Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
KIP Kuliah Bisa Bikin Kamu Kuliah Gratis Sampai Lulus, Ini Ketentuannya
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Banjarnegara Adakan Simulasi Evakuasi dan Pelatihan Bersama
16 Rumah Terdampak Tanah Bergerak di Purbalingga Terima Bantuan

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Banjarnegara Adakan Simulasi Evakuasi dan Pelatihan Bersama

Simulasi evakuasi dan penggunaan chainsawSimulasi evakuasi dan penggunaan chainsaw
Peserta pelatihan melakukan salah satu kegiatan untuk meningkatkan respons cepat ketika dalam keadaan darurat.

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang sering mengancam wilayah perbukitan, ratusan relawan dan personel dari berbagai elemen berkumpul dalam Latihan Bersama Penanggulangan Bencana di Desa Wanayasa, Banjarnegara.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Selasa hingga Kamis (29-31 Juli). Para peserta memperoleh pelatihan intensif melalui simulasi pencarian, pertolongan, hingga proses evakuasi korban bencana.

Lebih dari 450 peserta terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unsur seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Palang Merah Indonesia (PMI), relawan independen, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan dari Desa Tangguh Bencana (Destana).

Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan respons dalam situasi darurat. Pelatihan meliputi pertolongan pertama, kaji cepat, teknik tali-temali, penyelamatan vertikal, pendirian tenda darurat, serta penggunaan gergaji mesin atau chainsaw.

Kepala BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso menekankan pentingnya latihan semacam ini dengan alasan bahwa Banjarnegara termasuk salah satu wilayah paling rawan bencana di Jawa Tengah.

“Kami ingin semua unsur memahami peran dan protokol secara seragam. Saat bencana terjadi, kecepatan dan ketepatan hanya bisa dicapai dengan latihan dan koordinasi rutin lintas sektor,” jelas Aji pada Kamis (31 Juli).

Menurut Aji, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan teknis sekaligus kesiapan alat dan sumber daya manusia saat menghadapi bencana di lapangan.

“Latihan ini bukan sekadar formalitas. Kita ingin membentuk sistem respons yang kuat sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang seharusnya bisa dicegah,” tegasnya.

Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali turut hadir memantau langsung jalannya latihan tersebut.

Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan koordinasi para relawan yang menjadi garda terdepan ketika bencana melanda.

“Ini bukan hanya soal pelatihan teknis. Ini juga forum konsolidasi dan penguatan jaringan relawan. Karena faktanya, 70 persen wilayah Banjarnegara rawan bencana terutama tanah longsor,” ujarnya.

Lebih lanjut Wakhid menjelaskan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas kebencanaan.

“Relawan adalah ujung tombak. Pemerintah daerah sangat berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas mereka karena tanpa sinergi yang solid respons kita akan selalu tertinggal,” tambahnya.

Wakhid juga berharap agar pelatihan semacam ini dapat menjadi agenda rutin yang mencakup lebih banyak wilayah rawan bencana di masa depan.

Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kapasitas relawan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mitigasi risiko bencana yang lebih komprehensif.

Latihan bersama tersebut disambut dengan antusias oleh masyarakat sekitar yang turut menyaksikan simulasi evakuasi dan penyelamatan.

Selain meningkatkan keterampilan teknis para peserta latihan ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab beberapa orang melainkan kewajiban seluruh lapisan masyarakat.

Antusiasme warga yang tinggi menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya mitigasi bencana telah tumbuh secara signifikan di tengah-tengah masyarakat Banjarnegara.

Dengan partisipasi langsung dalam menyaksikan latihan warga mendapatkan gambaran nyata mengenai langkah-langkah penanganan darurat yang tepat sehingga mereka pun dapat lebih siap jika sewaktu-waktu menghadapi situasi serupa.

Melalui kegiatan semacam ini diharapkan terbentuk komunitas yang lebih tanggap dan sigap dalam menghadapi berbagai ancaman bencana alam terutama tanah longsor yang sering kali mengancam keselamatan warga di daerah pegunungan seperti Banjarnegara. (jud/stch)

Berita Sebelumnya
Kip kuliah

KIP Kuliah Bisa Bikin Kamu Kuliah Gratis Sampai Lulus, Ini Ketentuannya

Berita Selanjutnya
16 rumah terdampak tanah bergerak terima bantuan

16 Rumah Terdampak Tanah Bergerak di Purbalingga Terima Bantuan