Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ekonomi Nasional Tetap Stabil, Menkeu Purbaya Puji Strategi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi SadewaMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA — Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang tepat jatuh pada 20 Oktober 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangannya mengenai kinerja ekonomi nasional.

Ia menilai bahwa perekonomian Indonesia berada dalam tren positif dan stabil meskipun tantangan global masih menghantui.

Menurutnya, berbagai indikator ekonomi makro menunjukkan fondasi pertumbuhan yang kuat.

Purbaya mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II-2025 mencapai 5,12 persen.

Angka ini dianggap tinggi dan stabil jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya dalam kelompok G-20.

“Jadi ini semua sebagian angka pertumbuhan triwulan kedua. Saya yakin triwulan ketiga akan turun sedikit, tapi enggak apa-apa. Triwulan keempat tumbuhnya akan lebih cepat,” ujarnya dalam keterangannya yang dirilis oleh Kementerian Keuangan pada Minggu (19/10).

Indonesia berhasil menunjukkan konsistensi dalam kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan selama tahun pertama pemerintahan ini.

Menurut Purbaya, pemerintah berfokus untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas melalui pengelolaan kas negara yang lebih produktif.

Salah satu langkah konkret adalah kebijakan penempatan dana sebesar Rp200 triliun di Bank Himbara.

Dana ini dimaksudkan untuk mendukung aktivitas ekonomi di sektor riil dan menambah likuiditas sistem perbankan.

“Dampaknya ke perekonomian beda. Karena tadi di sistem yang tadinya kering mulai ada uang yang cukup, Anda hajar lebih jauh. Itu yang menimbulkan optimisme di ekonomi,” jelas Purbaya.

Selain pertumbuhan yang stabil, inflasi nasional juga tercatat rendah pada angka 2,65 persen secara year-on-year (yoy), sementara defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mencapai 1,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Angka ini termasuk yang terendah di antara negara G-20,” tambahnya.

Kinerja ekonomi Indonesia juga semakin solid dalam sektor eksternal. Neraca perdagangan mencatat surplus selama 64 bulan berturut-turut hingga September 2025, dengan pertumbuhan ekspor mencapai 45,8 persen sepanjang Januari hingga September tahun ini.

Indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan nyata seiring dengan turunnya tingkat pengangguran menjadi 4,76 persen pada Februari 2025.

Angka tersebut merupakan yang terendah sejak krisis ekonomi pada tahun 1998. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,47 persen per Maret 2025 — capaian terendah dalam sejarah Indonesia.

Pasar modal juga memberikan sinyal positif dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.257,86 pada 10 Oktober 2025.

Meskipun terdapat koreksi kecil sesekali, hal ini tidak mengurangi keyakinan terhadap perbaikan ekonomi jangka panjang yang sedang diciptakan oleh pemerintah.

“Walaupun sekarang ada koreksi naik sebentar-sebentar ya, tapi yang perlu diperhatikan adalah perbaikan ekonomi yang akan kita ciptakan ke depan, bukan cuma sesaat. Kita perbaiki pondasi ekonominya dengan serius, betul-betul. Saya akan mengerahkan seluruh pengetahuan saya yang sudah saya pelajari selama bertahun-tahun,” tegas Purbaya.

Penutupan tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran menurut Purbaya merupakan fase penting dalam penataan dan penguatan fondasi ekonomi untuk memastikan pertumbuhan inklusif di masa mendatang.

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah strategis guna memperkuat perekonomian nasional menghadapi dinamika global yang tidak menentu.

Dengan demikian satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran telah membawa sejumlah perubahan signifikan dalam lanskap ekonomi Indonesia.

Meski tantangan tetap ada pemerintah optimistis bahwa fondasi kuat yang telah diletakkan selama ini akan menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif di masa depan. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Program beasiswa penyelesaian studi doktor dalam negeri 2025 resmi dibuka hingga 26 oktober

Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025, Cek Syaratnya

Berita Selanjutnya
Empat negara luncurkan buku “akar serumpun anyaman rasa”

Festival Sastra Empat Negara Luncurkan Buku “Akar Serumpun Anyaman Rasa” di Rumah GAPENA Malaysia