bupati dan teman-teman di pemerintah daerah kita upayakan untuk diakomodir,” jelas Airlangga.
Dalam hal skema pendanaan ICP, Airlangga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun skema alternatif pembiayaan agar tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Saya kira kalau APBN dan APBD saja mungkin terlalu berat ya. Jadi kita juga akan melibatkan partisipasi dari badan usaha, ini sekarang kita sedang buatkan tata kelolanya skemanya yang nanti mungkin bisa dijadikan proposal oleh pemerintah daerah untuk mencari pembiayaan alternatif,” ucapnya.
Fokus utama saat ini adalah menggali masukan dari berbagai kalangan masyarakat serta para pemangku kepentingan terkait program ini. Dengan harapan besar bahwa hasil konkret dapat dilaporkan kepada Bupati Sadewo pada Desember mendatang.
“Mudah-mudahan nanti bulan Desember sudah ada hasilnya yang bisa kita sampaikan ke pak bupati,” pungkas Airlangga dengan nada penuh harapan.
Proyek besar ini tentunya memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak terkait termasuk badan usaha sebagai bagian dari strategi pembiayaan.
Bupati Sadewo Tri Lastiono pun telah melakukan koordinasi aktif bersama tim dari Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah II Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PU seperti yang terlihat pada pertemuan mereka di Ruang Joko Kaiman.
Langkah-langkah strategis dalam membangun masa depan kota melalui program ICP menunjukkan keseriusan Pemkab Banyumas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan infrastruktur dan fasilitas publik terutama dalam sektor pendidikan dan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah tersebut.
Dengan latar belakang pariwisata yang kaya serta potensi pendidikan tinggi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia wilayah Banyumas berpeluang besar untuk berkembang menjadi pusat destinasi wisata edukatif yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik namun program ICP juga mengedepankan aspek lingkungan sosial budaya setempat sehingga setiap langkah pembangunan tetap memperhatikan keberlanjutan serta keseimbangan ekosistem lokal demi menciptakan kota ramah lingkungan sekaligus modern.
Masyarakat pun diajak berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan serta ide-ide kreatif guna membangun kota impian bersama-sama karena bagaimanapun juga suksesnya suatu proyek tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah hingga warga biasa.
Partisipasi aktif badan usaha lokal pun menjadi kunci penting dalam mendukung pendanaan agar tercipta sinergi positif antara sektor publik swasta demi tercapainya tujuan bersama yaitu menciptakan lingkungan urban yang harmonis bagi generasi mendatang. (res/stch)
















