Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Festival Sastra Empat Negara Luncurkan Buku “Akar Serumpun Anyaman Rasa” di Rumah GAPENA Malaysia

Empat negara luncurkan buku “akar serumpun anyaman rasa”Empat negara luncurkan buku “akar serumpun anyaman rasa”
Festival Puisi Empat Negara berhasil menyatukan masyarakat lintas batas dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam

BANYUMASEKSPRES.ID, KUALA LUMPUR – Di tengah suasana hangat dan meriah, Rumah GAPENA menjadi saksi dari sebuah perhelatan sastra yang luar biasa.

Festival Puisi Empat Negara berhasil menyatukan masyarakat lintas batas dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam dalam sebuah peristiwa bersejarah yang diadakan pada Minggu (12/10).

Acara ini menandai peluncuran buku antologi puisi berjudul “Akar Serumpun Anyaman Rasa”, hasil kolaborasi antara SIP Publishing Indonesia, Komunitas Galeri Sastra (KGS), Persatuan Penulis Nasional Malaysia (PENAMA), serta Gabungan Persatuan Penulis Nasional Malaysia (GAPENA).

Rangkaian acara ini dimulai dengan pembacaan doa oleh Haji Rahman Soriat, yang diikuti oleh sambutan dari berbagai tokoh literasi dan kebudayaan.

Indra Defandra selaku Direktur SIP Publishing sekaligus Ketua Yayasan Rumah Indonesia memaparkan bahwa kehadiran buku “Akar Serumpun Anyaman Rasa” menjadi simbol persahabatan dan kesatuan para penulis dari empat negara tersebut.

“Ini adalah momen penting untuk mempererat jalinan budaya dan persaudaraan kita,” ungkapnya penuh haru.

Presiden PENAMA, Tuan Ahmad Zauawi, juga memberikan apresiasi terhadap semangat dan dedikasi para penulis yang terlibat dalam proyek ini.

Ia mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta festival.

“Semangat seperti inilah yang kita butuhkan untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Melayu kita,” ujarnya dengan penuh semangat.

Puncak acara ditandai dengan peluncuran resmi buku antologi puisi oleh Presiden GAPENA, YBhg. Datuk Zainal Abidin Bin Datuk Wira Borhan.

Pada sesi tersebut dilakukan pula serah terima simbolis 25 jilid buku “Suara Serumpun” kepada Presiden GAPENA dan PENAMA, disertai sesi foto bersama yang melibatkan para penulis serta tamu kehormatan.

Acara ini juga menjadi ajang pengumuman 15 puisi terbaik yang tergabung dalam “Suara Serumpun”. Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi ulasan buku yang mengangkat tema persahabatan.

Diskusi tersebut dipandu oleh Dr. Muhammad Khairuddin Lim dengan menghadirkan pengulas seperti Cikgu Besar Md. Izzuddin bin Mohd Shah dan Drs. H. Eduar Daud, M.Psa, M.Kom, CRMO.

Sebagai bentuk penghargaan atas karya-karya luar biasa tersebut, hadiah simbolik diserahkan langsung kepada tiga pemenang puisi terbaik oleh Ketua Komunitas Galeri Sastra.

Selain itu, Ketua KGS Sahabuddin Dg Pallabi turut menyerahkan plakat cenderamata kepada sejumlah tokoh sastra dan narasumber yang telah berkontribusi dalam kegiatan literasi KGS sepanjang tahun 2025.

Tokoh-tokoh tersebut antara lain Tuan Ahmad Zauawi (Presiden PENAMA), YBhg. Datuk Zainal Abidin Bin Datuk Wira Borhan (Presiden GAPENA), Indra Defandra (Direktur SIP Publishing), serta narasumber webinar sastra KGS yaitu Nadzri Kamsin, Hidayyah A.T. Mizi, Dr. Chong Ah Fok, Dr. Syahwal Nizam Haji Yani, dan Ak Sham Hidie Pg Hidup.

Suasana semakin hidup ketika sebelas peserta dari empat negara tampil membacakan puisi mereka di depan audiens yang memenuhi ruang utama Rumah GAPENA.

Setiap bait puisi mencerminkan kekuatan rasa dan keindahan bahasa Melayu, mendapat sambutan hangat dari hadirin yang terpesona akan pesona kata-kata indah tersebut.

Sebagai penutup acara penuh makna ini Puan Hanom Ibrahim mengumumkan pembaca puisi terbaik dan menyerahkan hadiah hiburan kepada pemenangnya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta menjelang waktu salat Asar, diakhiri dengan santai minum petang.

Peluncuran “Akar Serumpun Anyaman Rasa” tidak sekadar menjadi sebuah seremoni sastra belaka namun lebih dari itu ini adalah sebuah gerakan kebudayaan yang memperkokoh persaudaraan bangsa-bangsa serumpun melalui kekuatan kata dan makna.

Melalui kegiatan ini para peserta dari empat negara membuktikan bahwa sastra mampu menjadi bahasa universal yang menumbuhkan persahabatan rasa hormat serta kebanggaan terhadap identitas Melayu Nusantara.

Peristiwa berharga ini mencerminkan betapa pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dalam membangun hubungan antarbangsa yang lebih harmonis di era globalisasi saat ini.

Dengan demikian kehadiran buku “Akar Serumpun Anyaman Rasa” diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk merayakan kekayaan budaya melalui karya sastra yang abadi. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Ekonomi Nasional Tetap Stabil, Menkeu Purbaya Puji Strategi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Berita Selanjutnya
Main aplikasi cashzine bisa hasilkan keuntungan saldo dana

Main Misi Baca Artikel di Aplikasi Cashzine Bisa Hasilkan Bonus Saldo DANA